SENTRALISASI KEKUASAAN DI PARLEMEN: IMPLIKASI DOMINASI SUARA FRAKSI TERHADAP DEMOKRASI PERWAKILAN DI INDONESIA
CENTRALIZATION OF POWER IN PARLIAMENT: IMPLICATIONS OF FACTIONAL VOTE DOMINANCE FOR REPRESENTATIVE DEMOCRACY IN INDONESIA
Kata Kunci:
Supermacy of the Constitution; Constitutional; State Bodies; Check and Balances; Trias PoliticaAbstrak
Penelitian ini mengkaji dominasi suara fraksi dalam pengambilan keputusan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan implikasinya terhadap kualitas demokrasi perwakilan. Praktik sentralisasi kekuasaan di tubuh parlemen melalui fraksi telah mereduksi peran individu anggota DPR sebagai wakil rakyat, karena suara politik mereka kerap ditentukan oleh kebijakan partai. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis berbagai peraturan internal DPR, peraturan perundang-undangan, serta praktik perbandingan dengan sistem legislatif di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme voting berbasis fraksi di Indonesia memperlemah fungsi representasi dan akuntabilitas individu anggota parlemen. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi peran fraksi, penerapan mekanisme conscience vote, dan peningkatan transparansi pemungutan suara sebagai langkah untuk memperkuat demokrasi representatif di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang keras mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi jurnal ini tanpa izin tertulis dari penerbit.
