Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Keracunan Pestisida pada Pekerja di Perusahaan Penyemprot Hama

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30597/mkmi.v16i2.9090

Keywords:

Penyemprot, hama, cholinesterase, APD

Abstract

Industri jasa pest control merupakan salah satu industri dibidang jasa pengendalian hama, terutama yang ada di daerah pemukiman yang menggunakan pestisida yang dapat membahayakan terutama bagi penyemprot hama. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan keracunan pestisida pada pekerja di perusahaan penyemprot hama, Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 30 orang penyemprot hama di PT Zeta Prima Lestari dengan metode total sampling. Analisis secara univariat, bivariat dan uji statistik menggunakan coefficient contingency. Pengukuran kadar serum kolinesterase dilakukan di RS Borromeus Bandung. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar responden berusia 21-30 tahun (63,3%), masa kerja lebih dari 1 tahun sebanyak 43,3%, kebiasaan merokok 70,0%, lama paparan sebagian besar lebih dari 5 jam per hari (90%), masih ada yang tidak menggunakan APD secara lengkap (3,3%) dan IMT responden dalam kondisi kurus dan gemuk sebanyak 26,7%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel penggunaan APD berhubungan dengan kadar serum kolinesterase (p=0,0001), tetapi umur (p=0,573), masa kerja (p=0,245), kebiasaan merokok (p=0,506), lama paparan (p=0,735), IMT (p=0,540) dan kadar Hb (p=0,690) tidak  berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pekerja penyemprot hama yang menggunakan APD dengan lengkap akan lebih terlindungi dari paparan pestisida. Saran yang direkomendasikan adalah perlu dilakukan pengawasan penggunaan APD sebelum bekerja dan pemeriksaan serum kolinesterase secara berkala pada pekerja penyemprot hama.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Gurdani Yogisutanti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung

Researcher and Faculty member of Immanuel School of Health Sciences

References

Rukmana. Hama Tanaman dan Teknik Pengendalian. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.

Budiawan AR. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Cholinesterase pada Petani Bawang Merah di Ngurensiti Pati. Unnes Journal of Public Health. 2014;3(1):1–10.

Samosir K, Setiani O, Nurjazuli N. Hubungan Pajanan Pestisida dengan Gangguan Keseimbangan Tubuh Petani Hortikultura di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2017;16(2):63–9.

Wicaksono AB, Widiyanto T, Subagiyo A. Faktor Internal yang Berhubungan dengan Kadar Enzim Cholinesterase pada Darah Petani Kentang di Gapoktan Al-Farruq Desa Patak Banteng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Tahun 2016. Buletin Kesehatan Lingkungan Masyarakat. 2017;36(3):194–202.

Susilowati DA, Widjanarko B, Adi MS. Behavioral of Spraying Farmer Related to Serum Cholinesterase Levels. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2017;13(4):289–294.

Agustina N, Norfai N. Paparan Pestisida terhadap Kejadian Anemia pada Petani Hortikultura. Majalah Kedokteran Bandung. 2018;50(4):215–221.

Fajriani GN, Aeni SR, Sriwiguna DA. Penggunaan APD Saat Penyemprotan Pestisida dan Kadar Kolinesterase dalam Darah Petani Desa Pasirhalang. Jurnal Media Analis Kesehatan. 2019;10(2):163–170.

Lusiana D, Rozi F. Faktor Penyebab Keracunan Akut Penggunaan Pestisida pada Petani di Desa Ponoragan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Kesmas Wigama. 2015;1(2):60–67.

Ma’arif MI, Suhartono, Yunita NA. Studi Prevalensi Keracunan Pestisida pada Petani Penyemprot Sayur di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4(5):35–43.

Ulva F, Rizyana NP, Rahmi A. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Gejala Keracunan Pestisida pada Petani Penyemprot Pestisida Tanaman Holtikultura di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. 2019;19(3):501–503.

Herdianti. Hubungan Lama, Tindakan Penyemprotan, dan Personal Hygiene dengan Gejala Keracunan Pestisida. Promotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;8(1):72–77.

Samosir K, Setiani O. Hubungan Pajanan Pestisida dengan Gangguan Keseimbangan Tubuh Petani Hortikultura di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2017;16(2):63–69.

Entianopa, Santoso E. Faktor yang Berhubungan dengan Paparan Pestisida pada Pekerja Chemis (Penyemprotan). Journal Endurance. 2016;1(2):88–93.

Istianah, Yuniastuti A. Hubungan Masa Kerja, Lama Menyemprot, Jenis Pestisida, Penggunaan APD dan Pengelolaan Pestisida dengan Kejadian Keracunan pada Petani di Brebes. Public Health Perspective Journal. 2018;2(2):117–123.

Marisa, Pratuna ND. Analisa Kadar Cholinesterase dalam Darah dan Keluhan Kesehatan pada Petani Kentang Kilometer XI Kota Sungai Penuh. Jurnal Kesehatan Perintis. 2018;5(1):1–7.

Yuantari MGC, Budi Widianarko B, Sunoko HR. Analisis Risiko Pajanan Pestisida terhadap Kesehatan Petani. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015;10(2):239–245.

Illyassou KM, Illa M, Adamou R, Maitournam A, Baoua A. Risk Assessment and Cholinesterase Monitoring for Workers Exposed to Plant Protection Products in Locust Control in Niger. Research Journal of Science and Technology. 2018;10(1):40–51.

WHO. Sound Management of Pestisicedes Diagnosis and Treatment of Pesticide Poisoning. 2006.

Rustia HN, Wispriyono B, Susanna D, et al. Lama Pajanan Organofosfat terhadap Penurunan Aktivitas Enzim Kolinesterasi dalam Darah Petani Sayuran. Makara Kesehatan. 2010;14(2):95–101.

Tampudu S, Russeng Syamsiar S, Rahim MR. Kadar Cholinesterase Darah Petani Penyemprot Pestisida di Desa Minasa Baji Kab. Maros. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2010;6(2):102–107.

Marisa M, Arrasyid AS. Pemeriksaan Kadar Pestisida dalam Darah Petani Bawang Merah di Nagari Alahan Panjang. Journal of Sainstek. 2018;9(1):14-18.

Downloads

Published

2020-06-29

Issue

Section

Articles