Pengembangan Desa Tertinggal (Studi Kasus: Desa Lebangmanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto)
PDF

Keywords

Underdeveloped Village, Village Economic Development, BUMDes, Village Development Index.

How to Cite

Pengembangan Desa Tertinggal (Studi Kasus: Desa Lebangmanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto). (2023). GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 16(2), 57-64. https://doi.org/10.31947/jgov.v16i2.54116

Abstract

This study examines the development of underdeveloped villages with a case study in Desa Lebangmanai, Rumbia Subdistrict, Jeneponto Regency. Although Jeneponto Regency was officially removed from the list of underdeveloped regions in 2019, many villages in the area, including Desa Lebangmanai, still require more intensive development efforts to improve community welfare. This research aims to analyze the implementation of village economic enterprise development through the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Muda Mandiri, the diversity of community production, trade service centers, distribution/logistics access, and access to financial institutions. The study employs a qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through observation, interviews, and document review. The findings reveal that BUMDes Muda Mandiri has played roles as a product consolidator, producer, business incubator, and public service provider. The community possesses production diversity in the agricultural sector (corn, cloves, chili, cocoa) and bamboo-based handicrafts. However, management remains suboptimal, logistics and financial institution access in the village are not yet available, and trade centers still rely on neighboring villages. This study concludes that although various efforts have been made by the village government and related agencies, more comprehensive planning, strengthening of BUMDes, and product processing innovations are needed to elevate the village status to a more advanced level.

PDF

References

Bungin, B. (2003). Analisis data penelitian kualitatif: Pemahaman filosofis dan metodologis ke arah penguasaan model aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

David, F. R. (2017). Manajemen strategi (Edisi ke-10). Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi, A. (2012). Pemerintah daerah. Bandung: Nursamedia.

Gunawan, I. (2017). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hunger, J. D., & Wheelen, T. L. (2003). Manajemen strategis. Yogyakarta: Andi.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2004). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution. (2003). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.

Pantja Astawa, I. G. (2008). Problematika hukum otonomi daerah di Indonesia. Bandung: Alumni.

Peraturan Bupati Jeneponto Nomor 34 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jeneponto.

Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015–2019.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto. (2021). Jeneponto bukan lagi daerah tertinggal. Diakses 27 Agustus 2021 dari https://www.jenepontokab.go.id/berita-show/jeneponto-bukan-lagi-daerah-tertinggal

Pemerintah Kabupaten Jeneponto. (2021). Statistik sektoral Kabupaten Jeneponto. Diakses 27 Mei 2021 dari https://jenepontokab.go.id/statistik_sektoral

Ray, D. (1998). Development economics. Princeton, NJ: Princeton University Press.

Saiman. (2017). Politik perbatasan. Malang: Inteligensia Media.

Sedarmayanti. (2003). Good governance (Kepemerintahan yang baik) dalam rangka otonomi daerah. Bandung: Mandar Maju.

Setyowati, E. (2017). Tata kelola pemerintahan desa pada pedesaan indeks desa membangun (Skripsi). Program Pascasarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Brawijaya, Malang.

Soleh, A. (2017). Strategi pengembangan potensi desa. Jurnal Sungkai, 5(1), 32–52.

Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suharto, E. (2009). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial (Cetakan ke-3). Bandung: PT Refika Aditama.

Suhartono. (2000). Parlemen desa: Dinamika DPR Kelurahan dan DPRK Gotong Royong. Yogyakarta: Lentera Pustaka Utama.

Sumpeno, W. (2011). Perencanaan desa terpadu. Jakarta: Reinforcement Action and Development.

Syamsuddin, H. (2007). Desentralisasi dan otonomi daerah. Jakarta: LIPI Press.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Widjaja, H. (2002). Otonomi daerah dan daerah otonom. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Widjaja, H. (2008). Otonomi desa. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Yuliati, Y., & Purnomo, M. (2003). Sosiologi pedesaan. Bandung: Fokusmedia.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2023 GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan

Downloads

Download data is not yet available.