MERAIH FINANCIAL FREEDOM MELALUI KEMANDIRIAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) KOTA PASURUAN
DOI:
https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.42934Keywords:
Sandwich generation, financial freedom, fintech, PEKKAAbstract
The PEKKA organization is a forum for women who have assumed the role of family head following the loss, abandonment, or divorce from their husbands, aiming to empower these women economically and break the cycle of the sandwich generation. This initiative focuses on improving family financial planning literacy, digital finance (fintech) skills, and understanding the rights and obligations of women as both workers and household leaders, thereby setting the stage for future financial independence. Targeting PEKKA member mothers in Pasuruan City, particularly in the Panggungrejo District, the program was executed as a one-day event divided into two sessions. Pre-event assessments indicated that 75% of the mothers lacked a proper understanding of family financial planning, while 50% were not well-versed in fintech concepts, including its types, uses, and risks. To address these gaps, the training employed a comprehensive approach combining lectures, discussions, and practical exercises. As a result, participants gained a clearer understanding of managing their family finances, evaluating their financial health, and utilizing digital financial tools like e-wallets. Furthermore, the program underscored the potential risks of perpetuating the sandwich generation, thereby equipping these women with essential skills and knowledge to secure a more stable and independent financial future for themselves and their families. ---
Organisasi PEKKA merupakan wadah para perempuan yang telah mengambil alih tugas pria sebagai kepala keluarga. Keberadaan mereka akibat kematian suami, perceraian bahkan karena kepergian suami yang tanpa sebab. Penguatan perekonomian para perempuan ini menjadi cara memutus rantai generasi sandwich yang bisa terjadi karena kegagalan pengelolaan keuangan orang tua. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan literasi terkait perencanaan keuangan keluarga, keuangan digital (fintech) serta hak dan kewajiban perempuan sebagai pekerja dan kepala keluarga. sebagai upaya mewariskan generasi yang meraih financial freedom di masa depan. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah ibu anggota PEKKA kota Pasuruan khusus yang berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam satu hari yang dibagi dalam 2 sesion acara. Berdasarkan pre test yang dilakukan sebelum kegiatan diperoleh data sebanyak 75% ibu-ibu masih belum memahami secara benar bagaimana merencanakan keuangan keluarga, 50% ibu-ibu masih belum mengenal keuangan digital (fintech) baik dari sisi macam, penggunaannya serta resikonya. Metode yang digunakan terdiri dari 2 tahap yaitu ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan praktik. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah ibu-ibu peserta pengabdian memahami bagaimana merencanakan keuangan keluarga serta melihat kesehatan keuangannya, penggunaan financial technologi (fintech) seperti e-wallet. Melalui kegiatan ini pula ibu-ibu anggota PEKKA ini memahami bahaya keberadaan generasi sandwich untuk generasi berikutnya.
References
Arifin, M. (2024). Pemkot Pasuruan Edukasi Perempuan Kepala Keluarga Tak Tergiur Pinjol. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7342537/pemkot-pasuruan-edukasi-perempuan-kepala-keluarga-tak-tergiur-pinjol
Dinkominfo, D. (2021). Buka Sosialisasi PEKKA, Gus Ipul Pemkot Punya Program “Tumpuan” untuk Memberdayakan Perempuan. https://kominfo.pasuruankota.go.id/2021/11/11/buka-sosialisasi-pekka-gus-ipul-pemkot-punya-program-tumpuan-untuk-memberdayakan-perempuan/
Effendi, N., Budiono, B., Priyono, A. F., Ervani, E., Sapulette, Mm. S., & Dewi, V. I. (2022). Pelatihan Literasi Keuangan Digital kepada Pengusaha Mikro di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. LP2M Universitas Hasanudin, 6(1), 81–90.
Kurniawan, B., Wahyuni, S., & Valentina, T. (2019). The influence of digital payments on public spending patterns. Journal of Physics: Conference Series. 4th Annual Applied Science and Engineering Conference. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1402/6/066085
Litamahuputty, J. V., & Sipakoly, S. (2024). peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui program edukasi dan pelatihan keuangan. Community Development, 5(2), 3640–3646. https://doi.org/10.33086/cdj.v5i2
OCBC NISP, (2023). Kenali Apa Itu Literasi Keuangan, Tingkatan dan Pentingnya. https://www.ocbc.id/id/article/2021/07/15/literasi-keuangan
Pekka, Y. (2020). Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga. https://pekka.or.id/latar-belakang/
Rahmat, S., Nurdiana, N., Hasan, M., Nurjannah, N., & S, R. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan Pelaku Usaha Tani di Kota Makassar. Jurnal Ideaspublishing, 9(1), 317–324. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i1.1120
UUD 1945, pasal 28D ayat 2, Pub. L. No. pasal 28D ayat 2.
Yushita, A. N. (2017). pentingnya literasi keuangan bagi pengelolaan keuangan pribadi. Jurnal Nominal, 6(1), 11–26. https://doi.org/10.21831/nominal.v6i1.14330
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eni Erwantiningsih, Dwi Budiarti, Widya Puspita, Putri Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







