Telaah Hubungan El Nino-Southern Oscillation (Enso) Dengan Madden-Julian Oscillation (Mjo) Di Provinsi Aceh

Penulis

  • Ariska Ariska Lab. Riset Kebencanaan Laut dan Anomali Cuaca (MDWA)
  • Achmad Yasir Baeda Lab. Riset Kebencanaan Laut dan Anomali Cuaca (MDWA)
  • Hasdinar Umar Coastal and Environmental Engineering Laboratory, Department of Ocean Engineering, Hasanuddin University

DOI:

https://doi.org/10.20956/zl.v3i1.20525

Kata Kunci:

ENSO, MJO, Ace

Abstrak

El Nino–Southern Oscillation (ENSO) adalah gejala penyimpangan pada suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi dari pada rata-rata normalnya yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di daerah khatulistiwa bagian Tengah dan Timur. Variabilitas iklim ENSO terdiri dari tiga fenomena yaitu kejadian normal, El Nino dan La Nina. Perkembangan peristiwa El-Nino Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan peran penting bagi Madden-Julian Oscillation (MJO). Fenomena ini ditengarai memiliki hubungan dan erat kaitannnya dengan penurunan dan peningkatan intensitas curah hujan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis keterkaitan antara fenomena ENSO dan MJO dan dampak yang ditimbulkan di Provinsi Aceh, melalui metodeempirisdengan perhitungan statistik, berdasarkan variabel ENSO berupa indeks Nino 3.4, variable amplitudo yang mewakili MJO serta data curah hujan di Provinsi Aceh. Data dari kedua variable tersebut diperolehdari NOAA dan BoM, sedangkan data curah hujan diperolehdari NASA. Periode data yang dianalisa sepanjang 10 tahun, dari tahun 2010 sampai 2019. Kedua data tersebut akan ditapis dan dianalisis korelasinya dengan metode regresi linier sederhana. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pada dasarnya ENSO memang memiliki keterkaitan dengan MJO dan memiliki hubungan dengan peningkatan dan penurunan intensitas curah hujan di Provinsi Aceh. Namun berada pada tingkatan korelasi lemah hingga moderat, dan dampaknya tidak sekuat di wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Hal ini menguatkan hipotesa akan lemahnya pengaruh ENSO di Provinsi Aceh; dimana penguatan MJO justru lebih terhadap sinergitasnya dengan IOD atau Indian Ocean Dipole, khususnya pada nilai positif (P-IOD).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

As-syakur,A.R. 2010. Pola Spasial Pengaruh Kejadian La Nina Terhadap Curah Hujan di Indonesia Tahun 1998/1999; Observasi Menggunakan Data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII dan Kongres V Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). 9Agustus 2010, Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor-Indonesia. pp. 230-234

Bayong, T. 1999. Klimatologi Umum. Penerbit ITB. Bandung.

Evana, L., S. Effendy, dan E. Hermawan. 2008. Pengembangan Model Prediksi Madden Julian Oscillation (MJO) Berbasis Pada Hasil Analisis Data Real Time Mutivariate. MJO (RMM1 dan RMM2). JurnalAgromet 22(2): 144-159.

Gottschalck, J., V. Kousky, W. Higgins, & M. L’Heureux. 2005. Summary of Madden Julian Oscillation. NOAA/NWS/NCEP Climate Prediction Center. USA : 1-20.

Hermawan, E. 2002. Perbandingan Antara Radar Atmosfer Khatulistiwa dengan Middle and Upper Atmosphere Radar dalam Pemantauan Angin Zonal dan Angin Meridional. Warta LAPAN. 4 (1): 8-16.

Madden, R. A., & P. Julian. 1971. Detection of a 40-50 day oscillation in the zonal wind in the tropical Pacific. J Atmos Sci, 28, 702-708

Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta :Cetakan Kesebelas Mei 2007. Bandung.

Sugiyono. 2008. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.

Wu, C.H., & H.H., Hsu. 2009. Topographic influence on the MJO in the maritime continent. J., Climate, 22:5433-5448.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-03-28

Cara Mengutip

Ariska, A., Baeda, A. Y., & Umar, H. (2022). Telaah Hubungan El Nino-Southern Oscillation (Enso) Dengan Madden-Julian Oscillation (Mjo) Di Provinsi Aceh . Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 3(1), 1-6. https://doi.org/10.20956/zl.v3i1.20525

Terbitan

Bagian

Kebencanaan Pantai dan Lingkungan Laut