EDUKASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK CILUUK BA MAKASSAR

Authors

  • Kadek Ayu Erika Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin
  • Nour Sriyanah Fakultas Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Makassar
  • Indra Dewi Fakultas Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin
  • Arbianingsih Fakultas Keperawatan, Universitas Islam Negeri Alaudin
  • Eka Hadrayani Fakultas Keperawatan, Universitas Islam Negeri Alaudin
  • Huriati Fakultas Keperawatan, Universitas Islam Negeri Alaudin
  • Mikawati Fakultas Keperawatan, STIKES Panakukang
  • Siti Aminah Ali Fakultas Keperawatan, Universitas Islam Makassar
  • Ariyati Amin RSP Universitas Hasanuddin
  • Selviani Ice Rerung RSP Universitas Hasanuddin
  • Nurnainah Fakultas Keperawatan, STIKES Gunung Sari
  • Jumriani RSUP. Wahidin Sodirohusodo
  • Muliadi RSUP. Wahidin Sodirohusodo
  • Sunarti Fakultas Keperawatan, Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Ilah Padhila Fakultas Keperawatan, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.41965

Keywords:

Growth, anthropometry, early detection, children, nutrition

Abstract

Growth and development are two interrelated processes with distinct characteristics. Child’s growth and development result from a complex interaction of various internal and external factors. Early detection and stimulation of child growth and development is an early monitoring effort to identifying developmental deviations in child in order to determine appropriate interventions that may influence their growth and development. Child’s growth is quantitative in nature and can be measured using anthropometric indicators, body weight, height, and head circumference. Child’s development is qualitative, reflected through changes in function and abilities in motoric skill, language, emotional, and social domains. Chronic nutritional problems indicate a close association with developmental delays in child. These conditions may be influenced factors from the prenatal period, infancy, early childhood (under five years old), to the preschool period. The method used in this activity is providing materials, conducting anthropometric measurements including height and weight. The results of anthropometric measurements carried out on 42 children at Ciluuk Ba Kindergarten Makassar, there were 7 children who were malnourished, there were 30 children who were well-nourished, there were 3 children who were over-nourished, there was 1 child who was obese, and there was 1 child who was malnourished.   ---   Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang saling berhubungan, namun memiliki karakteristik yang berbeda. Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi kompleks dari berbagai faktor internal dan eksternal. Stimulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan upaya pemantauan dini guna mengetahui penyimpangan anak guna menentukan intervensi yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak bersifat kualitatif dan dapat diukur menggunakan antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala sebagai indikator fisik. Sedangkan, perkembangan bersifat kualitatif melalui perubahan fungsi dan kemampuan motorik, bahasa, emosional, serta sosial. Masalah gizi kronis mengindikasikan erat adanya keterlambatan perkembangan pada anak. Hal ini dipengaruhi dari masa prenatal, masa bayi, masa anak usia di bawah 5 tahun (balita) hingga prasekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan anak prasekolah menggunakan alat antropometri dalam upaya deteksi dini pada anak. Sasaran kegiatan ini adalah anak di TK Ciluuk Ba Makassar. Metode yang digunakan adalah pemberian materi dan pengukuran antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan. Hasil pengukuran antropometri pada 42 orang anak TK Ciluuk Ba Makassar menunjukkan variasi sebanyak 30 anak mengalami gizi baik, 7 anak mengalami gizi kurang, 3 anak mengalami gizi lebih, 1 anak mengalami obesitas, dan 1 anak mengalami gizi buruk.

References

Afrianti, N., & Yuliantina, I. (2024). Implementasi pengembangan anak usia dini holistik integratif untuk pencegahan stunting. Jurnal Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 2(2), 66-73. https://journal.unupurwokerto.ac.id/index.php/tumb ang/article/view/397

Akbar, N., & S, S. (2022). Training on monitoring development of infant and toddler in strengthening the role of health care assistant in paddinging, sanrobone district, takalar regency. Panrita Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 691–698. http://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi.

Amalia, R., Nurdin, A., Sari, J. I., & Sakinah, A. I. (2020). Hubungan lingkar lengan atas ibu hamil terhadap antropometri bayi baru lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda Kota Makassar. Jurnal Kedokteran, 6(1), 57-67.

Aprilia, D. (2022). Perbedaan Risiko Kejadian stunting berdasarkan umur dan jenis kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2), 25-31. https://jurnal.stikeswilliam booth. ac.id/index.php/Keb/article/view/393/473

Azijah, I., Adawiyah, A. R., & Hasanah, N. (2022). Edukasi pertumbuhan dan perkembangan anak pra sekolah. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat (Pamas), 6(1), 57–64. https://doi.org/10.52643/pamas.v6i1.1871.

Badan Pusat Statistik, Survei Sosial Ekonomi Nasional. (2024). Profil anak usia dini 2024. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/ 13/744350b0873dcb98dfeab38c/profil-anak-usia-dini-2024.html

Candra, A. (2020). Epidemiologi Stunting (Vol. 1).

Efendi, S., Sriyanah, N., Cahyani, A. S., Hikma, S., & K, K. (2021). Pentingnya pemberian asi eksklusif untuk mencegah stunting pada anak. Idea Pengabdian Masyarakat, 1(02), 107–111. https://doi.org/10.53690/ipm.v1i01.71

Erika, K. A., & Syahrul, S. (2024). Effectiveness of egg intervention on linear growth in stunting children: a systematic Review. Indonesian Journal of Global Health Research.https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/ view/5711

Erika, K. A., Aryanti, A. D., & Hariati, S. (2024). Development of children under 5 years of age living on landfill sites and their environmental sanitation conditions. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(6). https://jurnal.globalhealth sciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/3774

Erika, K. A., Wulandari, & Fadilah, N. (2024). Diet and nutritional status of pre-school children in indonesian. Pakistan Journal of Life and Social Sciences, 22(2), 1697-1703. https://www.pjlss.edu.pk/pdf_files/2024_2/1697-1703.pdf

Hartian, T., Mulyani, S., Harahap, M. H., Bara, H. S. B., & Andriani. (2021). Pengukuran status gizi pada anak pra sekolah di tk asisyah vii kota pekanbaru pengukuran status gizi dan sosialisasi gizi seimbang pada anak panti asuhan tebet. Journal of Character Education Society, 5(1), 198–208.

Kemenkes RI. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kementerian kesehatan RI. Retrieved November 25, 2025, from http://siak pel.bppsdmk.kemkes.go.id:8102/akreditasikurikulum/kurikulum20021810 4257 f05ae32f87122f6f3912

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Khadijah, Syatifa, A., Syahdia, H., & Sirait, N. (2025). Pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-72 bulan untuk mencegah gangguan perkembangan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(3), 8. https://edu.pubmedia .id/index.php/paud/article/view/1417

Mantu, N. A., Sudirman, A. A., & Modjo, D. (2023). Gambaran status gizi penderita stunting pada anak usia 12-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 1(3), 46-55.

Nesy, A. M., & Pujaningsih, P. (2023). Deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4682–4689. https://mail.obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4517

Nur, A. A. W., Mokhtar, S., Nurmadilla, N., Bamahry, A. B., & Jafar, M. A. (2023). Hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar anak pada usia 9–12 tahun. Wal'afiat Hospital Journal, 4(1), 23-30.

Sumi, S. S., & Dewi, I. (2024). Pemberdayaan kader posyandu balita melalui program pelatihan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita di desa panaikang. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 5(1), 175–179. https://doi.org/10.35870/jpni.v5i1.636.

Sutini, T., Apriliawati, A., Astuti, M. A., & ... (2023). pemberdayaan orang tua dalam stimulasi dan skrining perkembangan anak usia prasekolah berbasis aplikasi kpsp pro di ra jami’atul khoir. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ, E-ISSN: 2714-6286. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/19573

Trisiswati, M., Mardhiyah, D. & Sari, S. M. (2021). Hubungan riwayat BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dengan kejadian stunting di Kabupaten Pandeglang. Majalah Sainstekes, 8(2), 61–70.

Widyaningsih, T. S., Kanita, M. W., & Wulandari, N. K. (2025). Peran kader posyandu balita dalam memonitor tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(3), 199-210. https://jurnal.globalhealth sciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/6581

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Kadek Ayu Erika, Nour Sriyanah, Indra Dewi, Arbianingsih, Eka Hadrayani, Huriati, … Nur Ilah Padhila. (2026). EDUKASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK CILUUK BA MAKASSAR. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(1), 141–149. https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.41965

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.