PELATIHAN PENGUKURAN STATUS GIZI BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SEJAK DINI PADA IBU DI DUSUN RANDUGUNTING, SLEMAN, DIY

Authors

  • Khoiriyah Isni Universitas Ahmad Dahlan
  • Siti Muthia Dinni Universiras Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v4i1.7299

Keywords:

Antropometri, stunting, nutrition, randugunting

Abstract

Toddler Nutrition Status Measurement Training as an Early Prevention of Stunting to Mothers in Dusun Randugunting, Sleman, DIYAbstract. Dusun Randugunting has the highest number of toddlers, among other hamlets in the area of Tamanmartani Village, Kalasan, Sleman. It is very risky contributing to the number of cases of stunting if parents pay less attention to children's health and development. The role of parents as the vanguard and take full responsibility for children's health problems, especially nutrition problems for children under five. Parents should have sufficient knowledge and skills to be able to measure the nutritional status of infants by using a simple anthropometric method. The purpose of this training activity is to increase awareness of target skills in early detection of independent stunting by using anthropometric methods. The method of implementing this community service activity uses a combination of education, training, and simulation methods. The targets are pregnant women, mothers with children under the age of five, and health cadres. The results of the implementation of the activity showed quite high enthusiasm from the target. The showed that there were differences in the mean scores before and after the training. It hoped to increase parental awareness on toddler nutrition health problems so that it can have an impact and can contribute to reducing the number of stunting cases in Indonesia.Keywords: Antropometri, stunting, nutrition, randugunting.Abstrak. Dusun Randugunting memiliki jumlah balita terbanyak diantara Dusun lain di wilayah Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Hal ini sangat berisiko menyumbang angka kasus stunting apabila para orang tua kurang memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Peran orang tua sebagai garda terdepan dan bertanggung jawab penuh terhadap masalah kesehatan anak, terutama masalah gizi balita. Seyogyanya orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan cukup memadai untuk dapat melakukan pengukuran status gizi balita dengan menggunakan metode antropometri sederhana. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran akan keterampilan sasaran dalam deteksi dini stunting secara mandiri dengan menggunakan metode antropometri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan gabungan dari metode edukasi, pelatihan, dan simulasi. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia dibawah lima tahun, dan kader kesehatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari sasaran. Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dalam masalah kesehatan gizi balita, sehingga berdampak dan dapat berkontribusi mengurangi angka kasus stunting di Indonesia.Kata kunci: Antropometri, stunting, gizi, balita, randugunting.

Author Biography

Khoiriyah Isni, Universitas Ahmad Dahlan

Faculty of Public Health

References

Dinas Kabupaten Sleman. 2017. Rekapitulasi Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Kabupaten Sleman.

Kabupaten Sleman. 2017. Letak Geografis dan Batas Wilayah Kabupaten Sleman. URL : http://www.slemankab.go.id/profil-kabupaten-sleman/geografi/letak-dan-luas-wilayah

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. In Ministry of Health Republic of Indonesia. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Kosasih, C. E., Isabella, C., & Sriati, A. (2012). Upaya Peningkatan Gizi Balita Mela-lui Pelatihan Kader Kesehatan. Jurnal Media Karya Kesehatan, 1(1), 90–100.

Kurniati, Y., Machdar Dachlan, D., Syam, A., Virani, D., Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, P., Studi Kesehatan Masyarakat, P., & Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, F. (2019). Perbaikan Gizi Remaja Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 15 Makassar. Jurnal Panrita Abdi, 3(1), 89–96.

Miller, A. C., Murray, M. B., Thomson, D. R., & Arbour, M. C. (2015). How consistent are associations between stunting and child development ? Evidence from a meta-analysis of associations between stunting and multidimensional child development in fi fteen low- and middle-income countries. Public Health Nutrition, 19(8), 1339–1347. https://doi.org/10.1017/S136898001500227X

Probosiwi, H., Huriyati, E., & Ismail, D. (2017). Stunting dan perkembangan anak usia 12-60 bulan di Kalasan. Journal of Community Medicine and Public Health, 33(11), 1141–1146.

Soetjiningsih, & Ranuh, G. (2014). Tumbuh Kembang Anak (Edisi Kedua). Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2001). Penilaian Status Gizi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Utomo, B., & Anggraini, D. Y. (2010). Menu Sehat Alami untuk Batita & Balita. DeMedia.

Zaki, I., Farida, F., & Sari, H. P. (2018). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pemantauan Status Gizi Balita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), Vol. 3, pp. 169–177. https://doi.org/10.22146/jpkm.28595

Downloads

Published

2020-01-25