Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kualitas udara dalam ruangan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pasien, pengunjung, serta petugas. Ruang tunggu puskesmas merupakan area berisiko mengalami pencemaran mikrobiologis udara karena digunakan oleh banyak orang dalam ruang terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kuman udara sebagai indikator kualitas udara di ruang tunggu Puskesmas Tampapadang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan analisis korelasi eksploratif. Sampel berupa udara ruang tunggu yang diambil selama tiga hari pengukuran pada bulan Juni 2025 pukul 10.00 WITA menggunakan teknik volumetric air sampling dengan microbiological air sampler. Parameter yang diukur meliputi angka kuman udara, suhu, kelembapan, pencahayaan, luas ventilasi, dan kepadatan hunian. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap baku mutu yang berlaku, serta uji Spearman untuk melihat kecenderungan hubungan antarvariabel. Hasil: Rata-rata angka kuman udara adalah 90 CFU/m³ dan masih memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, yaitu kurang dari 180 CFU/m³. Namun, parameter fisik lingkungan belum memenuhi syarat, meliputi suhu 31,2°C, kelembapan 26,67%, pencahayaan 85,6 lux, luas ventilasi 0,27 m², dan kepadatan hunian (luas ruang per orang) 0,28–0,41 m²/orang. Hasil uji Spearman menunjukkan kecenderungan hubungan antara parameter fisik lingkungan dan angka kuman udara, tetapi perlu ditafsirkan hati-hati karena jumlah pengukuran terbatas. Kesimpulan: Angka kuman udara masih memenuhi standar, tetapi kondisi fisik ruang tunggu belum optimal. Perbaikan ventilasi, pengaturan jumlah pengunjung, dan pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas udara ruang tunggu puskesmas.

Keywords

Angka kuman kualitas udara dalam ruangan puskesmas ruang tunggu

Article Details

Author Biographies

Fahrul Islam, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Yonan Yonan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Abdul Ganing, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Haeranah Ahmad, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

How to Cite
Islam, F., Yonan, Y., Ganing, A., & Ahmad, H. (2026). ANGKA KUMAN UDARA SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS UDARA DI RUANG TUNGGU PUSKESMAS. Hasanuddin Journal of Public Health, 7(2), 125–137. https://doi.org/10.30597/hjph.v7i2.50308

References

  1. Sulistya AD, Suhartono S, Dharminto D. Studi tentang Angka Kuman Udara di Ruang Operasi RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;5(5):451–461. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/19167
  2. Chawla H, Anand P, Garg K, Bhagat N, Varmani SG, Bansal T, et al. A Comprehensive Review of Microbial Contamination in the Indoor Environment: Sources, Sampling, Health Risks, and Mitigation Strategies. Frontiers Public Health. 2023 Nov 23;11. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1285393
  3. Tran V Van, Park D, Lee YC. Indoor Air Pollution, Related Human Diseases, and Recent Trends in the Control and Improvement of Indoor Air Quality. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2020;17(8):2927. https://doi.org/10.3390/ijerph17082927
  4. Kumar P, Kausar MA, Singh AB, Singh R. Biological Contaminants in The Indoor Air Environment and Their Impacts on Human Health. Air Quality, Atmosphere & Health. 2021;14(11):1723–1736. https://link.springer.com/10.1007/s11869-021-00978-z
  5. Widodo K, Cahyono T. Pemeriksaan Angka Kuman Udara Ruang di Salah Satu Puskesmas di Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Buletin Keslingmas. 2023;42(1):52–58. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v42i1.9699
  6. Handayani E. Analisis Risiko Mikrobiologi Udara dalam Ruang pada Puskesmas di Kota Semarang. Universitas Diponegoro Semarang; 2020. https://arpusda.semarangkota.go.id/uploads/data_karya_ilmiah/20210728130905-2021-07-28data_karya_ilmiah130456.pdf
  7. Alamer A, Alharbi F, Aldhilan A, Almushayti Z, Alghofaily K, Elbehiry A, et al. Healthcare-Associated Infections (HAIs): Challenges and Measures Taken by the Radiology Department to Control Infection Transmission. Vaccines. 2022;10(12):2060. https://doi.org/10.3390/vaccines10122060
  8. World Health Organization. High-level Messaging on The HAI and AMR Burden. 2025. https://www.who.int/campaigns/world-hand-hygiene-day/key-facts-and-figures
  9. Balasubramanian R, Van Boeckel TP, Carmeli Y, Cosgrove S, Laxminarayan R. Global Incidence in Hospital-Associated Infections Resistant to Antibiotics: an Analysis of Point Prevalence Surveys From 99 Countries. PLOS Medicine. 2023;20(6):e1004178.
  10. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1004178
  11. Ginting DB, Santosa I, Trigunarso SI. Pengaruh Suhu, Kelembaban dan Kecepatan Angin Air Conditioner (AC) Terhadap Jumlah Angka Kuman Udara Ruangan. Jurnal Analis Kesehatan. 2022;11(1):44. https://doi.org/10.26630/jak.v11i1.3183
  12. Islam F, Ahmad H, Askur. Jumlah Bakteri pada Udara Ruang Tunggu Puskesmas. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2022;8(2):314–321. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1109
  13. Rahayu EP, Saam Z, Sukendi S, Afandi D. Kualitas Udara dalam Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Swasta Tipe C Kota Pekanbaru Ditinjau dari Kualitas Fisik. Dinamika Lingkungan Indonesia. 2019;6(1):55. https://dli.ejournal.unri.ac.id/index.php/DL/article/view/7203
  14. Mayasari A, Zulkarnain, Agrina. Analisis Lingkungan Fisik Udara Terhadap Angka Kuman Udara di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2020;13(1):81–89. https://jil.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIL/article/view/7905
  15. Sriatmi A, Yoga Pramana LD. Faktor Lingkungan Fisik dan Dimensi Tangibles Pelayanan Terhadap Niat Kunjungan Ulang ke Puskesmas di Kabupaten Demak. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2022;21(2):235–244. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.235-244
  16. Rifa Imtinan Sode Ali N. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Lingkungan Fisik (Healthscape) terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap RSUP dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2023. Journal of Aafiyah Health Research. 2024;5(1):16–29. https://www.pasca-umi.ac.id/index.php/jahr/article/view/1572
  17. Aini Q. Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanasan Terhadap Viabilitas dan Profil Protein Isolat Staphylococcus Sebagai bahan Vaksin. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2015. http://etheses.uin-malang.ac.id/3227/1/11640022.pdf
  18. Dewi WC, Raharjo M, Wahyuningsih NE. Literatur Review: Hubungan Antara Kualitas Udara Ruang dengan Gangguan Kesehatan pada Pekerja. An-Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021 Jun 30;8(1):88. https://dx.doi.org/10.31602/ann.v8i1.4815
  19. Myung H, Joung YS. Contribution of Particulates to Airborne Disease Transmission and Severity: A Review. Environmental Science & Technology. 2024;58(16):6846–6867. https://doi.org/10.1021/acs.est.3c08835
  20. Rai S, Singh DK, Kumar A. Microbial, Environmental and Anthropogenic Factors Influencing the Indoor Microbiome of the Built Environment. Journal of Basic Microbiology. 2021;61(4):267–292. https://doi.org/10.1002/jobm.202000575
  21. Chen X, Kumari D, Achal V. A Review on Airborne Microbes: The Characteristics of Sources, Pathogenicity and Geography. Atmosphere. 2020;11(9):919. https://doi.org/10.3390/atmos11090919
  22. Andriana Y, Widodo ADW, Endraswari PD. A Correlation between the Number of Airborne Bacteria and Fungi using the Settle Plate Method with Temperature and Relative Humidity at the Clinical Microbiology Laboratory of Dr. Soetomo Regional General Hospital Surabaya, Indonesia. Journal of Pure and Applied Microbiology. 2023;17(2):942–950. https://doi.org/10.22207/JPAM.17.2.24
  23. Pala’langan Y, Islam F, Hairuddin MC. Kualitas Mikrobiologi Udara di Ruang Perawatan Rumah Sakit. Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2023;3(1):7–14. https://doi.org/10.33860/bjkl.v3i1.2407
  24. Pratiwi M, Hidayat, Gafur A. Studi Kualitas Bakteriologis Udara di Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar. Window of Public Health Journal. 2024;5(1):176–186. https://doi.org/10.33096/woph.v5i1.1104
  25. Apriyani A, Wijayanti PEH, Habibi M. Pencahayaan, Suhu dan Indeks Angka Kuman Udara di Ruang Rawat Rumah Sakit TK. IV Samarinda. Jurnal Penelitian Kesehatan “SUARA FORIKES”. 2020;11(2):157-159. http://dx.doi.org/10.33846/sf11211
  26. Fatma F, Ramadhani R. Perbedaan Jumlah Angka Kuman Udara Berdasarkan Hari dalam Ruangan di Puskesmas Guguk Panjang. Human Care Journal. 2020;5(3):777. https://doi.org/10.32883/hcj.v5i3.828
  27. Gumiyarna H. Hubungan Suhu, Kelembapan, dan Pencahayaan Ruangan dengan Mikroba Udara di Ruang Perawatan Rehabilitasi Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat di Lingkungan BNN Kota Cimahi. Jurnal Kesehatan Kartika. 2021;16(2):50-54. https://doi.org/10.26874/jkkes.v16i2.171
  28. Firjatullah MAM, Anggraeni S, Ishak NI. Analisis Lingkungan Fisik Udara dan Angka Kuman Udara di Ruang Rawat Inap Kelas III Rsud Ratu Zalecha Martapura Tahun 2022. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2022;5(12):1653–1658. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i12.2727
  29. Zulfa L, Hidayat H, Syam N. Kondisi Ruangan dengan Kadar Bakteriologis Udara dalam Rawat Inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Window of Public Health Journal. 2022;1528–1539. https://doi.org/10.33096/woph.v2i5.716
  30. Kanan M, Intari LD, Bambang D. Analisis Kesehatan Udara di Rumah Sakit Umum Daerah Banggai Kabupaten Banggai Laut. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal. 2023;14(1):31–40. https://doi.org/10.51888/phj.v14i1.173
  31. Yuliarti OA, Cahyono T, Mulyasari TM. Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kuman Udara di SD Negeri Kecamatan Baturraden. Buletin Keslingmas. 2020;39(1):13–22. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v39i1.4537
  32. Harizon H, Azzahri Isnaeni LM, Lestari RR. Hubungan Kesehatan Lingkungan Rumah terhadap Kejadian TB Paru di UPT BLUD Puskesmas Tambang. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2021;2(4):119–128. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i4.2767
  33. Sikumbang RH, Eyanoer PC, Siregar NP. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Sari Kecamatan Medan Denai. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. 2022;21(1):32–43. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v21i1.196
  34. Nurlaela N, Rudijanto H, Yulianto Y. Faktor Lingkungan Fisik yang Berhubungan dengan Angka Kuman Udara di UPTD Puskesmas Bojongsari Kabupaten Purbalingga Tahun 2022. Buletin Keslingmas. 2022;41(2):92–99. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v41i2.8691
  35. Hidayanti R. Analisis Kualitas Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Global. 2021;4(3):127–134. https://doi.org/10.33085/jkg.v4i3.4902
  36. Vindrahapsari RT. Kondisi Fisik dan Jumlah Bakteri Udara pada Ruangan AC dan Non AC di Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Semarang; 2016. http://repository.unimus.ac.id/51/1/FULLTEXT 1.pdf
  37. Savanti F, Hardiman G, Setyowati E. Pengaruh Ventilasi Alami Terhadap Sick Building Syndrome. ARSITEKTURA: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan. 2019;17(2):211-220. https://doi.org/10.20961/arst.v17i2.30440
  38. Rosyid MR, Sakufa M A. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2023;11(2):76-94. https://doi.org/10.32831/jik.v11i2.457
  39. Syahri A, Nanda M. Hubungan Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Kesehatan dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bandar Khalifah Deli Serdang. El-Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;4(2):1226–1239. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i2.5055
  40. Birawida AB, Daud A, Ibrahim E, Sila N, Khaer A. Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Ditinjau dari Kondisi Lingkungan Fisik pada Masyarakat di Kepulauan Spermonde: Penelitian Observasional. Health Information: Jurnal Penelitian. 2023;15(1):67-77. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i1.820
  41. Hefnita H, Budiyono B, Suhartono S. Hubungan Antara Kualitas Udara dengan Gejala Sick Building Syndrome, Bagaimana Penanggulangannya?: Literature Review. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung. 2023;15(2):528–540. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i2.2395
  42. Islam F, Ahmad H, Akbar F, Khaer A, Suryadi I, Syukri M, et al. Spatio-Temporal Analysis of Tuberculosis Clusters in a Region of Topographic Diversity: A Case Study from West Sulawesi Province, Indonesia. Journal of Public Health Pharmacy. 2025;5(2):383–393. https://doi.org/10.56338/jphp.v5i2.6762
  43. Minarno B, Peristiowati Y. Pengaruh Perubahan Suhu dan Tekanan Udara terhadap Jumlah Koloni Kuman pada Ruang Kamar Operasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD). 2022;8(2):94–99. https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jimed/article/view/8215
  44. Larasati DN, Wahyuningsih AS. Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition. 2023;3(2):159–168. https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i2.61570

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.