PENINGKATAN KECAKAPAN MASYARAKAT DESA LETBAUN, SEMAU, NUSA TENGGARA TIMUR MELALUI BUDIDAYA, PENGOLAHAN, DAN PEMASARAN RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN
DOI:
https://doi.org/10.20956/pa.v9i4.42417Keywords:
Seaweed, meatballs, cultivation, processing, packagingAbstract
Letbaun Village, located in Semau District, has favorable marine conditions for seaweed cultivation. However, challenges in cultivation and development, such as seed quality, pest and disease issues, and post-harvest handling, often arise. These challenges contribute to the instability of seaweed prices. One way to increase the value of seaweed is through processing. Seaweed is nutrient-rich and can be processed into food products such as seaweed meatballs and seaweed ice beverages. These processed products can increase market value and potentially boost income. This community service activity aimed to collaborate with the target community to process seaweed into seaweed meatballs and ice beverages. The approach involved training in seaweed product processing and packaging techniques, extension on proper seaweed cultivation, and marketing strategy guidance to enhance product quality and competitiveness. This activity successfully provided knowledge and skills to the Letbaun Village community in seaweed processing. Training in packaging and marketing strategies is expected to help participants produce and market their products effectively. Additionally, extension on proper seaweed cultivation helps address challenges related to seed quality, pests, and diseases. Therefore, through this initiative, the Letbaun Village community can add value to their seaweed products through effective processing, packaging, and marketing, ultimately improving their income. --- Desa Letbaun, Kecamatan Semau, memiliki kondisi laut yang mendukung untuk budidaya rumput laut. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya dan pengembangannya seperti kualitas bibit, kendala hama dan penyakit serta penanganan pasca-panen. Kendala seperti ini dapat mempengaruhi ketidakstabilan harga rumput laut. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut adalah melalui tindakan pengolahan. Rumput laut memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap dan dapat dijadikan bahan pangan seperti bakso dan es rumput laut. Produk olahan rumput laut dapat meningkatkan harga jual sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah bersama masyarakat yang menjadi mitra sasaran melakukan pengolahan rumput laut menjadi makanan berupa bakso rumput laut dan minuman dalam bentuk es rumput laut. Metode pendekatan yang ditempuh yaitu mencakup pelatihan pengolahan rumput laut menjadi produk pangan (bakso dan es rumput laut) dan teknik pengemasannya; penyuluhan budidaya rumput laut yang tepat; dan penyuluhan tentang strategi pemasaran untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Kegiatan ini berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Desa Letbaun dalam mengolah rumput laut menjadi produk pangan. Dengan pelatihan yang mencakup teknik pengemasan dan strategi pemasaran diharapkan mitra sasaran dapat menghasilkan dan memasarkan produk dengan lebih baik. Selain itu, penyuluhan terkait budidaya rumput laut yang baik dapat membantu mengatasi tantangan seperti kualitas bibit serta hama dan penyakit yang menyerang. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini masyarakat Desa Letbaun mampu meningkatkan nilai tambah rumput laut melalui pengolahan, pengemasan dan pemasaran yang efektif sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
References
Abdullah, A. A. (2011). Teknik Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dengan Metode Rakit Apung di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 3(1), 21–26. https://doi.org/10.20473/jipk.v3i1.11619
Andiewati, S., Oliveira, M. S., Bofe, J., Sait, M. L., & Roman, M. (2022). Pengembangan Budidaya Rumput Laut Sebagai Komoditas Unggulan di Wilayah Perairan Atapupu untuk Meningkatkan Perekonomian pada Wilayah Perbatasan RI-RDTL. Jurnal Aquatik, 5(2), 24–30.
Arianto, M. F. (2020). Potensi Wilayah Pesisir di Negara Indonesia. Jurnal Geografi, XX(XX). https://www.researchgate.net/profile/Mukhamad-Fredy-Arianto/publication/345775038_POTENSI_WILAYAH_PESISIR_DI_NEGARA_INDONESIA/links/5fad81c0458515078112f6b2/POTENSI-WILAYAH-PESISIR-DI-NEGARA-INDONESIA.pdf?__cf_chl_tk=KUVJnBQzMCpvwCi0pS3_MG5Asfl.5Oe9r4i7bQ8Kivo-1733682513-1.0.1.1-bwLqVxfjHarj_uGSzuXSXnu.7MiDjRMNWQ7G.h.bHUQ
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Provinsi dan Jenis Budidaya, 2022—Tabel Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/U20wMk16RmhlR1JLWkdrMWRYQkxUVzB2YXpSelp6MDkjMw==/produksi-dan-nilai-produksi-perikanan-budidaya-menurut-provinsi-dan-jenis-budidaya--2021.html?year=2022
Erniati, Zakaria, F. R., Prangdimurti, E., & Adawiyah, D. R. (2016). Potensi rumput laut: Kajian Komponen Bioaktif dan Pemanfaatannya sebagai Pangan Fungsional. Acta Aquatica Aquatic Sciences Journal, 3(1), 12–17.
Fransira, I., Turupadang, W. L., & Suleman. (2023). Penyuluhan Hama dan Penyakit Rumput Laut di Desa Huilelot, Kabupaten Kupang. Communnity Development Journal, 4(6), 11685–11688.
Herudiansyah, G., Candera, M., & Pahlevi, R. (2019). Penyuluhan Pentingnya Label pada Kemasan Produk dan Pajak pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Desa Tebedak II Kecamatan Payaraman Ogan Ilir. Suluh Abdi, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.32502/sa.v1i2.2296
Lihawa, L., Baruwadi, M. H., & Wibowo, L. S. (2023). Strategi Pemasaran 4P pada Home Industry Winwin Bakery dalam Meningkatkan Promosi Penjualan di Era Milenial (Studi Kasus di Kecamatan Tilamuta). Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 8(4), 127–135. https://doi.org/10.37149/JIMDP.v8i4.464
Novianti, T. (2022). Pengaruh Konsentrasi Rumput Laut (Euchema cottonii) Terhadap Tekstur Bakso Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pendidikan Fisika Dan Sains (JPFS), 5(1), Article 1. https://doi.org/10.52188/jpfs.v5i1.177
Oedjoe, M. D. R., Rebhung, F., & Sunadji, S. (2019). Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) sebagai Komoditas Unggulan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Bagi Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur [Seaweed (Kappaphycus Alvarezii) AS Potential Commodity In Added Value Development For The Prosperity Of Sumba Timur Regency Communities, Nusa Tenggara Timur Province]. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 11(1), 62–69. https://doi.org/10.20473/jipk.v11i1.10992
Rosyid, A., Pranata, M., & Wahyundaru, S. D. (2024). Pengembangan Desa Mitra Melalui Peningkatan Produk Kopi Herbal dan Pengelolaan Digital Marketing Desa Lerep Ungaran Kabupaten Semarang. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(4), 803–808.
Sakaria, F. S., & Annisa, R. N. (2023). Pelatihan Pengolahan Rumput Laut untuk Mendukung Pengembangan Kewirausahaan di Masa Pandemi Covid-19. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(1), 339. https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i1.13255
Sapas, P., Vuspitasari, B. K., Sadewo, Y. D., & Br Siahaan, S. V. (2020). Strategi Pemasaran Sayur Organik Frysia Melalui Analisis 4P dan STP. Business, Economics and Entrepreneurship, 2(2), 20–28. https://doi.org/10.46229/b.e.e..v2i2.191
Sulistyaningsih, S. (2021). Peningkatan Nilai Tambah dan Diversifikasi Olahan Rumput Laut. INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian, 5(1), 186–193. https://doi.org/10.36841/integritas.v5i1.962
Tarigan, N. N. (2020). Mutu Bakso Ikan Kakap (Lutjanus bitaeniatus) dengan Penambahan Bubur Rumput Laut (Euchema cottoni). Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 4(2), 127–135. https://doi.org/10.32585/ags.v4i2.894
Yudiastuti, S. O. N., Wahyono, A., Budiati, T., & Arsiwi, M. (2022). Karakteristik Mutu Sensori Bakso Nabati Rumput Laut. JOFE : Journal of Food Engineering, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.25047/jofe.v1i1.3024
Yulisti, M., Yusuf, R., & Hikmah, H. (2017). Kajian Awal Value Chain Rumput Laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 7(1), Article 1. https://doi.org/10.15578/jsekp.v7i1.5737
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Widasari Bunga, Ni Luh Putu Ravi Cakswindryandani, Siska Elvani, Immaria Fransira, Ryan Pieter Imanuel Nalle

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







