SINERGI PENTAHELIX DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN EKONOMI UMKM DISABILITAS TUNA NETRA DI KOTA DENPASAR

Authors

  • Ni Made Ayu Dwijayanti Politeknik Negeri Bali
  • I Gusti Ayu Astri Pramitari Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Bali, Badung Bali.
  • Ni Made Mega Abdi Utami Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Bali, Badung Bali.
  • M. Yusuf Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali, Badung Bali.
  • I Wayan Karmana Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Bali, Badung Bali.

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.44996

Keywords:

Pentahelix, MSMEs, collaboration

Abstract

This community service activity aims to promote the economic independence of blind disability MSME actors in Denpasar City through the Pentahelix model approach. This model involves five key elements: academia, business actors, the community, government, and media. The activity was conducted at the Teratai SME for the Blind Disability, using methods such as pre-surveys, field surveys, program implementation, and evaluation. The findings revealed that the main challenges faced by the SME partners include unstructured financial record-keeping, insufficient promotion, and limited market access. Academics played a role in developing an accounting application based on Microsoft Access for transaction recording in accordance with SAK EMKM standards. Businesses were supported through training and the creation of an online catalog to expand market reach. The community, through KUBE Gantari Jaya, facilitated training and product bazaars. The Denpasar City Government provided support through the provision of facilities and legalization of the disability-owned SME community. Pusaka Denpasar is a collaboration platform involving the government, partners, cooperatives, and SMEs to advance cooperatives and SMEs in the city of Denpasar. The Cooperative and SME Agency acts as a facilitator in providing legal and administrative documents, while collaboration partners play a role in mentoring through various cooperation programs. Social media and mass media are also used as promotional tools to increase product visibility. Evaluation of the activities shows an increase in knowledge and confidence among visually impaired SME operators in managing their businesses more independently and professionally. Synergy among the elements in the Pentahelix model has proven effective in supporting the development of SMEs for persons with disabilities toward sustainable economic independence.   ---   Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pelaku UMKM disabilitas netra di Kota Denpasar melalui pendekatan model Pentahelix. Model ini melibatkan lima unsur utama yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Kegiatan ini dilaksanakan di UMKM Disabilitas Teratai, dengan metode berupa pra-survei, survey lapangan, pelaksanaan program, hingga evaluasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi mitra UMKM antara lain pencatatan keuangan yang belum terstruktur, kurangnya promosi, serta keterbatasan akses pasar. Akademisi berperan dalam penyusunan aplikasi akuntansi berbasis Microsoft Access untuk pencatatan transaksi sesuai standar SAK EMKM. Bisnis didorong melalui pelatihan dan pembuatan katalog online guna memperluas jangkauan pasar. Komunitas, melalui KUBE Gantari Jaya, memfasilitasi pelatihan dan bazzar produk. Pemerintah Kota Denpasar mendukung dengan penyediaan fasilitas dan legalisasi komunitas UMKM disabilitas. Pusaka Denpasar adalah platform kolaborasi yang melibatkan pemerintah, mitra, koperasi, dan UMKM untuk memajukan koperasi dan UMKM di kota Denpasar. Dinas Koperasi dan UMKM berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan dokumen legal dan administrasi, sementara mitra kolaborasi berperan dalam pembinaan melalui berbagai program kerjasama.  Media sosial dan media massa juga digunakan sebagai alat promosi untuk meningkatkan visibilitas produk. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri pelaku UMKM disabilitas netra dalam mengelola usahanya secara lebih mandiri dan profesional. Sinergi antar unsur dalam model Pentahelix terbukti efektif mendukung pengembangan UMKM disabilitas menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

References

Beatrice, C., & Hertati, D. (2023). Model Pentahelix dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Manggarsari. Jurnal Ilmiah Manajemen Publik Dan Kebijakan Sosial, 7(2), 107–123.

https://doi.org/10.25139/jmnegara.v7i2.6261

Br Sitepu, S. N., Sienatra, K. B., & Teguh, M. (2024). Pemberdayaan Umkm Kaum Disabilitas Binaan Ypii Di Provinsi Bali. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2).

https://doi.org/10.24198/kumawula.v7i2.54391

Herdiansah, A. G. (2021). Pengembangan Potensi Kewirausahaan Dengan Prinsip Penta Helix Di Desa Margamekar Kabupaten Sumedang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 539.

https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i3.31078

Imamudin, I. A., Mahardhani, A. J., & Cahyono, H. (2021). Analisa Pemenuhan Hak Masyarakat Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Ponorogo. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 13(2), 617–632.

https://doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.965

Kirowati, D. (2019). Implementasi Standar Akuntansi KeuanganImplementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM. Jurnal Aksi, 4(1).

Novita, M., Noprianto, E., Ismail, M.S., Asman, M., & Sopandi, A. (2024). Peran Pentahelix Collaboration dan Desa Model dalam Penguatan Usaha Mikro Berkelanjutan berbasis Service Learning (SL). International Journal of Community Service Learning, 8(1), 93–105.

https://doi.org/10.23887/ijcsl.v8i1.73606

Novriansa, A., Muthia, F., Wahyudi, T., & Diterima, N. (2024). Pelatihan Etika Bisnis dan Pembukuan Sederhana Pada Kelompok Pengrajin Songket di Desa Muara Penimbung Ulu, Ogan Ilir Business Ethics and Simple Bookkeeping Training for Songket Craftsmen in Muara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 37–46.

http://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi

Purnamasari, A. U., Aini, D. N., Azizah, N. T. N., & Ayutika, R. D. N. (2023). Analisis Penyusunan Laporan Keuangan Umkm Batik Sariwarni Berdasarkan Sak-Emkm. Jurnal Proaksi, 10(1), 96–107.

https://doi.org/10.32534/jpk.v10i1.3750

Septadiani, W. P., Pribadi, O. S. I ., & Rosnarti, D. (2022). Peran Model Pentahelix Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Universitas Trisakti. Widya Putri Septadiani, 22–31.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Ni Made Ayu Dwijayanti, I Gusti Ayu Astri Pramitari, Ni Made Mega Abdi Utami, M. Yusuf, & I Wayan Karmana. (2026). SINERGI PENTAHELIX DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN EKONOMI UMKM DISABILITAS TUNA NETRA DI KOTA DENPASAR. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(1), 118–128. https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.44996

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.