Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang terjadi di Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Prevalensi kejadian diare berubah setiap tahunnya namun pada tahun 2021 kejadian diare mencapai 88 kasus dan pada tahun 2022 mencapai 72 kasus tercatat dari Januari - Mei. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan faktor perilaku dengan kejadian diare pada masyarakat Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel pada penilitian ini yaitu sebanyak 95 responden diambil dari masyarakat Kecamatan Bola yang pernah berkunjung di Puskesmas Solo dan terdiagnosa baik suspek maupun terkonfirmasi diare pada kurung waktu Januari – Juni 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.  Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bola Kabupaten Wajo yang dilakukan pada Agustus – September 2022. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Uji chi-square menunjukkan variable kualitas fisik air bersih (p=0,065), kondisi tempat sampah (p=0,000), kondisi jamban keluarga (p=0,337), kebiasaan memasak air sebelum digunakan (p=0,091) dan kebiasaan mencuci tangan (p=337). Ada hubungan antara variabel kondisi tempat sampah dengan kejadian diare dan tidak ada hubungan antara variabel kualitas fisik air bersih, kondisi jamban, kebiasaan memasak air dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini yaitu kondisi tempat sampah dengan nilai OR : 9,067 (95% ci : 3,117 – 25,872) p = 0,000. Kesimpulan: Kondisi tempat sampah memiliki hubungan dengan kejadian diare pada Masyarakat Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Diharapkan kepada masyarakat untuk memperhatikan kondisi tempat sampah dengan mengganti dengan tempat sampah yang memiliki penutup

Keywords

Diare Faktor Lingkungan Faktor Perilaku

Article Details

Author Biographies

Nirmala Sari, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Ruslan La Ane, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Syamsuar Manyullei, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

How to Cite
Sari, N., Ane, R. L., & Manyullei, S. (2023). ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT. Hasanuddin Journal of Public Health, 4(1), 85–99. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i1.25729

References

  1. Rahmawati A. Pemberian Asi Eksklusif dan Status Gizi Serta Hubunganya Terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat. Jurnal Kesehat kesehatan. 2019;10(1):105–14.
  2. Karnadi. Hubungan Antara Tempat Penyaluran Tinja Rumah Tangga, Jarak Sumber Air Bersih, dan Kebiasaan Pemakaian Sabun dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bojongsari Kota Depok Tahun 2021. 2022;01(10):380–393.
  3. Hartati S, Nurazila N. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Jurnal Endur. 2018;3(2):400.
  4. Katiandagho D, Darwel. Hubungan Penyediaan Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Mala Kecamatan Manganitu Tahun 2015. Jurnal Sehat Mandiri. 2019;14(2):64–78.
  5. Iryanto AA, Joko T, Raharjo M. Literature Review : Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2021;11(1):1–7.
  6. Keman S. Buku Dasar Kesehatan Lingkungan. 1st ed. Airlangga university press; 2022. 432 p.
  7. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum. In: Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia. 2017. p. 1–20.
  8. Zara N, Fitriany J. Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Pasir. J Ilm Sains, Ekon Sos dan Budaya. 2021;5(2):17–21.
  9. Rimbawati Y, Surahman A. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita. Jurnal ’Aisyiyah Medan. 2019;4:189–198.
  10. Rau MJ, Novita S. Pengaruh Sarana Air Bersih Dan Kondisi Jamban Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tipo. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;12(1):110–126.
  11. Sari M, Mahyuddin, Simarta MM, Susilawaty A, Wati C, Munthe SA, et al. Kesehatan Lingkungan Perumahan [Internet]. Matondang ZA, editor. Yayasan Kita Menulis; 2020. 222 p. Availablefrom:https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=TDgNEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR13&dq=masalah+kesehatan+lingkungan+perumahan&ots=pzGKv2I_Uv&sig=oalT0dELuAemJlCVeclr698FNhM&redir_esc=y#v=onepage&q=masalah kesehatan lingkungan perumahan&f=false
  12. Duwila F, Trijoko, D HL, Y.D NA. Pemetaan Sanitasi Dasar dengan Penyakit Diare pada Masyarakat Desa Pesisir Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Tahun 2018. 2018;6:199.
  13. Sahani W, Inayah, Syamsuddin. Implementasi Pilar 1 dan pilar 3 STBM dalam Menurunkan Kejadian Stunting. Fidayanti, editor. Vol. 4, Nas Media Pustaka.; 2023. 88–100 p.
  14. Aolina D, Sriagustini I, Supriyani T. Hubungan antara Faktor Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Masyarakat di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya pada Tahun 2018. Jurnal Penelitian dan Pengemb Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2020;1(1):38–47.
  15. Syamsul M, Yermi, Ningrum PT, Yuhanah, Ayu PD, Zamzani I, et al. Pengantar Kesehatan Masyarakat. Insania; 2021. 204 p.
  16. Simatupang M, Winda D, Jonni G. Behavior Towards The Incidence Of Diarrhea In Toddlers At The Lahusa Health Center, Lahusa District, South Nias Regency In 2020. Sci Midwifery. 2020;9(1):275–280.
  17. Dewi Ratnasari DR, Patmawati P. Hubungan Tindakan Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. J-KESMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;5(1):9.
  18. Adha N, Izza FN, Riyantiasis E, Pasaribu AZ, Amalia R. Pengaruh Kebiasaan Mencuci Tangan Terhadap Kasus Diare Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2021;2(2):112–119.
  19. Asda P, Sekarwati N. Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Kejadian Penyakit Infeksi dalam Keluarga di Wilayah Desa Donoharjo Kabupaten Sleman. Media Keperawatan Politenik Kesehatan Makassar. 2020;11(2):38. Saputro EA, Yogaswara RR, Erliyanti NK. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Perkotaan (studi kasus kelurahan wonorejo, rungkut, surabaya). Jurnal Abdimas Teknik Kimia. 2020;01(1):6–11.
  20. Kurniawan A, Nurjana MA, Widayati AN. Peran Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Indonesia. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2022;32(1):41–50.

Similar Articles

<< < 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.