PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN MELALUI PENGEMBANGAN TANAMAN MELON EKSOTIK PASCA PANDEMI COVID-19 DI KELOMPOK TANI BORONG TAIPAYA DESA CAMPAGAYA, KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR
DOI:
https://doi.org/10.20956/pa.v9i4.32086Keywords:
Melon, income, farmers, paddy fields, high productivityAbstract
The COVID-19 pandemic that has been going on for three years has had an impact not only on the health sector but also on all sectors of life, including agriculture. Poverty and unemployment rates have increased quite significantly as a result of the COVID-19 pandemic from 2019 to 2022. This increase in poverty rates is a result of the implementation of large-scale social restrictions (PSBB), reducing the general economic activity of the community, thus affecting people's income and consumption. The welfare level of most households in Indonesia has decreased during the crisis caused by the COVID-19 pandemic. The Indonesian government has responded to the crisis caused by this pandemic by issuing various policies aimed at overcoming the impact of the pandemic felt by the community. So that the lives of rural communities are not further affected by the COVID-19 pandemic, training and assistance in the agricultural sector need to be carried out. An agricultural commodity that can support increasing farmers' income is cultivating melons. Melon cultivation has become an important economic activity for the community and many farmers rely on melon harvests as their main source of income. Because melon plants have advantages for cultivation, including: (a) high income potential, (b). Stable Market Demand, (c) Easy to Cultivate, and (d) Increase Land Productivity. Therefore, melon is one of the potential fruit commodities to increase farmer income after the Covid-19 pandemic. Therefore, melon has the advantage of being able to be cultivated in narrow land, including in home yards, its selling value is high, it can be planted all the time, its harvest age is short, around 60-80 days depending on the variety and land, and it is not easily damaged so that its fresh age is longer. --- Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung tiga tahun berdampak terhadap tidak saja pada sektor kesehatan namun semua sektor kehidupan termasuk bidang pertanian. Angka kemiskinan dan pengangguran naik cukup signifikan sebagai imbas adanya pandemi covid-19 pada tahun 2019 sampai tahun 2022. Peningkatan angka kemiskinan ini merupakan akibat dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat secara umum sehingga mempengaruhi pendapatan dan konsumsi masyarakat. Tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga di Indonesia menurun selama krisis akibat pandemi COVID-19. Pemerintah Indonesia telah merespons krisis akibat pandemi ini dengan mengeluar-kan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mengatasi dampak pandemi yang dirasakan oleh masyarakat. Agar kehidupan masyarakat pedesaan tidak terpengaruh lebih jauh akibat pandemi covid-19 perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam bidang pertanian. Komo-ditas pertanian yang dapat menunjang peningkatan pendapatan petani adalah membudidayakan tanaman melon. Budidaya tanaman melon telah menjadi kegiatan ekonomi yang penting bagi masyarakat dan banyak petani yang mengandalkan hasil panen buah melon sebagai sumber pendapatan utama. Sebab melon termasuk salah satu komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, melon merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang potensial untuk meningkatkann pendapatan petani pasca pandemi covid-19. Oleh karena itu, melon memiliki keunggulan dapat dibudidayakan di lahan sempit sekalipun termasuk di lahan pekarangan rumah, nilai jualnya tinggi, dapat ditanam sepajang waktu, umur panennya singkat sekitar 60-80 hari tergantung varietas dan lahan, serta tidak mudah rusak sehingga umur segarnya lebih lama.
References
Afandi, M.A., Sulistyono, R., & Herlina, N. (2013). Respon pertumbuhan dan hasil lima varietas melon (Cucumis melo L.) pada tiga ketinggian tempat. Jurnal Produksi Tanaman, 1 (4), 342–352. https://www.neliti.com/id/publications/126461/respon-pertumbuhan-dan-hasil-lima-varietas-melon-cucumis-melo-l-pada-tiga-ketinggian.
Ahmadi. (2020). Budidaya melon golden. https://babel.litbang.pertanian. go.id/index.php/sdm2/15-info-teknologi/1166-budidaya-melon- golden
Annisa, P. & Gustia, H. (2017). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Tithonia diversifolia. Jurnal Prosiding Seminar Nasional. Hal: 104-114. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Jakarta. https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastan/article/download/2265/1881&ved=2ahUKEwiTk8f_v7aLAxVY1TgGHeNwHpoQFnoECBQQAQ&usg=AOvVaw2ZWW9f1npGW6BZzKhcemEs
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Rata-rata Produksi Melon 2015-2020. Badan Pusat Statistik Indonesia, Jakarta. https://jateng.bps.go.id/id/statistics-table/2/OTk4IzI=/luas-panen-dan-produksi-melon.html
Daryono, B.D., & Maryono, S.D. (2018). Keanekaragaman dan Potensi Sumber D.aya Genetic Melon. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=299618
Harti, A.O.R., Ina, I., & Acep, A.W. (2021). Pengujian berbagai formulasi pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.) pada lahan kering masam. Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan, 9 (2), 213-219. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/agrivet/article/view/1702
Janu, L., Sofyani, W.O.W., Bakara, B. (2025). Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Wastedi Lingkup Mahasiswa Jurusan AntropologiFakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Jurnal Panrita Abdi, 2025, 9(1):60-69. http://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi.
Kementerian Sosial. (2020). Menganalisa Masalah Sosial Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19. Diakses pada tanggal 8 Februari 2025, pukul 13.00, di http://puspensos.kemsos.go.id/en/Publikasi/topic/591
Minarni, E.W., Nurtiati, & Istiqomah, D. (2024). Pemanfaatan Pekarangan dengan Budidaya Melon Hidroponik untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Kelompok Wanita Tani Mekarsari Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8 (1), 181-192. https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/18743/11219
Pitaloka, D. (2017). Hortikultura: Potensi, Pengembangan, dan Tantangan. Jurnal Teknologi Terapan: G-Tech, 1 (1), 1-4. https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/g-tech/article/view/260
Rosyita, S. (2020). Evaluasi Ketahanan Beberapa Genotipe Hasil Persilangan Blewah (Cucumis melo var. Cantalupensis) dan Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Hama Kumbang Daun (Aulacophora sp.). Disertasi. Universitas Mataram. https://www.semanticscholar.org/paper/EVALUASI-KETAHANAN-BEBERAPA-GENOTIPE-HASIL-BLEWAH-Sholi̇hati̇n/81de056261f20c9f37c1efe6b8c3c82379be4223
Sumartono, G.H., Etik, W.T., & Prita, S. (2017). Kajian adaptasi tiga varietas melon dan pemberian pupuk organik cair ke dataran rendah terhadap hasil. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 24 (1), 30-40. https://jiip.polbangtanyoma.ac.id/index.php/jiip/article/view/120
Wahyudi,W., Andriani, E., & Nurmalia, A. (2020). Pendapatan dan strategi pemasaran petani melon di Kabupaten Seluma. Jurnal Agritepa, 7 (1),57-69. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/agritepa/article/view/999
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Elkawakib Syam'un, Pipi Diansari, Sylvia Sjam, Muh. Jayadi, Nurfaida, Katriani Mantja, Feranita Haring, Muh. Faried

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







