Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan terhadap anak dapat berdampak buruk baik secara fisik maupun psikis pada anak. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak remaja yang memiliki riwayat mengalami kekerasan berada pada risiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku seksual. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengalaman mendapatkan kekerasan dengan perilaku seksual yang terjadi pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study yang dilaksanakan pada Februari – Maret 2023 di SMA Negeri 21 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua siswa aktif tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1266 orang dan sampel sebanyak 308 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Continuity Correction. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 siswa/i (42,2%) memiliki perilaku seksual yang beresiko. Kekerasan psikologis (p=0,022) dan penelantaran (p=0,000) memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kekerasan fisik (p=0,205) dan kekerasan seksual (p=0,304) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Kekerasan psikologis dan penelantaran memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Perlu untuk mengembangkan model pembinaan remaja yang meliputi reproduksi sebagai wadah menampung permasalahan remaja atau trauma anak yang memiliki riwayat kekerasan.

Keywords

Kekerasan terhadap Anak Perilaku Seksual Remaja

Article Details

Author Biographies

M. Arie Rifky Syaifuddin, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Rahma Rahma, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Arifin Seweng, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Syaifuddin, M. A. R., Rahma, R., & Seweng, A. (2024). HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN TERHADAP ANAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA. Hasanuddin Journal of Public Health, 5(3), 288–296. https://doi.org/10.30597/hjph.v5i3.30186

References

  1. WHO. Child Maltreatment. World Health Organization. 2022.
  2. UNESCO. International Technical Guidance on Sexuality Education. United Nations Educational Scientific and Cultural Organization SDGs. 2018.
  3. BKKBN. Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP 2019) Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 2019.
  4. Masni, Hamid SF. Determinan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Makassar (Studi Kasus Santri Darul Arqam Gombara dan SMAN 6). MKMI:Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2018;14(1):68–77. https://scholarhub.unhas.ac.id/mkmi/vol14/iss1/7/
  5. Fitriani., Junaiddin, Hamsinah S. Hubungan Peran Orang Tua terhadap Perilaku Pergaulan Seks Bebas Kelas X di SMU Negeri 21 Makassar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan. 2021;1(2):136–141. https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jimpk/article/view/556
  6. Arlina A, Rikhaniarti T. Pengaruh Pemberian Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Perilaku Seksual pada Remaja Putri di SMA Negeri 21 Makassar Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia, 2022;6(2):149–154.
  7. https://ojs.iikpelamonia.ac.id/index.php/delima/article/view/305
  8. Wang ZY, Hu M, Yu TL, Yang J. The Relationship between Childhood Maltreatment and Risky Sexual Behaviors: A Meta-Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2019;16(19):7–10. https://doi.org/10.3390/ijerph16193666
  9. Children’s Bureau. Long-Term Consequences of Child Abuse and Neglect, Child Welfare Information Gateway. Washington D. 2019.
  10. Arisani G, Wahyuni S. Booklet Pendidikan Kesehatan Remaja: Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. Kalimantan Tengah: Poltekkes Kemenkes Palangkaraya. 2022. https://cwlibrary.childwelfare.gov/discovery/fulldisplay/alma991000522939707651/01CWIG_INST:01CWIG
  11. Uleng, AT, Rahma, Seweng A. Hubungan Peran Internet dengan Perilaku Seksual Remaja pada Masa Pandemi. Hasanuddin Journal of Public Health. 2022;3(1):47–55. https://doi.org/10.30597/hjph.v3i1.20710
  12. Pandensolang S, Kundre R, Oroh W. Perilaku Seksual pada Remaja di SMA Negeri 1 Beo Kepulauan Talaud. Jurnal Keperawatan. 2019;7(1):1–9. https://doi.org/10.35790/jkp.v7i1.24349
  13. Diaz A, Shankar V, Nucci-Sack A, Linares LO, Salandy A, Strickler HD, Burk RD, Schlecht NF. Effect of Child Abuse and Neglect on Risk Behaviors in Inner-City Minority Female Adolescents and Young Adults. Child Abuse & Neglect. 2020;101:104-347. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2019.104347 .
  14. Shabrina AR, Febriani Z. Juvenile Sexual Offender: Psychologial Abuse by Parents or Caregiver and Islamic Perspectives. Jurnal Jurisprudentie. 2021;8(1):1–21. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Jurisprudentie/article/view/21307
  15. Hazanah S, Hendriani D, Firdaus R. Hubungan Peran Orangtua Terhadap Sikap Remaja dalam Pencegahan Seks Pranikah. MNJ: Mahakam Nursing Journal. 2019;2(5):226–235. https://ejournalperawat.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/nursing/article/view/151
  16. Amalia L. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Seksual Remaja Akademi Keperawatan. Jurnal Keperawatan BSI. 2019;7(1):84-91.
  17. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/view/5082
  18. Sandi SF. Pengaruh Pornografi dan Pola Asuh Permisif terhadap Perilaku Seks Bebas. Psikoborneo. 2018;6(4):519-525. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i4.4675
  19. Strathearn L, Gianotti M, Mills R, Kisely S, Najman J, Abajobir A. Long-term Cognitive, Psychological, and Health Outcomes Associated with Child Abuse and Neglect. Pediatrics. 2020;146(4):389-403. https://doi.org/10.1542/peds.2020-0438

Similar Articles

<< < 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.