TRADISI SAYAN SEBAGAI PEREKAT SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA
The Sayan Tradition as a Bond of Social Solidarity in Rural Communities
Downloads
Tradisi Sayan merupakan bentuk gotong royong dimana masyarakat membantu pembangunan rumah salah satu warga tanpa menerima imbalan finansial, dengan dasar prinsip timbal balik. Di tengah masyarakat Jawa, tradisi ini berfungsi sebagai upaya mempererat solidaritas antarwarga. Masyarakat Dusun Cangkring terus melestarikan praktik ini hingga saat ini karena diyakini mencerminkan hubungan kekeluargaan yang mendalam di antara anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan mendeskripsikan peran Tradisi Sayan sebagai perekat solidaritas masyarakat, terutama ketika ada warga yang hendak membangun rumah. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menggali esensi solidaritas sosial melalui pengumpulan data yang dilakukan secara mendalam dengan wawancara dan studi pustaka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tradisi Sayan di Dusun Cangkring merupakan wujud nyata dari konsep solidaritas sosial seperti yang diuraikan oleh Durkheim. Tradisi ini berperan sebagai perekat hubungan sosial yang memberikan stabilitas dan keharmonisan antarpribadi serta berfungsi sebagai fondasi kuat bagi persatuan dan solidaritas di antara warga. Dengan mempertahankan tradisi tersebut, masyarakat tidak hanya berhasil membangun komunitas yang harmonis dan penuh kasih, tetapi juga melestarikan akar budaya, merawat warisan leluhur, dan memastikan nilai-nilai tradisional tetap hidup dalam keseharian.





