Identifikasi Komoditas Unggulan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur dengan Menggunakan Metode Location Qetiont (LQ), Shift-Share (SS), dan Analytical Hierarchy Process (AHP)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), tetapi kemiskinan di wilayah ini belum turun secara berarti. Penelitian ini mencoba menjawab dengan menggunakan tiga metode analisis, yaitu Location Quotient (LQ), Shift-Share, dan Analytical Hierarchy Process (AHP), yang diterapkan pada enam komoditas tanaman pangan di tiga desa sampel selama periode 2020–2024. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Desember 2025 di Desa Benus, Sifaniha, dan Ponu dengan melibatkan 15 responden ahli untuk keperluan AHP. Dari hasil LQ, kacang tanah (2,69), jagung (1,51), dan padi (1,08) tercatat sebagai komoditas basis. Menariknya, jagung yang selama ini mendominasi justru menunjukkan pertumbuhan pangsa wilayah negatif (-1,14) berdasarkan Shift-Share, sementara padi tumbuh positif (1,89). Padi ditetapkan sebagai prioritas utama melalui AHP dengan bobot terbesar 0,646 di seluruh desa sampel, dengan sumber daya manusia sebagai faktor pendukung yang paling perlu dibenahi. Penelitian ini memperlihatkan bahwa komoditas dengan produksi terbesar belum tentu yang paling kompetitif, dan di situlah pentingnya menggunakan lebih dari satu pendekatan analisis.
Kata Kunci: Komoditas Unggulan; Location Quotient; Shift-Share; Analytical Hierarchy Process; Timor Tengah Utara.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution LicenseReferensi
Afiyanti, Y. (2008). Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(1), 58–62. https://doi.org/10.7454/jki.v12i1.201
Arsyad, L. (2016). Ekonomi Pembangunan (5th ed.). UPP STIM YKPN.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2025). Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2025. BPS Provinsi NTT.
Bonilla-Cedrez, C., Santos, J. A., & Edreira, J. I. R. (2021). Dryland Farming Systems, Climate Risk, and Agricultural Productivity. Agricultural Systems, 190, 103091. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2021.103091
Dinc, M., Haynes, K. E., & Li, Q. (2003). A Comparative Evaluation of Shift-Share Models and Their Extensions. Australasian Journal of Regional Studies, 9(3), 275–302.
Esteban-Marquillas, J. M. (1972). A Reinterpretation of Shift-Share Analysis. Regional and Urban Economics, 2(3), 249–255. https://doi.org/10.1016/0034-3331(72)90013-4
Harsono, A. (2007). Pengelolaan Kacang Tanah di Lahan Kering. Iptek Tanaman Pangan, 2(1), 39–52.
Hidayat, R., & Darwin, M. (2017). Analisis Sektor Unggulan dalam Pembangunan Ekonomi Regional di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(1), 45–56. https://doi.org/10.23917/jep.v18i1.3852
Isserman, A. M. (1977). The Location Quotient Approach to Estimating Regional Economic Impacts. Journal of the American Institute of Planners, 43(1), 33–41. https://doi.org/10.1080/01944367708977758
Kase, P., Nubatonis, A., & Foeh, D. (2021). Analisis Sektor Unggulan Perekonomian Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Economia, 17(2), 150–162. https://doi.org/10.21831/economia.v17i2.35562
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Basis Data Statistik Pertanian (BDSP). https://bdsp2.pertanian.go.id/bdsp/id/komoditas
Monsaputra, M. (2024). Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Provinsi Sumatera Barat dengan Pendekatan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Eksakta, 4(1), 106–117. https://doi.org/10.47134/trilogi.v4i1.497
Mulyani, A., KVol, D., & Syahbuddin, H. (2014). Percepatan Pengembangan Pertanian Lahan Kering Iklim Kering di Nusa Tenggara. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 187–198.
Mulyono, J., & Munibah, K. (2016). Pendekatan Location Quotient dan Shift Share Analysis dalam Penentuan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Bantul. Informatika Pertanian, 25(2), 221–230.
Mulyono, J., & Munibah, K. (2020). Pengembangan Komoditas Pertanian Unggulan di Wilayah Perbatasan Bengkayang Mendukung Pengembangan Lumbung Pangan. TATALOKA, 22(3). https://doi.org/10.14710/tataloka.22.3
Muta’ali, L. (2015). Teknik Analisis Regional untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM.
Osly, P. J., Ihsani, I., Araswati, F., Ririhena, R. E., & Putri, A. (2020). Analysis of Agricultural Growth Using LQ and Shift-Share Methods (Case Study: Manokwari Regency, Indonesia). Jurnal Infrastruktur, 6(1), 53–58. https://doi.org/10.35814/infrastruktur.v6i1.1388
Porter, M. E. (1998). The Competitive Advantage of Nations. Free Press.
Pribadi, U., Setiawan, B., & Santoso, E. (2020). Analisis Shift-Share dalam Identifikasi Daya Saing Sektor Ekonomi Daerah. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 9(2), 101–112. https://doi.org/10.29244/jekp.9.2.101-112
Priyanto, D., & Diwyanto, K. (2014). Pengembangan Pertanian Wilayah Perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokratik Timor Leste. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 207–220.
Resi, E. R. A., Pangaribuan, R. M., Guntur, R. D., & Ginting, K. B. (2024). Penentuan Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Pangan Menggunakan Metode Location Quotient (LQ) dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Euler: Jurnal Ilmiah Matematika, Sains, Dan Teknologi, 12(1), 96–104.
Richardson, H. W. (1978). Regional and Urban Economics. Penguin Books.
Saaty, T. L. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Yuniarti, R., Hidayat, K., & Saputra, R. (2022). Penggunaan AHP dalam Penentuan Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Daerah. Jurnal Manajemen Agribisnis, 10(2), 89–98. https://doi.org/10.24843/JMA.2022.v10.i02.p02
Zuhdi, F. (2021). Analisis Peranan Sektor Pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agrimor: Jurnal Agribisnis Lahan Kering, 6(1), 34–41.