PENANGGULANGAN KERUSAKAN PANTAI TERDAMPAK EROSI DENGAN PEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH

Penulis

  • Cahyo Nur Rahmat Nugroho
  • Agustia A Larasar Balai Litbang Pantai, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kem. PUPR
  • Puty P Mathilda Balai Litbang Pantai, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kem. PUPR
  • R.Indra Gemilang Balai Litbang Pantai, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kem. PUPR
  • Dede M. Sulaiman Balai Litbang Pantai, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kem. PUPR

Abstrak

Keberhasilan penerapan bangunan Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR), di luar syarat batas dan kriteriadesain struktur tersebut, sangat ditentukan oleh tata letak pemasangannya, yang meliputi tata letak vertikal danhorizontal. Tata letak vertikal terkait dengan posisi elevasi puncak struktur PEGAR terhadap permukaan laut, baikuntuk permukaan air laut rata-rata maupun untuk permukaan air laut tertinggi. Tata letak horizontal berkaitan denganpenempatan PEGAR dalam hal jarak optimal dari pantai ke posisi PEGAR, panjang struktur, dan lebar celah antaraPEGAR. Ketiga parameter ini menentukan limpasan dan terperangkapnya sedimen di belakang struktur ambangrendah tersebut. Makalah ini menyajikan ringkasan pengalaman lapangan yang berguna untuk pengembangan PEGARsebagai salah satu metode perlindungan pantai yang effektif. Tujuan pengembangan struktur ambang rendah ini adalahantara lain untuk membuat konsep pedoman pelaksanaan PEGAR sebagai struktur pantai yang disukai yang berlakuuntuk semua jenis bahan yang biasa digunakan dalam struktur perlindungan pantai.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-09-17

Terbitan

Bagian

Kebencanaan Pantai dan Lingkungan Laut