Probabilitas Adopsi Teknologi Fermentasi Kakao: Peran Literasi, Permodalan, dan Pengalaman Usahatani Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi teknologi fermentasi kakao di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Meskipun biji kakao fermentasi menawarkan nilai tambah ekonomi yang signifikan, tingkat adopsi di lapangan masih dihadapkan pada berbagai kendala struktural dan kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengaplikasikan model regresi logistik biner untuk menguji pengaruh variabel sosio-ekonomi dan kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa probabilitas adopsi dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh tingkat pendidikan, ketersediaan modal bank, ketersediaan modal informal, kemampuan akses informasi, pendapatan usahatani, akses terhadap penyuluhan, dan jumlah tanggungan keluarga. Temuan unik dari studi ini adalah variabel pengalaman usahatani yang memberikan pengaruh negatif signifikan, mengindikasikan tingginya resistensi terhadap inovasi pada petani kawakan yang telah terbiasa dengan pola perputaran modal cepat dari biji mentah. Di sisi lain, umur, kemampuan manajemen teknis, dan stabilitas arus kas tidak terbukti memengaruhi keputusan adopsi secara nyata. Studi ini menyimpulkan bahwa akselerasi hilirisasi kakao di wilayah penelitian memerlukan intervensi kebijakan yang mempermudah akses permodalan terintegrasi dan penguatan intensitas penyuluhan guna merestrukturisasi paradigma bertani yang konvensional.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution License