PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SAAT KONDISI DARURAT BENCANA PADA KADER POSYANDU DAN IBU BALITA DI KELURAHAN DUYU

Authors

  • Ummu Aiman Universitas Tadulako
  • Nurulfuadi Universitas Tadulako
  • Hijra Universitas Tadulako
  • Reny Rahmawati Universitas Tadulako
  • Diah Ayu Hartini Poltekkes Kemenkes Palu
  • Rizka Nur Aulia Universitas Tadulako
  • I Nyoman Agus Septiawan Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.37104

Keywords:

IYCF, Complementary foods, Toddlers

Abstract

Nutritional problems that may arise during emergencies include malnutrition in infants and toddlers, infants not receiving breast milk (ASI) due to separation from their mothers, and toddlers lacking adequate complementary feeding (MP-ASI). According to recent data in 2022, the prevalence of stunting among toddlers in Palu City was recorded at 24.7%, with wasting at 12.8%, underweight at 24.7%, and overweight observed in 1.9% of toddlers. This community service program aimed to ensure the availability of trained human resources to implement Infant and Young Child Feeding (IYCF) practices and provide breastfeeding counseling for pregnant and lactating mothers in disaster-affected areas. The activities involved educational socialization and hands-on IYCF training. The training utilized presentations and practical sessions, including the preparation of homemade complementary foods (MP-ASI). Participants were taught how to process and select appropriate types of homemade MP-ASI. The results indicated a noticeable increase in participants’ knowledge following the training. This suggests that IYCF training is essential, as it significantly enhances understanding and supports effective application in practice. Practical application without sufficient knowledge may lead to suboptimal outcomes. It is hoped that, following this program, community members particularly mothers of toddlers will be able to implement appropriate IYCF practices at home.   ---   Permasalahan gizi yang berpotensi muncul antara lain meliputi kejadian gizi kurang pada bayi dan balita, kondisi di mana bayi tidak memperoleh Air Susu Ibu (ASI) akibat terpisah dari ibunya, serta keterbatasan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang adekuat pada balita. Berdasarkan data tahun 2022, prevalensi balita stunted di Kota Palu tercatat sebesar 24,7%, dengan prevalensi wasted sebesar 12,8%, underweight sebesar 24,7%, dan overweight sebesar 1,9%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih dalam pelaksanaan konseling PMBA dan menyusui bagi Ibu hamil dan Ibu menyusui di wilayah terdampak bencana.  Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk sosialisasi dan praktik PMBA. Media yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu presentasi dengan power point dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan MP-ASI. Praktik  pembuatan  MP-ASI berupa kegiatan mengenai  cara pengolahan  MP-ASI,  jenis  MP-ASI  home  made.  Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ada peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan.  Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan PMBA sangat penting diberikan karena dapat mempengaruhi pengetahuan peserta yang sangat mendukung ketika dilakukan praktik PMBA.  Karena praktik tanpa pengetauan yang baik tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tim  pengabdian  masyarakat  berharap  setelah  kegiatan  ini  masyarakat khususnya ibu yang punya balita bisa mempraktikan PMBA yang tepat di rumah.

References

Bassichetto, K. C., & Réa, M. F. (2008). Infant and young child feeding counseling: an intervention study. Jornal de pediatria, 84(1), 75–82.

https://doi.org/10.2223/JPED.1750

BKKBN. (2014). Bahan penyuluhan bina keluarga balita bagi kader, menjadi orang tua hebat buku 3. Jakarta: BKKBN.

https://onesearch.id/Record/IOS3769.JAKPU000000000001516

BNPB. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana.

https://inarisk.bnpb.go.id/pdf/Buku%20RBI_Final_low.pdf

IDAI Pemberian Makanan Pendamping Air Susu. (2018). Ibu (MPASI). UKK nutrisi dan penyakit metabolik ikatan dokter anak indonesia, 1–16.

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi

Kemenkes RI. (2022). Status Gizi SSGI 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI. Jakarta: Indonesia.

https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4855/

Kemenkes. (2020). Respon Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Bencana.

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2600/respons-gizi-pada-masa-tanggap-darurat-bencana

Kemenkes, R. I. (2012). Pedoman kegiatan gizi dalam penanggulangan bencana. Jakarta: Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

https://perpustakaan.kemkes.go.id/inlislite3/opac/detail-opac?id=7733

Kemenkes, R. I. (2018). Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018

Louis, J.N.P. (2008). Public Health Guide In Emergencies Second Edition - Food and Nutrition Chapter. Switzerland: The Johns Hopkins and Red Cross Red Crescent.

Mansur, A. R., & Andalas, U. (2019). Tumbuh kembang anak usia prasekolah. Andalas University Pres, 1(1).

https://core.ac.uk/download/pdf/236082564.pdf

Notoatmodjo, S. (2014). Behavioral Health Science. Jakarta: Rineka Cita.

https://jurnal.fkm.untad.ac.id/index.php/dedikatifkesmas/article/view/1234

Prentice, A. M., Ward, K. A., Goldberg, G. R., Jarjou, L. M., Moore, S. E., Fulford, A. J., & Prentice, A. (2013). Critical windows for nutritional interventions against stunting. The American journal of clinical nutrition, 97(5), 911–918.

https://doi.org/10.3945/ajcn.112.052332

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. (2018). Info Terkini - Update Data Bencana Sulawesi Tengah.

http://www.depkes.go.id/.

Rahmuniyati, M. E., Bintari, C. M., & Mukaromah, H. (2022). Edukasi Pemberian Makan Pada Bayi Dan Anak (PMBA) Untuk Pemenuhan Asupan Gizi Anak. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 1026–1030.

https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2866 (Original work published November 18, 2021).

Rahmuniyati, M. E. (2020). Peran Puskesmas dalam Upaya Mengurangi Kasus Stunting melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu, 2(1), 511–517.

https://prosiding.respati.ac.id/index.php/PSN/article/view/320/0

Sari, N.M.W., Fadhila, F.R., Karomah, U., Isaura, E.R., & Adi, A.C. (2022) “Program Dan Intervensi Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA) Dalam Percepatan Penanggulangan Stunting”, Media Gizi Indonesia, 17(1SP), pp. 22–30.

DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.22-30.

Syaiful, Y., Fatmawati, L., & Aminah, S. (2020). Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) Di Desa Hendrosari Menganti Gresik. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 195-204.

https://doi.org/10.20956/pa.v4i2.7846

WHO (2017). Global strategy for infant and young child feeding. https://www.researchgate.net/publication/7929072_Global_Strategy_for_Infant_and_Young_Child_Feeding_WHO_Geneva_2003

Widaryanti, R., & Rahmuniyati, M. E. (2019). Panduan Pemberian Makanan Bayi dan Anak bagi Kader Dilengkapi Menu 4 bintang untuk Kondisi Normal dan Bencana. Yogyakarta: Respati Press.

https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2866

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Ummu Aiman, Nurulfuadi, Hijra, Reny Rahmawati, Diah Ayu Hartini, Rizka Nur Aulia, & I Nyoman Agus Septiawan. (2025). PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SAAT KONDISI DARURAT BENCANA PADA KADER POSYANDU DAN IBU BALITA DI KELURAHAN DUYU. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(3), 743–751. https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.37104

Similar Articles

<< < 1 2 3 

You may also start an advanced similarity search for this article.