Dampak Perubahan Garis Pantai Terhadap Pemanfaatan Lahan Pesisir Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar

Penulis

  • Taufiqur Rachman Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
  • Hasdinar Umar Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
  • Ichwanul Haq Bahtiar Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.20956/zl.v3i1.20533

Kata Kunci:

Akresi, Abrasi, Perubahan Garis Pantai, Pemanfaatan Lahan

Abstrak

Kota Makassar berada di pesisir pantai dan berhadapan dengan Selat Makassar yang ramai dengan lalu lintas pelayaran lautnya. Wilayah pesisir Kota Makassar menjadi salah satu kawasan yang mengalami perubahan pemanfaatan lahan secara signifikan. Selain itu pola perubahan garis pantai dari tahun ke tahun yang terjadi pada wilayah pesisir Kota Makassar selalu mengalami penambahan dan pengurangan wilayah pantai. Hal ini disebabkan fenomena akresi dan abrasi serta tingkat sedimentasi Sungai Tallo yang terbentuk pada kawasan ini cukup besar dan terus mengalami peningkatan. Daerah yang terimbas secara langsung dan diteliti adalah Kecamatan Tamalanrea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan dampaknya terhadap pemanfaatan lahan dalam kurun waktu 20 tahun di Kecamatan Tamalanrea, dengan menggunakan data citra satelit Landsat. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan perencanaan tata ruang wilayah khususnya pada pemanfaatan lahan pesisir. Teknik observasi diterapkan untuk mengetahui fenomena visual yang ada meliputi perubahan garis pantai dan pemanfaatan lahan pesisir. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, olah data pendukung oseanografi, digitasi dan overlay data citra. Perubahan garis pantai selama kurun waktu 20 tahun (1998-2018) di Kecamatan Tamalanrea sebesar 20,14 Ha dimana garis pantai yang mengalami akresi dan abrasi masing-masing sebesar 12,20 Ha dan 7,95 Ha. Perubahan pemanfaatan lahan di pesisir Kecamatan Tamalanrea selama 18 tahun (tahun 2000-2018) yang bertambah adalah lahan permukiman sebesar 2,34 Ha, lahan industri/pergudangan sebesar 82,37 Ha, lahan fasilitas umum sebesar 13,36 Ha, dan lahan mangrove sebesar 3,27 Ha. Sedangkan pemanfaatan lahan yang berkurang adalah lahan basah sebesar 70,89 Ha dan lahan kering sebesar 20,36 Ha. Perubahan garis pantai terhadap perubahan pemanfaatan lahan wilayah pesisir di Kecamatan Tamalanrea memberi dampak fisik, ekologis/lingkungan, sosial ekonomi, dan kelembagaan/hukum yang bermakna positif bagi pengelolaan wilayah pesisir Kecamatan Tamalanrea secara berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

H. Latuconsina, “Dampak Pemanasan Global terhadap Ekosistem Pesisir dan Lautan”, Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Volume 3 Edisi 1 Mei, 2010.

Fadillah, “Pengaruh Perubahan Kegiatan Pemanfaatan Lahan terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kasus: Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir”, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2003.

J. P. Malingreau, “Penggunaan Lahan Pedesaan Penafsiran Citra untuk Inventarisasi dan Analisisnya”, PUPSPICS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1978.

D. Bengen, “Ekosisteim dan Sumberdaya Pesisir dan Laut serta Pengelolaan secara Terpadu dan Berkelanjutan”, Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, 2000.

E.T. Opa, “Perubahan Garis Pantai Desa Bentenan Kecamatan Pusomaen, Minahasa Tenggara”’ Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, Vol. VII-3, 2011.

A. Sulaiman, dan I. Soehardi, Pendahuluan Geomorfologi Pantai, BPPT, Jakarta, 2008.

M. Hanafi, “Hubungan Faktor Perilaku Manusia, Faktor Alam dengan Perubahan Garis Pantai untuk Optimisasi Pengelolaan Wilayah Pesisir di Kabupaten Indramayu Jawa Barat”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Bandung, 2005.

F. Istiono, “Evaluasi Perubahan Garis Pantai dan Tutupan Lahan Kawasan Pesisir dengan Data Penginderaan Jauh (Studi Kasus: Kawasan Pesisir Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo)”, Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2011.

D. S. Wahyuningsih, E. Maulana, T. R. Wulan, W. Ambarwulan, M. D. Putra, F. Ibrahim, Z. Setyaningsih, A. S. Putra, “Efektivitas Upaya Mitigasi Abrasi Berbasis Ekosistem di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta”, Prosiding Seminar Nasional Kelautan 2016 Universitas Trunojoyo Madura, ISBN: 978-602-19131-4-7, 2016.

M. Yulius dan Ramdhan, “Perubahan Garis Pantai di Teluk Bungus Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Berdasarkan Analisis Citra Satelit. I 5 (2): 417427”, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan-KKP, 2013.

A. Soegiarto, “Peranan Perairan Laut Indonesia pada Isu Perubahan Iklim Global dengan Tekanan Pembahasan pada Kenaikan Paras Laut dan Pengembangan Wilayah Pesisir”, Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar Luar Biasa Ilmu Oseanografi, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 1991.

F. Kasim, “Pendekatan Beberapa Metode dalam Monitoring Perubahan Garis Pantai Menggunakan Dataset Penginderaan Jauh Landsat dan SIG”, Jurnal Ilmiah Agropolitan, 5(1): 620635, 2012.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Kecamatan Tamalanrea Dalam Angka 2017, Makassar, 2017.

Peraturan Daerah Kota Makassar, Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar Tahun 2010-2030, Makassar, 2010.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-03-30

Cara Mengutip

Rachman, T., Umar, H., & Bahtiar, I. H. . (2022). Dampak Perubahan Garis Pantai Terhadap Pemanfaatan Lahan Pesisir Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 3(1), 7-14. https://doi.org/10.20956/zl.v3i1.20533

Terbitan

Bagian

Oseanografi dan Keteknik Pantaian