Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Bahaya kerja (work hazard) merupakan potensi kerugian yang akan selalu berada di sekitar pekerja saat mengerjakan pekerjaan. Sumber potensi kerugian ini berasal dari interaksi antar unsur produksi, seperti manusia, peralatan, material/bahan, proses produksi dan metode/prosedur yang digunakan dalam melakukan pekerjaan. Menurut laporan BPJS Ketenagakerjaan (2023), angka kecelakaan kerja sepanjang Januari-November 2022 sebanyak 265.334 kasus. Jumlah ini naik 13,26% dibanding sepanjang tahun 2021 dengan besaran 234.270 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama waktu kerja, unsafe action, unsafe condition, dan pelatihan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan sampel sebanyak 23 sampel untuk kelompok kasus dan 46 sampel untuk kelompok kontrol. Menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Uji statistik menunjukkan usia (p-value 0,048), masa kerja (p-value 0,000), unsafe action (p-value 0,000), unsafe condition (p-value 0,030) dan pelatihan (p-value 0,041) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Sedangkan pendidikan (p-value 0,573) dan lama waktu kerja (p-value 0,511) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Faktor risiko dominan terhadap kecelakaan kerja selama sepuluh tahun terakhir di bagian produksi PT. X adalah unsafe action dengan signifikansi 0,001. Kesimpulan: Pekerja diharapkan lebih mawas diri ketika melakukan pekerjaan agar tidak melakukan unsafe action. Faktor risiko yang berhubungan dengan kecelakaan kerja harus mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan.

Keywords

Faktor risiko Kecelakaan kerja

Article Details

Author Biographies

Tiara Maharani Nur Hiliyatin Nisaa Abastian, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Yahya Thamrin, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Atjo Wahyu, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Abastian, T. M. N. H. N., Thamrin, Y., & Wahyu, A. (2024). ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. X. Hasanuddin Journal of Public Health, 5(1), 84–98. https://doi.org/10.30597/hjph.v5i1.34872

References

  1. Setiyoso A, Oesma TI, Yusuf M. Analisis Potensi Kecelakaan Akibat Kerja Menggunakan Job Safety Analysis (JSA) Dengan Pendekatan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Jurnal REKAVASI. 2019;7(1):1–7. https://ejournal.akprind.ac.id/index.php/rekavasi/article/view/1329/1044
  2. Nur M, Sofian, Suherman, Masari A. Usulan Perbaikan Sistem Keselamatan Kerja Karyawan Bagian Produksi Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus : PT. XYZ). Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN). 2020;3(2). https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jutin/article/view/1350/1025
  3. Ilmansyah Y, Mahbubah NA, Widyaningrum D. Penerapan Job Safety Analysis Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Dan Perbaikan Keselamatan Kerja Di PT Shell Indonesia. Profisiensi. 2020;8(1):15–22.
  4. Mahawati E, Fitriyatinur Q, Yanti CA, Rahayu PP, Aprilliani Cici, Chaerul M, et al. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Industri. 2021.
  5. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970. Tentang Keselamatan Kerja. https://jdih.esdm.go.id/peraturan/uu-01-1970.pdf
  6. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Tentang Ketenagakerjaan. 2003;
  7. Internasional Labour Organization (ILO). 2018;
  8. BPJS Ketenagakerjaan. RI Alami 265.334 Kasus Kecelakaan Kerja hingga November 2022. 2023. https://dataindonesia.id/tenaga-kerja/detail/ri-alami-265334-kasus-kecelakaan-kerja-hingga-november-2022
  9. 9. Zaenab, Ahmad H, Nurwalasriani. Analisis Faktor Risiko Nyeri Punggung Pada Pembuat Batu Bata Di Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. 2023;18(1):56–65. https://doi.org/10.32382/medkes.v18i1
  10. Nita R, Is JM, Fahlevi MI, Yarmaliza. Analisis Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Perabot Kayu Di Dunia Perabot Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurmakemas. 2022;2(1):148–68.
  11. Bird F. Practical Loss Control Leadership. 1986.
  12. Bird, Germain. Practical Loss Control Leadership Ed. 2. 1992.
  13. McKinnon RC. Cause, Eff ect, and Control of Accidental Loss with Accident Investigation Kit. 2000.
  14. Yudhawan YV, Dwiyanti E. Hubungan Personal Factors Dengan Unsafe Action Pada Pekerja Pengelasan Di PT DOK Dan Perkapalan Surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mediahusada. 2017;6(7).
  15. Heinrich HW. Industrial Accident Prevention: A Safety Management Approach. 1980.
  16. Ekasari LE. Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Pengoperasian Container Crane Di PT X Surabaya Tahun 2013–2015. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2017;6(1):124.
  17. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan . 2010.
  18. Ulya LL, Wahyuningsih AS. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Pijar Sukma Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023;11(2):153–9.
  19. Irawanti Y, Novianus C, Setyawan A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pelaporan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi PT X Tahun 2020. JK3L. 2021;2(1):55–63.
  20. Shiddiq S, Wahyu A, Muis M. The Relationship Between Employee’s Perception of Occupational Safety and Health and Unsafe Work Behavior in the Production Unit IV of PT. Semen Tonasa. 2014;110–6. https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/501/314
  21. Suherdin S, Sutriyawan A. Kecelakaan Kerja Berdasarkan Loss Causation Model Pada Industri Informal Pengelasan. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health. 2023;7(2):151–66.
  22. Tanjung R, Syaputri D, Rusli M, Sinaga J, Manalu SM, Bambang THT, et al. Analisis Faktor Kecelakaan Kerja pada Pekerja Usaha Bengkel Las. Formosa Journal of Science and Technology. 2022;1(5):435–46.
  23. Maulana MA, Harianto F, Alrizal FF, Listyaningsih D. Pengaruh Stres Tenaga Kerja Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Di Surabaya Yang Dimoderasi Usia, Pendidikan dan Pengalaman Kerja. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa. 2022;11(1):122–6.
  24. Iqbal M, Kamaludin A. Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Pertambangan. Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L). 2021;02(1):64–70.
  25. Tafui MA, Roga AU, Hinga IAT. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Dan Penyakit Akibat Kerja Pada Nelayan Pencari Teripang Di Kelurahan Namosain Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat. 2021;3(3):322–30.
  26. Suma’mur. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. 12th ed. 2014 [cited 2023 Apr 22]. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=8799
  27. Asilah N, Yuantari MC. Analisis Faktor Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Tahu. JPPKMI. 2020;1(1):1–10.
  28. Rusila Y, Edward K. Hubungan Antara Umur, Masa Kerja dan Beban Kerja Fisik Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara Di Yogyakarta. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat. 2022;1(1):39–49.
  29. Tarwaka. Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. 2008.
  30. Storbakken R. An Incident Investigation Procedure For Use In Industry. 2002.
  31. Anderson B. Stretching in the Office. Serambi Ilmu Semesta; 2010.
  32. Gabriel J, Peretemode, Dinges D. Industriala Fatigue: A Workman’s Great Enemy. 2018;
  33. Irkas AUD, Fitri AM, Purbasari AAD, Pristya TYR. Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Mebel. Jurnal Kesehatan. 2020. http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK
  34. Toft Y, Dell G, Klockner KK, Hutton A. Models Causation: Safety – OHS Body of Knowledge. Victoria, Australia: Safety Institute of Australia Ltd; 2012.
  35. Azwar S. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. 2013.
  36. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.
  37. Reich T, Hershcovis, Sandy M. Interpersonal Relationships at Work. APA Handbook of Industrial and Organizational Psychology. 2011;3.
  38. Kristiawan R, Abdullah R. Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Area Penambangan Batu Kapur Unit Alat Berat PT. Semen Padang. Jurnal Bina Tambang. 2020;5(2):11–21.
  39. Mora Z, Suharyanto A, Yahya M. Effect of Work Safety and Work Healthy Towards Employee’s Productivity in PT. Sisirau Aceh Tamiang. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences. 2020;3(2):753–60.
  40. Khoshnava SM, Rostami R, Zin RM, Mishra AR, Rani P, Mardani A, et al. Assessing the impact of construction industry stakeholders on workers’ unsafe behaviours using extended decision making approach. Autom Constr. 2020;118:103162.
  41. Statt DA. Using Psychology In Man-agement Training: The Psychological Foundations Of Management Skills. London; 2000.
  42. Astuti R, Zaenab. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Di Pabrik Gula Bone Arasoe. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat. 2019;19(2):292–9.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>