PEMBERDAYAAN PETANI DESA MONCONGLOE GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN SAWAH TERGENANG BANJIR DENGAN INOVASI PADI APUNG

Authors

  • Raka Anom Fatahilah Hasanuddin Univeristy
  • Cici Nur Fadilah Hasanuddin University
  • Nurhamdini Hasanuddin University
  • Wa Ode Sahara Hasanuddin University
  • Widia Sari Hasanuddin University
  • Muh. Adnan Kasogi Hasanuddin University

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.36719

Keywords:

Floating rice, Moncongloe Village, Farmers, Flooded rice fields, Agricultural innovation

Abstract

Moncongloe Village, located in Maros Regency, South Sulawesi, comprises 128 hectares of rice fields and is home to 2,432 residents, the majority of whom work as farmers. However, the village faces persistent challenges due to frequent flooding, which renders the rice fields unproductive during the rainy season. As a result, harvests occur only once a year due to waterlogging that damages the crops. Given the village’s substantial agricultural potential, the proposed solution is the implementation of floating rice cultivation. This innovative approach is expected to improve food security and enhance the well-being of farmers in Moncongloe. Furthermore, it has the potential to serve as a model for other flood-prone villages. Floating rice cultivation presents a significant opportunity to optimize land use while minimizing the risk of crop failure due to flooding. By adopting this method, Moncongloe Village can strengthen its resilience to floods and address agricultural challenges more effectively. Through socialization and training activities, farmers have acquired valuable knowledge, as evidenced by an average normalized gain (N-gain) of 83.2%. This improvement, measured through pre- and post-test assessments, indicates a substantial increase in farmers' capacity to adopt this innovative agricultural practice. The program lays the foundation for Moncongloe to become a self-sufficient and flood-resilient village, offering a replicable solution for other areas facing similar challenges.   ---   Desa Moncongloe, yang terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki lahan sawah seluas 128 hektar dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, berjumlah 2.432 orang. Namun, desa ini menghadapi masalah serius akibat rawan banjir, yang membuat lahan sawah tidak produktif selama musim penghujan. Dalam setahun, lahan tersebut hanya dapat dipanen sekali akibat genangan air yang merusak tanaman. Sebagai desa yang memiliki potensi sawah yang luas, solusi yang ditawarkan adalah melalui penerapan budidaya padi apung. Budidaya padi apung diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Desa Moncongloe, bahkan dapat menjadi desa percontohan untuk desa lain yang memiliki permasalahan yang sama, yakni daerah persawahan yang rawan terendam banjir. Pengembangan budidaya padi apung bukan hanya akan memberikan kontribusi signifikan dalam mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian, tetapi juga memiliki potensi untuk mengurangi kerentanan terhadap risiko gagal panen akibat banjir. Dengan diterapkannya inovasi budidaya padi apung di Desa Moncongloe, hasil dari program ini berupa terwujudnya Desa Moncongloe sebagai desa yang memiliki ketahanan pangan yang dapat beradaptasi dengan kondisi banjir serta memberikan alternatif penyelesaian masalah pertanian melalui teknik budidaya padi apung. Melaui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, petani mendapatkan peningkatan pengetahuan dengan besaran persentase n-gain yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar 83,2% dilihat dari peningkatan kapasitas pengetahuan dari para petani yang diukur melalui pre-test dan post-test. 

References

Hasibuan, A., Nasution, S. P., Yani, F. A., Hasibuan, H. A., & Firzah, N. (2022). Strategi Peningkatan Usaha Tani Padi Sawah Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 1(4), 477–490.

https://doi.org/10.55123/abdikan.v1i4.1095

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2020). Ringkasan Eksekutif Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2019 Executive Summary of Paddy Harvested Area and Production in Indonesia 2019 (p. 22).

http://www.bps.go.id

Badan Pusat Statistika [BPS]. (2023). Luas Panen dan Produksi Padi di Sulawesi Selatan 2023.

https://sulsel.bps.go.id/id/pressrelease/2024/03/01/850/luas-panen-dan-produksi-padi-di-sulawesi-selatan-2023.html

Dewanti, P., Usmadi., Magfiroh, I. S., Sugiharto, B., & Widuri, L. I. (2020). Pelatihan Budidaya Anggrek untuk Peningkatan Jiwa Wirausaha bagi Masyarakat Pecinta Anggrek Kabupaten Jember. Jurnal Panrita Abdi, 6(1), 71-79.

https://doi.org/10.20956/pa.v6i1.12414

Marfai., Aris, M., Rahayu, E., & Triyanti, A. (2018). Peran Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Pembangunan Pesisir: (Integrasi Kajian Lingkungan, Kebencanaan, dan Sosial Budaya). UGM Press.

https://ugmpress.ugm.ac.id/en/product/geografi/peran-kearifan-lokal-dan-modal-sosial-dalam-pengurangan-risiko-bencana-dan-pembangunan-pesisir

Safitri, H. M., & Yulianto, A. D. (2019). Dampak Masalah Jadwal Tanam Padi terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Journal of Agricultural Sociaeconomics and Business, 2(1), 1-13.

https://dx.doi.org/10.22219/agriecobis.Vol2.No1.1-13

Sofian, A., Rahim, S. E., Rosmiah., Aminah, I. S., Astuti, D. T., Amir, N., Marlina, N., & Lusia, M. (2023). Penerapan Ipteks Padi Terapung pada Lahan Rawa Lebak di Agrowisata Tekno 44 Desa Gelebak Dalam. Internation Journal of Community Engagement, 4(1): 46-51.

https://doi.org/10.32502/altifani.v4i1.6886

Nasruddin., Isnaeni, S., & Ramadhan, A. M. (2023). Hubungan Karakter Agronomic dan Hasil Padi Berdasarkan Umur Bibit Menggunakan Metode Sawah Apung di Kabupaten Pangandaran. Jurnal Agrotek Tropika, 11(3), 419-427.

http://dx.doi.org/10.23960/jat.v11i3.6483

Sofatunida, & Arofah, N. (2023). Rencana Reklamansi Pit Lake Tambang melalui Konsep Budidaya Padi Apung menuju Food Security di Era VUCA. The Journalish, Social and Government, 4(5), 196-202.

https://doi.org/10.55314/tsg.v4i5.610

Prayoga, M. K., Adinata, K., Rostini, N., Simarmata, M. R. S. T., & Stober, S. (2017). Padi Apung Sebagai Inovasi Petani terhadap Dampak Perubahan Iklim di Pangandaran. In Prosiding Seminar Nasional dan Gelar Teknonologi Padi, May 2020 (pp.1-11).

https://repository.pertanian.go.id/items/db44570e-956a-4e9e-a5ab-e7fc120ca1b3

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Raka Anom Fatahilah, Cici Nur Fadilah, Nurhamdini, Wa Ode Sahara, Widia Sari, & Muh. Adnan Kasogi. (2025). PEMBERDAYAAN PETANI DESA MONCONGLOE GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN SAWAH TERGENANG BANJIR DENGAN INOVASI PADI APUNG. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(3), 626–635. https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.36719

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.