Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja dapat mengakibatkan menurunnya kinerja serta dapat menambah tingkat kecelakaan kerja. Kelelahan pada pengendara sangat berpengaruh buruk terhadap konsentrasi berkendara. Menurut WHO setiap 24 detik ada nyawa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Data Korlantas Polri dipublikasikan Kementerian Perhubungan kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 telah menewaskan 25.266 korban jiwa. Sementara jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun lalu sebanyak 10.553 orang, dan korban luka ringan 117.913 orang dengan Kasus kecelakaan lalu lintas yang paling tinggi dengan persentase 73%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pramudi bus di PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling, Besar sampel berjumlah 115 Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan masa kerja (p=0,115), waktu istirahat (p=0,056), usia (p=0,185) dengan kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar, sedangkan variabel status gizi (p= 0,002), motivasi kerja (p=0,000) dan beban kerja (p=0,000) terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Kesimpulan: Pada Pramudi Bus PT. Trans mamminasata Kota Makassar, masa kerja, waktu istirahat, dan usia adalah faktor yang tidak berhubungan, sedangkan status gizi, motivasi kerja, dan beban kerja adalah faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Untuk mengontrol kelelahan kerja, penting juga untuk mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan kerja.

Keywords

Status gizi motivasi kerja beban kerja kelelahan kerja pramudi

Article Details

Author Biographies

Rahmat Ramadhan, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Awaluddin Awaluddin, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

A. Muflihah Darwis, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Ramadhan, R., Awaluddin, A., & Darwis, A. M. (2025). FAKTOR-FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA PRAMUDI BUS TRANS MAMMINASATA DI KOTA MAKASSAR. Hasanuddin Journal of Public Health, 6(1), 33–45. https://doi.org/10.30597/hjph.v6i1.36085

References

  1. 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 [Internet]. Vol. 2. Jakarta; 2009.
  2. 2. Dr. Ir. Yulianus Hutabarat M. Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi. Media Nusa Creative; 2017. 167 p.
  3. 3. Dewi F, Dewi F, Regaletha TAL, Dodo DO, Studi P, Masyarakat K. SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Studi Tentang Kelelahan Kerja pada Pegawai di Laboratorium Pengujian Teknik Bidang Bina Marga Dina Pupr Provinsi NTT Tahun 2022. 2022;1(4):377–86. Available from: https://journal.yp3a.org/index.php/sehatrakyat
  4. 4. Kurniawan IGS. Analisis kelelahan kerja di PT. ABC. Journal Comasie, Universitas Putera Batam. 2021;5;53–61 p.
  5. 5. Mu’minah N. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Sarandi Karya Nugraha Tahun 2020. 2021;260.
  6. 6. Santriyana N. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pembuat Bolu Talas Kujang Di Home Industry Kelurahan Bubulak Tahun 2022. J Mhs Kesehat Masy Univ Ibn Khaldun Bogor. 2022;6(4):2–9.
  7. 7. Waldani D. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kelelahan Pada Pengemudi Bus CV.PO Safa Marwa Sungai Penuh 2019. J Ensiklopedia. 2020;2(3):231–8.
  8. 8. Tuti Hidayah. Faktor-Faktor yang Memengaruh Ketertarikan Masyarakat Terhadap Alat Transportasi Umum Bus Trans Jogja [Internet]. Vol. 8. 2020. Available from: http://dspace.uii.ac.id/123456789/23580
  9. 9. Maulana MR, Nurdalisa. Pengaruh Psikososial Terhadap Risiko Mengemudi Yang Dimediasi Oleh Kelelahan Pada Supir Mini Bus Di Banda Aceh-Langsa. J Ilm Mhs Ekon Manaj Accredit SINTA [Internet]. 2019;4(4):700–14. Available from: http:jim.unsyiah.ac.id/ekm
  10. 10. Insyafia Amalia Khusnul, Cut Alia Keumala Muda, Veza Azteria PH. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Safety Driving Pada Pengemudi BUS AKAP. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. 2021.
  11. 11. Dihni VA. Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Meningkat di 2021, Tertinggi dari Kecelakaan Motor. Databoks [Internet]. 2022;33(1):1–12. Available from: https://databoks.katadata.co.id/transportasi-logistik/statistik/75bad58cd6b1c78/angka-kecelakaan-lalu-lintas-di-indonesia-meningkat-di-2021-tertinggi-dari-kecelakaan-motor
  12. 12. Megaranti SA, Satrya C. Analisis Faktor Risiko Keluhan Fatigue Pada Pramudi BRT (Bus Rapid Transit) dan Non-BRT Transjakarta Tahun 2022. Natl J Occup Heal Saf. 2022;3(2):84–98.
  13. 13. V.A.R.Barao, R.C.Coata, J.A.Shibli, M.Bertolini, J.G.S.Souza. Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan Kelelahan Kerja Sebagai Variabel Intervening pada Pengemudi Bus di Terminal Regional Daya. Braz Dent J. 2022;33(1):1–12.
  14. 14. Nursalim S. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kelelahan Kerja ( Fatigue ) pada Pengemudi Bus Antar Kota Palopo-Makassar. Mega Buana J Noursing. 2022;1(2):73–83.
  15. 15. Jayanti SN, Widjasena B, Ekawati. Hubungan Shift Kerja Dan Durasi Mengemudi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Bus Rapid Transit Koridor I Kota Semarang. J Kesehat Masy [Internet]. 2019;7(4):49–53. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/24268/22013
  16. 16. Arwina Bangun H, Nababan D, Yuliana E. Hubungan Karakteristik Pekerja dan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pemanen Sawit PT. Bakrie. J Endur. 2019;4(3):583.
  17. 17. Anund A, Ihlström J, Fors C, Kecklund G, Filtness A. Factors associated with self-reported driver sleepiness and incidents in city bus drivers. Ind Health. 2016;54(4):337–46.
  18. 18. Suma’mur PK. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: Agung Seto; 2009.
  19. 19. Dewi BM. Hubungan Antara Motivasi, Beban Kerja, Dan Lingkungan Kerja Dengan Kelelahan Kerja. Indones J Occup Saf Heal. 2018;7(1):20.
  20. 20. Nugroho A, Yuantari C, Hartini E. Hubungan Antara Beban Kerja dengan Tingkat Kelelahan pada Petani di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Tahun 2013. Artik Penelit. 2013;1–12.
  21. 21. Lubis MKA. Analisis Beban Kerja Fisik dengan Menggunakan Metode Cardiovascular Load (CVL) pada Lantai Produksi di PT. Tri Bahtera Srikandi PKS Patiluban. 2022;(Cvl). Available from: http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/1281

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.