Pertumbuhan Bakteri pada Limbah Cair Perikanan Secara Spontan

Authors

  • Devi Ambarwaty Oktavia Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
  • Dita Febrianti Direktorat Pelabuhan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Jakarta
  • Vita Yanuar Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Abstract

Penanganan limbah cair perikanan baik dalam bentuk padat maupun cair di Indonesia umumnya belum tertangani dengan baik sehingga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas perairan. Hasil karakterisasi limbah cair surimi dan rajungan memperlihatkan bahwa limbah cair tersebut mempunyai beban protein dan lemak yang tinggi. Untuk itu perlu dilihat keberadaan bakteri pada kedua jenis limbah tersebut dan dilakukan pada tiga jenis media yang berbeda yaitu agar nutrien, MSM skim milk (media spesifik pertumbuhan bakteriproteolitik) dan agar tributirin sebagai media spesifik pertumbuhan bakteri lipolitik. Hasilnya adalah bakteri tumbuh baik pada ketiga media yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa pada kedua limbah terdapat bakteri proteolitik dan lipolitik. Jumlah bakteri tertinggi pada limbah cair rajungan adalah 4,3x107 CFU/mL ditunjukkan pada media proteolitik sedangkan limbah cair surimi adalah 4,5x107 CFU/mL ditunjukkan pada media lipolitik. Kadar lemak limbah cair surimi dan rajungan semakin meningkat selama masa pertumbuhan bakteri sebesar 0,067 mg/L pada jam ke-20. Kadar amonia limbah cair rajungan menurun pada jam ke-18 sebesar 2 mg/L, sedangkan menurun pada jam ke-9 ditunjukkan pada limbah cair surimi sebesar 1,8 mg/L. Kadar protein terlarut menurun pada jam ke-30, sedangkan kadar protein total mengalami penurunan pada jam ke-24 baik pada limbah cair surimi maupun rajungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bechtel PJ. 2003. Properties of different fish processing by-products from pollock, cod and salmon. J Food Process Preservation. 27 (101–116).

Bourtoom T, Chinnan MS, Jantawat P, Sanguandeekul R. 2009. Recovery and characterization of proteins precipitated from surimi wash-water. Food Sci Technol. 42 : 599–605.

Chester, R. 1990. Marine Geochemistry. Unwin Hyman Ltd. London.

Cirne DG, Bjornsson L, Alves M, Mattiasson B. 2006. Effects of bioaugmentation by an anaerobic lipolytic bacterium on anaerobic digestion of lipid-rich waste. J Chem Technol Biotech. 81 : 1745–1752.

Darmayasa IBG. 2008. Isolasi dan identifikasi bakteri pendegradasi lipid (lemak) pada beberapa tempat pembuangan limbah dan estuari DAM Denpasar. J Bumi Lestari 8(2):122-127.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Gessler D. 2003. Population dynamics, marine community ecology, and oceanography of marine microbes. Department of Energy Genomes to Life project.

Govere S, Precious M, Angeline N. 2011. Performance and loading of domestic wastewater treatment plants receiving aquaculture processing effluent. Int J Engin. and Technol. 3 (5) : 354–360.

Hadiwiyoto S. 2011. Hubungan keadaan kimiawi dan mikrobiologik ikan pindang naya pada penyimpanan suhu kamar dengan sifat organoleptiknya. Agritech 15 : 19–23.

Ken RR., Jati, AWN dan Yulianti, LIM. 2019. Peranan Bakteri Indigenus dalam Degradasi Limbah Cair Pabrik Tahu. Biota 4(1): 8-15

Mongkolthanaruk W, Dharmsthiti S. 2002. Biodegradation of lipid-rich wastewater by a mixed bacterial consortium. Int. Biodeteriorat. & Biodegrad. 50 : 101–105.

Yunizal, Murtini JT, Dolaria N, Purdiwoto B, Abdulrokhim, Carkipan. 1998. Prosedur analisa kimiawi ikan dan produk olahan hasil-hasil perikanan. Instalasi Penelitian Perikanan Laut Slipi. Balai Penelitian Perikanan Laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Jakarta.

Downloads

Published

2021-08-07

How to Cite

Devi Ambarwaty Oktavia, Dita Febrianti, & Vita Yanuar. (2021). Pertumbuhan Bakteri pada Limbah Cair Perikanan Secara Spontan. Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan, (8). Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/proceedingsimnaskp/article/view/14926