Identifikasi Sampah Laut Terapung (Floating Marine Debris) Berdasarkan Pola Musim di Perairan Pulau Barranglompo, Kota Makassar.

Authors

  • Rafsanjani Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Shinta Werorilangi Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Wasir Samad Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Amran Saru Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Ahmad Faizal Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Abstract

Sampah laut (marine debris) menjadi permasalahan yang semakin penting untuk dituntaskan semenjak Indonesia didaulat menjadi negara penghasil sampah terbanyak kedua di dunia setelah Cina. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis dan menghitung kelimpahan sampah makro terapung serta melihat pola sebarannya dan pengaruh musim di perairan Pulau Barranglompo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai Maret 2020. Metode pengambilan sampel sampah laut terapung menggunakan neustone net ukuran mesh size 0,5 mm dan luas bukaan jaring 150 cm x 50 cm, kemudiandipasang pada bagian belakang perahu lalu ditarik dengan kecepatan ±5 knot. Jenis sampah makro terapung yang didapatkan di perairan Pulau Barranglompo pada musim timur dan musim barat didominasi oleh sampah makro jenis plastik, kemudian diikuti oleh busa plastik, kaca dan keramik, kertas dan kardus, kayu dan bahan lainnya. Rata-rata kelimpahan jumlah sampah makro pada musim timur adalah 19.166,67 potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 269.422 gram/km2 sedangkan kelimpahan jumlah sampah makro pada musim barat adalah 12.833,34 potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 145.526,5 gram/km2. Kelimpahan sampah makro pada musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan sampah makro pada musim barat. Kuat dugaan bahwa intensitas angin yang tinggi memicu kuatnya arus permukaan yang membawa sampah laut permukaan jauh ke arah utara hingga perairan Pulau Barranglompo selama periode musim timur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, S., 2019. Sebaran Spasial Sampah Laut (Marine Debris) Permukaan di Perairan Kota Makassar. Skripsi. Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Kota Makassar.

Awal, H., 2020. Kelimpahan dan Sebaran Sampah Laut Permukaan Pada Musim Timur di Perairan Kabupaten Barru. Skripsi. Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Kota Makassar.

Cheung, P.K., Cheung, L.T.O., & Fok, L., 2016. Seasonal variation in the abundance of marine plastic debris in the estuary of a subtropical macro-scale drainage basin in South China. Sci. Total Environ. 562, 658–665. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2016.04.048

Compa, M., March, D., & Deudero, S., 2019. Spatio-temporal monitoring of coastal floating marine debris in the Balearic Islands from sea-cleaning boats. Mar. Pollut. Bull. 141, 205–214. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.02.027

Derraik, J.G.B., 2002. The pollution of the marine environment by plastic debris: A review. Mar. Pollut. Bull. 44, 842–852. https://doi.org/10.1016/S0025-326X(02)00220-5

Fridayani, N.M.S., Kencana, I.P.E.N., & Sukarsa, K.G., 2012. Perbandingan Interpolasi Spasial dengan Metode Ordinary dan Robust Kriging pada Data Spasial Berpencilan (Studi Kasus: Curah Hujan di Kabupaten Karangasem). E-Jurnal Mat. 1, 68–74. https://doi.org/10.24843/mtk.2012.v01.i01.p012

Husrin, S., Wisha, U.J., Prasetyo, R., Putra, A., & Attamimi, A., 2017. Characteristics of Marine Litters in the West Coast of Bali. https://doi.org/10.15578/segara.v13i2.6449.g5423

Ilyas, M.I., 2019. Kelimpahan Sampah Laut Permukaan di Perairan Kota Makassar. Skripsi. Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Kota Makassar.

Jalil, A.R., 2013. Distribusi kecepatan arus pasang surut pada muson peralihan barat-timur terkait hasil tangkapan ikan pelagis kecil di perairan Spermonde. 2, 26–32.

Jang, M., Shim, W.J., Han, G.M., Rani, M., Song, Y.K., & Hong, S.H., 2016. Styrofoam Debris as a Source of Hazardous Additives for Marine Organisms. Environ. Sci. Technol. 50, 4951–4960. https://doi.org/10.1021/acs.est.5b05485

Lippiatt, S., Opfer, S., & Arthur, C., 2013. Marine Debris Monitoring and Assessment. NOAA Tech. Memo. 88.

NOAA, 2016. Report on Marine Debris Impacts on Coastal and Benthic Habitats 26.

NOAA, 2015. Turning the Tide on Trash: A Learning Guide on Marine Debris.

Nontji, A., 1987. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta.

Oktaviana, M., Jompa, J., & Amiruddin, 2014. Kendala dan Strategi Pengelolaan Sampah Pulau Barrang Lompo.

Renwarin, A., Rogi, O.A.H., & Sela, R.L.E., 2015. Studi Identifikasi Sistem Pengelolaan Sampah Permukiman di Wilayah Pesisir Kota Manado. Spasial 2, 79–89.

Thompson, R.C., Olson, Y., Mitchell, R.P., Davis, A., Rowland, S.J., John, A.W.G., McGonigle, D., & Russell, A.E., 2004. Lost at Sea: Where Is All the Plastic? Science (80-.). 304, 838. https://doi.org/10.1126/science.1094559

Downloads

Published

2021-08-07

How to Cite

Rafsanjani, Shinta Werorilangi, Wasir Samad, Amran Saru, & Ahmad Faizal. (2021). Identifikasi Sampah Laut Terapung (Floating Marine Debris) Berdasarkan Pola Musim di Perairan Pulau Barranglompo, Kota Makassar. Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan, (8). Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/proceedingsimnaskp/article/view/14946