Pelatihan Penyusunan Instrumen Diagnostik Multitier untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Kelompok MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo

Authors

  • Hayuni Retno Widarti Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang
  • Herunata Herunata Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang
  • Parlan Parlan Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang.
  • Syauqiya Afnanur Robi'ah Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang.
  • Deni Ainur Rokhim Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang.

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v10i2.46749

Keywords:

Chemistry Teachers, Misconceptions, Difficult Concepts, Diagnostic Instruments

Abstract

Misconceptions in chemistry learning frequently occur because many topics are abstract and difficult for students to understand. This condition requires teachers to have a thorough understanding of difficult concepts as well as appropriate strategies to identify and address misconceptions. Based on this need, the community service team conducted a training program aimed at enhancing chemistry teachers’ understanding of difficult concepts, misconceptions, and the development of multitier diagnostic instruments. The activity was implemented through a combination of online and offline sessions in collaboration with chemistry teachers from the MGMP (Subject Teacher Forum) of Sidoarjo Regency. The implementation methods included lectures, interactive discussions, and hands-on practice in designing diagnostic instruments. The training materials covered the characteristics of difficult concepts, causes of misconceptions, strategies for overcoming them, and the application of various misconception identification instruments such as multitier diagnostic tests, interviews, concept maps, and open-ended tests. The evaluation of the activity was carried out using pre- and post-training questionnaires as well as practical assignments on instrument development. The results showed that participants responded positively to the training activities and reported improved understanding and skills in designing diagnostic instruments to identify students’ misconceptions. In addition, participants were able to produce multitier diagnostic instrument designs in accordance with the training provided.

Keywords: Chemistry Teachers, Misconceptions, Difficult Concepts, Diagnostic Instruments.

 

 Miskonsepsi dalam pelajaran kimia sering terjadi karena banyak materi yang sifatnya abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep sukar serta strategi tepat dalam mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tema peningkatan pemahaman guru kimia terhadap konsep sukar, miskonsepsi, dan penyusunan instrumen diagnostik multitier. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kombinasi daring dan luring bersama mitra guru MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan instrumen diagnostik. Materi pelatihan mencakup penjelasan tentang karakteristik konsep sukar, penyebab miskonsepsi, strategi penanggulangannya, serta penerapan berbagai instrumen identifikasi seperti tes multitier, wawancara, peta konsep, dan soal terbuka (open-ended test). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket pra dan pascapelatihan, serta penugasan praktik penyusunan instrumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan dan menyatakan memperoleh pemahaman serta keterampilan yang lebih baik dalam merancang instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi. Peserta juga mampu menghasilkan rancangan instrumen diagnostik multitier sesuai dengan pelatihan yang telah diajarkan.

Kata Kunci: Guru Kimia, Miskonsepsi, Konsep Sukar, Instrumen Diagnostik

References

Astutik, T., Fariati, & Herunata. (2017). Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep reaksi redoks. Jurnal Zarah, 5(1), 22–28. DOI: 10.31629/zarah.v5i1.155

Etokeren, I. S., & Abosede, O. O. (2022). Effect of concept mapping teaching strategy on students’ misconceptions about chemical bonding in Rivers State. International Journal of Chemistry Education Research (IJCER), 6(1), 16–28. DOI: https://doi.org/10.20885/ijcer.vol6.iss1.art3

Halizah, W., & Azra, F. (2023). Pengembangan instrumen tes diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi model mental peserta didik pada materi larutan penyangga. Entalpi Pendidikan Kimia, 4(4), 1–11. DOI: https://doi.org/10.24036/epk.v4i4.353

Haryani, Y., Jose, C., Eryanti, Y., & Kartika, G. F. (2018). Aplikasi teknologi fermentasi sederhana di laboratorium sains pada MGMP IPA Kuantan Tengah, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Jurnal Panrita Abdi, 2(1), 15–18. DOI: 10.20956/pa.v2i1.3506

Husna, N., & Nurhayati. (2018). Pengembangan pembelajaran scientific berbasis multirepresentasi untuk menunjang pembelajaran matematika dalam kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 3(2), 74–80. DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpmi.v3i2.729

Ijtihadah, M., & Ardhana, I. A. (2024). Analisis kemampuan multipel representasi siswa SMAN 2 Jombang ditinjau dari perbedaan jenis kelamin pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. DOI: https://doi.org/10.15294/jipk.v18i1.46921

Jubaedah, D. S., Kaniawati, I., Suyana, I., Samsudin, A., & Suhendi, E. (2017). Pengembangan tes diagnostik berformat four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada topik usaha dan energi. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal) SNF 2017. DOI: http://doi.org/10.21009/03.SNF2017

Lahlali, A., Chafiq, N., Radid, M., Atibi, A., El Kababi, K., Srour, C., & Moundy, K. (2023). Students' alternative conceptions and teachers' views on the implementation of pedagogical strategies to improve the teaching of chemical bonding concepts. International Journal of Engineering Pedagogy, 13(6), 90–103. DOI: https://doi.org/10.3991/ijep.v13i6.41391

Muchson, M., Munzil, Setiawan, N. C. E., Sari, M. E. F. S., Novitasari, S., & Rokhim, D. A. (2021). Program pembinaan pengembangan media pembelajaran bagi guru kimia MA/SMA pada MGMP Kimia Kabupaten Mojokerto berbasis IoT. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 420–431. DOI: https://doi.org/10.20956/pa.v5i3.12017

Nadia, N., Hikmatul Rabiah, N., Nuraini, I., Dwi Saputri, R., Sukemi, S., & Khoirunnisa, F. (2025). Video pembelajaran kimia: Media untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Bivalen: Chemical Studies Journal, 8(1), 1–10. DOI: https://doi.org/10.30872/bcsj.v8i1.4909

Nurulwati, & Rahmadani, A. (2019). Perbandingan hasil diagnostik miskonsepsi menggunakan three-tier dan four-tier diagnostic test pada materi gerak lurus. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education), 7(2), 101–110. DOI: https://doi.org/10.24815/jpsi.v7i2.14436

Prawira, Y. A., & Nugraha, F. (2021). Peningkatan kompetensi pedagogik guru madrasah melalui pelatihan partisipatif secara daring berbasis heuristik. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(2), 307–316. DOI: https://doi.org/10.37905/aksara.7.2.307-316.2021

Rico, A. E., & Fitriza, Z. (2021). Deskripsi miskonsepsi siswa pada materi senyawa hidrokarbon: Studi literatur. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1495–1502.

DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.525

Risqi, S. W., Azizah, I. N., & Silfianah, I. (2021). Assessing students’ chemical understanding on classification of matters. J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia), 6(1), 19–25. DOI: https://doi.org/10.17977/um026v6i12021p019

Rizki, M., Nurhadi, M., & Widiyowati, I. (2020). Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk menurunkan miskonsepsi siswa tentang konsep reaksi redoks. Jurnal Zarah, 8(1), 14–20. DOI: https://doi.org/10.31629/zarah.v8i1.1974

Stojanovska, M., Petruševski, V. M., & Šoptrajanov, B. (2017). Study of the use of the three levels of thinking and representation. Contributions, Section of Natural, Mathematical and Biotechnical Sciences, 35(1), 37–46. DOI: https://doi.org/10.20903/csnmbs.masa.2014.35.1.52

Subagyono, R. D. J. N., Hiyahara, I. A., Allo, V. L., & Gunawan, R. (2021). Pelatihan penggunaan chemistry board games dalam pembelajaran kimia bagi guru-guru SMA di Kota Samarinda. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(3), 394–400. DOI: https://doi.org/10.26877/e-dimas.v12i3.5051

Suparwati, N. M. A. (2022). Analisis reduksi miskonsepsi kimia dengan pendekatan multi level representasi: Systematic literature review. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(2), 341–348. DOI: https://doi.org/10.37630/jpm.v12i2.591

Zulfikar, A., Samsudin, A., & Saepuzaman, D. (2017). Pengembangan terbatas tes diagnostik force concept inventory berformat four-tier test. Jurnal Wahana Pendidikan Fisika, 2(1), 43–49. DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v2i1.4903

Downloads

Published

2026-05-02

How to Cite

Widarti, H. R., Herunata, H., Parlan, P., Robi'ah, S. A., & Rokhim, D. A. (2026). Pelatihan Penyusunan Instrumen Diagnostik Multitier untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Kelompok MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo . Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(2), 409–418. https://doi.org/10.20956/pa.v10i2.46749

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.