PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG

Authors

  • Maria Fransisca Andanti STIAB Smaratungga
  • Sutikyanto STIAB Smaratungga
  • Paksi Rukmawati STIAB Smaratungga
  • Abhinna Aditya STIAB Smaratungga

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.36737

Keywords:

Kuda lumping, Community development, Art based on religious values and local wisdom

Abstract

Kuda Lumping has long been an integral part of the cultural identity of the people in Gandon Hamlet. However, no practices or performances had taken place since 2010. This community service program aimed to revitalize Kuda Lumping performances through the Sedyo Maju Utomo group, a traditional art troupe based in Temanggung, Central Java. The focus was on enhancing the group's capabilities in performing and managing Kuda Lumping art based on Buddhist values and local wisdom. The program was carried out in three stages, inspired by Javanese cultural concepts: Purwa (preparation), Madya (implementation), and Wasana (evaluation). The Purwa stage included preparation of human resources, equipment, and performance elements. The Madya stage involved training and rehearsal of the performance. The Wasana stage focused on evaluating the activity and planning for future performances. The program also adopted a community development approach aimed at fostering individual and collective growth through improved skills, knowledge, and empowerment. The results showed that Sedyo Maju Utomo successfully delivered a Kuda Lumping performance incorporating Buddhist and local wisdom values. Furthermore, the group demonstrated the ability to manage performance aspects such as choreography, music, instruments, and stage properties. Nevertheless, continued mentoring in organizational management is recommended to support the group’s ongoing development and sustainability.   ---   Kuda lumping telah menjadi seni budaya yang mendarah daging dalam kehidupan di masyarakat Dusun Gandon. Namun, sayang, kegiatan pertunjukan dan latihan telah terhenti sejak tahun 2010. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pertunjukan kuda lumping yang ditampilkan oleh kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo dengan berfokus pada pengembangan keterampilan pertunjukan kuda lumping berbasis nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal serta pengembangan keterampilan pengelolaan pertunjukan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan mengadaptasi nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam tahapan kegiatan, yakni Purwa, Madya, dan Wasana. Purwa merupakan tahap penyiapan SDM, peralatan pendukung, dan pertunjukan. Madya merupakan tahap uji coba pertunjukan dan pelatihan. Sedangkan, Wasana merupakan tahap evaluasi kegiatan dan perencanaan kegiatan lanjutan. Kegiatan pengabdian juga mengadaptasi konsep community development yang menyasar perkembangan individu dan komunitas melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan keberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo mampu menampilkan pertunjukan kuda lumping mereka dengan pendekatan nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal. Selain itu, kelompok ini pun mampu mengelola pertunjukan kuda lumping dengan mempersiapkan koreografi tarian, iringan, peralatan, dan properti pertunjukan. Meskipun demikian, diperlukan kegiatan pendampingan lanjutan terhadap pengelolaan organisasi agar kelompok kesenian kuda lumping ini dapat mengembangkan keterampilan dan pertunjukan mereka.

References

Amir, F., & Wrahatnala, B. (2022). Struktur dan Bentuk Gending Reog Ponorogo. Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi, 22(2), 118-131.

https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg/article/view/4449/pdf

Hardiarini, C., & Firdhani, A.M. (2022). Kesenian Kuda Lumping: Tinjauan Studi Multiperspektif. Indonesian Journal of Performing Art Education, 2(1), 15-19.

Indriyani, P.D. (2022). Nilai-nilai Religius dalam Kesenian Tradisional Masyarakat Banjar. Indonesian Journal of Performing Art Education, 2(1), 1-4.

https://doi.org/10.24821/ijopaed.v2i1.6171

Irawan, Y.R. (2016). Lagu Slompret-slompret sebagai Pemicu Trance pada Penari Jaran Kepang Turonggo Seto di Desa Tlompakan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Jurnal Seni Musik, 5(2), 23-29.

https://doi.org/10.15294/jsm.v5i2.10666

Kenny, S., & Connors, P. (2017). Developing Communities for the Future (5th ed.). Melbourne: Cengage Learning Australia.

https://books.google.co.id/books?id=BOOyDAEACAAJ&printsec=copyright&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Rachmawati, S., & Hartono. (2019). Kesenian Kuda Lumping di Paguyuban Genjiring Kuda Lumping Sokoaji: Kajian Enkulturasi Budaya. Jurnal Seni Tari, 8(1), 59 – 68.

https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/article/view/30418/13718

Rondhi, M. (2017). Apresiasi Seni dalam Konteks Pendidikan Seni. Imajinasi: Jurnal Seni, 11(1), 9-18.

https://doi.org/10.15294/imajinasi.v11i1.11182

Rondhi, M. (2014). Fungsi Seni bagi Kehidupan Manusia: Kajian Teoritik. Imajinasi: Jurnal Seni, 8(2), 115-128.

https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/article/download/8872/5811

Rukmorini, R. (2019, August 19). Gairah Jaran Kepang Temanggung. Kompas.

https://interaktif.kompas.id/baca/gairah-jaran-kepang-temanggung/

Simatupang, G.R.L.L. (2010). Seni dan Agama.

https://repositori.kemdikbud.go.id/1119/1/Seni_dan_Agama-Lono.pdf

Subqi, I. (2020). Nilai-nilai Sosial Religius dalam Tradisi Meron di Masyarakat Gunung Kendeng Kabupaten Pati. Heritage: Journal of Social Studies, 1(2), 171-184.

https://repositori.kemdikbud.go.id/1119/1/Seni_dan_Agama-Lono.pdf

Sumaryono. (2016). Antropologi Tari dalam Prespektif Indonesia. Yogyakarta: Media Kreativitas.

Utina, U.T. (2022). Nilai Etika dan Religi pada Pertunjukan Tayub di Lingkungan Masyarakat Petani Klopoduwur Kabupaten Blora. Widyadharma: Prosiding Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, 1(1), 135-143.

https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2213/1574

Widiyaningrum, P., Setiati, N., Indriyanti, D.R., & Lisdiana, (2024). Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pengelolaan Sampah Organik Berorientasi Profit. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 47-55.

https://doi.org/10.20956/pa.v8i1.21958

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Andanti, M. F., Sutikyanto, Rukmawati, P., & Abhinna Aditya. (2025). PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(3), 592–601. https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.36737

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.