Analisa Penempatan Dan Kebutuhan Proteksi Katodik Pada Sistem Pipa Gas Bawah Laut Offshore Dari Pulau Pemping Ke Tanjung Uncang Batam

Penulis

  • Nur Azisah Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
  • Daeng Paroka Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
  • Wahyuddin Wahyuddin Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Abstrak

Korosi merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada rangkaian pipa bawah laut. Hal ini dikarenakan material pipa logam yang dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat korosifitas tinggi. Walaupun korosi tidak dapat dihindari atau dihilangkan, namun dapat dikendalikan untuk meminimalisir kerusakan pada pipa dengan melakukan perancangan proteksi katodik. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode anoda korban. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pengendalian laju korosi pada pipa bawah laut sepanjang 13,5 km, berdiameter 16 inci untuk umur desain 45 tahun dimana kebutuhan proteksi tiap meter pipa dianggap sama. Anoda yang digunakan adalah anoda gelang dengan panjang 400 mm dan tebal 40 mm  yang berbahan paduan aluminium. Dalam perancangan proteksi katodik ini, penulis mengacu pada ketentuan DNVGL-F103 dan ISO 15589-2. Dari hasil penelitian ini, akan di dapatkan total anoda yang dibutuhkan untuk memproteksi pipa serta jarak pemasangan antar anoda. Berdasarkan total anoda tersebut, dapat diketahui estimasi biaya yang diperlukan dalam pembuatan proteksi katodik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-11-30

Cara Mengutip

Azisah, N., Paroka , D. ., & Wahyuddin, W. (2020). Analisa Penempatan Dan Kebutuhan Proteksi Katodik Pada Sistem Pipa Gas Bawah Laut Offshore Dari Pulau Pemping Ke Tanjung Uncang Batam. Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 1(3), 57-63. Diambil dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/11978

Terbitan

Bagian

Teknologi dan Rekayasa Bangunan Lepas Pantai