Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Data dari World Health Organization (WHO) dan Alzheimer’s Disease International Organization memaparkan jumlah total orang dengan dementia di seluruh dunia pada tahun 2020 mencapai 50 juta orang, dengan hampir 60% penderita berada di negara berkembang. Kurangnya kesadaran akan gejala awal dementia di antara pendamping menciptakan tantangan yang cukup substansial dalam mendeteksi penyakit yang melemahkan lansia. Tujuan: Menganalisis perilaku pencarian pengobatan penderita dementia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dasar pemilihan metode kualitatif bertujuan untuk memahami sudut pandang dari informan. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan pencarian pengobatan terhadap dementia yaitu; tidak melakukan tindakan apapun atau tidak mencari pengobatan karena tidak memiliki pengetahuan dan cenderung menerima keadaan lansia, melakukan pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan terlebih dahulu, dengan memberikan obat atau suplemen yang mereka yakini bermanfaat dapat menyembuhkan dementia yang dialami lansia dan mengakses layanan kesehatan kepada dokter atau petugas kesehatan, mereka lakukan atas pemahaman pendamping terkait dementia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan mayoritas informan tidak melakukan pengobatan, cenderung menerima kondisi lansia dan hanya menerima pemeriksaan home care yang dilakukan puskesmas. Pendamping hendaknya mengeksplorasi informasi terkait serta melakukan pemeriksaan Kesehatan dengan menjangkau bantuan professional agar memahami kesehatan serta kebutuhan lansia dan mencegah kondisi semakin buruk.

Keywords

Perilaku Pencarian Pengobatan Dementia Lansia

Article Details

Author Biographies

Filzawati Sindangan, Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Sudirman Nasir, Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Muh. Arsyad Rahman, Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

How to Cite
Sindangan, F., Nasir, S., & Rahman, M. A. (2023). PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN LANSIA PENDERITA DEMENTIA DI WILAYAH PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS. Hasanuddin Journal of Public Health, 4(1), 11–23. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i1.24985

References

  1. 1. Pemerintah Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Sekretariat Negara, 13 Indonesia; 1998.
  2. 2. Wang H, Li T, Barbarino P, Gauthier S, Brodaty H, Molinuevo JL, et al. Dementia care during COVID-19. Lancet. 2020 Apr 11: 1190–1199
  3. 3. Badan Pusat Statistik. Angka Harapan Hidup (AHH) Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin. Jakarta; 2021.
  4. 4. Sahyouni R, Verma A, Chen J. Penyakit Alzheimer dan Demensia. 1st ed. Yogyakarta: Rapha Publishing; 2020.
  5. 5. Alzheimer’s Disease International. World Alzheimer Report 2019: Attitudes to dementia. London: Alzheimer’s Disease International; 2019 Sep.
  6. 6. Suriastini NW, Turana Y, Surpraptilah B, Wicaksono T yuda, Mulyanto ED. Prevalence and Risk Factors of Dementia and Caregiver’s Knowledge of the Early Symptoms of Alzheimer’s Disease. Aging Medicine and Healthcare. 2020;11(2):60–66.
  7. 7. Morris L, Mansell W, Williamson T, Wray A, McEvoy P. Communication Empowerment Framework: An integrative framework to support effective communication and interaction between carers and people living with dementia. Dementia. 2020;19(6):1739–1757.
  8. 8. Febriani WM. Gambaran Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Jurnal Promkes. 2019;7(2):193.
  9. 9. Nurfianti A, An A. Effectiveness of the Mini-cog and MMSE as Vital Instrument Identify-ing Risk of Dementia as a Nursing Process. NurseLine Journal. 2019;4(2).
  10. 10. David A, Fukumori A, Potashkin JA, Santiago JA. The Impact of Disease Comorbidities in Alzheimer’s Disease. Frontiers in Aging Neuroscience. 2021:13:631770.
  11. 11. Padila. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. 1st ed. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013.
  12. 12. Lee CJ, Lee JY, Han K, Kim DH, Cho H, Kim KJ, et al. Blood Pressure Levels and Risks of Dementia: a Nationwide Study of 4.5 Million People. Ahajournals. 2022 Jan 1;79(1):218–229.
  13. 13. Rost NS, Brodtmann A, Pase MP, van Veluw SJ, Biffi A, Duering M, et al. Post-Stroke Cognitive Impairment and Dementia. Circulation Research. 2022 Apr 15;130(8):1252–1271.
  14. 14. Arraisyi F, Imran Y. Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif. Sanus Medical Journal. 2022 Feb 28;3(1):19–24.
  15. 15. Tai XY, Veldsman M, Lyall DM, Littlejohns TJ, Langa KM, Husain M, et al. Cardiometabolic multimorbidity, genetic risk, and dementia: a prospective cohort study. Lancet Healthy Longev. 2022 Jun 1;3(6):428–436.
  16. 16. Arvanitakis Z, Shah RC, Bennett DA. Diagnosis and Management of Dementia: A Review. Jama. 2019 Oct;322(16):1589–99.
  17. 17. Tummala S, Harding C, Cobb J, Kesling G. The Impact of COVID-19 Restrictions on Caregivers of Individuals with Dementia. Journal of Dementia. 2021 Oct;5(5):112.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.