PENINGKATAN DIVERSITAS PRODUK LOKAL MELALUI PEMBUATAN GARAM SEHAT BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT NON EKONOMIS DI DESA SERIWE KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Authors

  • Muslihuddin Aini Universitas Gunung Rinjani
  • Handri Jurya Parmi Universitas Gunung Rinjani
  • Neri Kautsari Universitas Gunung Rinjani

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.40416

Keywords:

Salt, Seaweed, Digital marketing

Abstract

Seriwe Village, located in East Lombok, possesses significant potential in Ulva lactuca seaweed resources. However, this potential has not been optimally utilized by the local community. The abundance of this seaweed remains underexplored as a value-added raw material. To enhance community welfare and optimize the utilization of local natural resources, it is essential to strengthen the capacity of local community groups in processing seaweed-based products, particularly the production of seaweed-derived salt. This program aimed to build the capacity of the Women Empowerment Business Group (Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan/KUPP) Putri Selatan in producing seaweed-based salt and promoting the product through digital marketing. The approach adopted was the Participatory Action Programs (PAP) model, which includes knowledge and technology transfer. The activities involved training and hands-on mentoring in seaweed salt production, along with the implementation of digital marketing strategies using social media platforms. The results demonstrated a significant improvement in the knowledge, understanding, and technical skills of KUPP Putri Selatan members, with an average increase ranging from 80% to 96%. The members are now capable of producing seaweed-based salt and effectively utilizing social media to market their products. In conclusion, KUPP Putri Selatan has successfully developed a new value-added product and gained sufficient digital literacy to expand their market reach. This capacity-building initiative is expected to support the group's economic self-sufficiency and sustainability in seaweed-based product development.   ---   Desa Seriwe di Lombok Timur memiliki potensi sumber daya rumput laut Ulva lactuca yang cukup melimpah, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Potensi besar dari rumput laut ini masih kurang mendapatkan perhatian sebagai bahan baku yang bernilai tambah. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam setempat, diperlukan upaya peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dalam pengolahan produk berbasis rumput laut, salah satunya melalui pembuatan garam dari rumput laut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan (KUPP) Putri Selatan dalam pembuatan garam berbasis rumput laut dan pemasaran digital produk tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Programs (PAP) yang melibatkan proses transfer pengetahuan dan transfer teknologi. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pelatihan dan pendampingan secara langsung dalam proses produksi garam rumput laut serta strategi pemasaran berbasis digital menggunakan platform media sosial. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan anggota KUPP Putri Selatan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 80-96%. Anggota KUPP kini mampu memproduksi garam berbasis rumput laut dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk secara digital. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa KUPP Putri Selatan telah mampu menghasilkan produk baru berupa garam rumput laut dan telah memiliki pemahaman yang cukup dalam penggunaan media sosial untuk meningkatkan akses pasar secara lebih luas. Adanya peningkatan kapasitas ini, diharapkan KUPP Putri Selatan dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam usaha pengolahan produk berbasis rumput laut.

References

Basir, A., Tarman, K., & Desniar, D. (2017). Antibacterial and Antioxidant Activity of Green Algae Halimeda gracilis from Seribu Island District. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(2), 211.

https://doi.org/10.17844/jphpi.v20i2.17507

BPS Lombok Timur. (2023). Indikator Kemiskinan 2021-2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur.

https://lomboktimurkab.bps.go.id/indicator/23/171/1/indikator-kemiskinan.html

Cherry, P., O’hara, C., Magee, P. J., Mcsorley, E. M., & Allsopp, P. J. (2019). Risks and benefits of consuming edible seaweeds. Nutrition Reviews, 77(5), 307–329.

https://doi.org/10.1093/nutrit/nuy066

Fadli, Pambudy, R., & Harianto. (2017). Analysis of seaweed agribusiness competitiveness in East Lombok District. Jurnal Agribisnis Indonesia, 5(2), 111–124.

https://doi.org/10.29244/jai.2017.5.2.111-124

Kudsiah, H., Rahim, S. W., Rifa’i, M. A., & Arwan. (2018). Demplot Pengembangan Budidaya Kepiting Cangkang Lunak Di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loi, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Jurnal Panrita Abdi Universitas Hasanuddin, 2(2), 151–164.

https://doi.org/10.20956/pa.v2i2.5194

Kurniawan, R., Nurjanah, M.Jacoeb, A., Abdullah, A., & Pertiwi, R. M. (2019). Karakteristik Garam Fungsional dari Rumput Laut Hijau Ulva lactuca.

https://doi.org/10.17844/jphpi.v22i3.29320

Lombok Timur DIskominfo. (2022). Teluk Seriwe Jadi Kawasan Percontohan Budidaya Rumput Laut. Diskominfo Lombok Timur.

https://diskominfo.lomboktimurkab.go.id/baca-berita-629-teluk-seriwe-jadi-kawasan-percontohan-budidaya-rumput-laut-.html

Nufus, C., Nurjanah, & Abdullah, A. (2017). Karakteristik Rumput Laut Hijau Dari Perairan Kepulauan Seribu Dan Sekotong Nusa Tenggara Barat Sebagai Antioksidan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(3), 620–632.

https://doi.org/ 10.17844/jphpi.v20i3.19819

Nurjanah, N., Abdullah, A., & Nufus, C. (2018). Karakteristik Sediaan Garam Ulva lactuca dari Perairan Sekotong Nusa Tenggara Barat bagi Pasien Hipertensi. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(1), 109.

https://doi.org/10.17844/jphpi.v21i1.21455

Rakhman, F. (2023). Desa Ini Berkembang Berkat Rumput Laut. Mongabay, 1.

https://www.mongabay.co.id/2023/12/07/desa-ini-berkembang-berkat-rumput-laut/

Sulastri, A., Tresia Leto, K., & Rahman Nisa, K. (2024). Studi Eksploratif Mengenai Kadar Garam Tradisional Di Kampung Garam Kabupaten Sikka. Yudhistira, 2(2), 289–307.

https://doi.org/10.61132/yudistira.v2i2.706

Nurlisyana, W., Amanda, D., & Sehabudin, U. (2022). Analisis Pemasaran Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) di Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Indonesian Journal of Agriculture Resource and Environmental Economics, 1(2), 109–119.

https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i2.49836

Zakaria, I. (2023). Lombok Timur Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan. Kompas.Id, 1.

https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/08/31/lombok-timur-dorong-budidaya-rumput-laut-berkelanjutan

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Muslihuddin Aini, Parmi, H. J., & Neri Kautsari. (2025). PENINGKATAN DIVERSITAS PRODUK LOKAL MELALUI PEMBUATAN GARAM SEHAT BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT NON EKONOMIS DI DESA SERIWE KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(3), 558–568. https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.40416

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.