Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.

Keywords

Tanda bahaya nifas pengetahuan nifas

Article Details

Author Biographies

Dian Fahira Syam, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Apik Indarty Moedjiono, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Arif Anwar, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Syam, D. F., Moedjiono, A. I., & Anwar, A. (2024). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS. Hasanuddin Journal of Public Health, 5(3), 317–333. https://doi.org/10.30597/hjph.v5i3.30172

References

  1. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. 497 p.
  2. WHO. Maternal mortality: Levels and trend 2000 to 2017. 2019; https://www.who.int/reproductivehealth/ publications/maternal-mortality-2000- 2017/en
  3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2021.
  4. BPS Sulses. Profil Sulawesi Selatan Dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan; 2021. 609 p.
  5. Pamuji SEB, Yuni Fitriani, Masturoh. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda Bahaya Nifas di Wilayah Puskesmas Pangkah Kabupaten Tegal. Bhamda: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal). 2019;10(1):30-38.
  6. Situmorang MH, Pujiyanto. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Nifas Lengkap di Indonesia: Analisis Lanjut Data Riskesdas 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 2021;13(2):78-86.
  7. Pinem J. Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dan Kepatuhan Kunjungan Masa Nifas dengan Kejadian Infeksi Nifas di BPM Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2021. Jurnal Mutiara Kebidanan. 2022;8(2):14-24.
  8. Atik NS, Wandal NY. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas dengan Perilaku Kunjungan Nifas di Puskesmas Kaliwungu. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga. 2020; 4(2):17-26.
  9. Siallangan EA, Merlina Sinabaria, Hia SH. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda-Tanda Bahaya Selama Masa Nifas di Klinik Mariana Sukando Tahun 2019. Elisabeth Health Journal:Jurnal Kesehatan. 2020;5(2):151-158.
  10. Prihanti GS, dkk. Analisis Faktor Kunjungan Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Poned X. MAGNA MEDIKA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan. 2019;6(1): 69-87.
  11. Faisal AD. Hubungan Karakteristik Ibu Nifas dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda-Tanda Bahaya pada Masa Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2019. Jurnal Amanah Kesehatan. 2020;2(2): 9-18.
  12. Solama W, Rhipiduri Rivanica, Handayani S. Hubungan Antara Pendidikan, Umur dan Paritas dengan Pelaksanaan Kunjungan Nifas di Rumah Sakit. Proceeding Book Health National Conference “Stunting Dan 8000 Hari Pertama Kehidupan”. Mataram: Program Studi D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah; 2020.
  13. Susilawati D, Nilakesuma. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencapaian Kepuasan Layanan Masa Nifas. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. 2021;21(2):612-615.
  14. Atakari E, Naim, Hidayah A. Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Nifas tentang Deteksi Dini Tanda Bahaya Masa Nifas di RSD Kalabahi-NTT. Literasi Kesehatan Husada. 2021;5(1):1-11.
  15. Sari EP. Peran Petugas Kesehatan, Sumber Informasi, dan Dukungan Suami terhadap Kepatuhan Ibu Nifas untuk Melakukan Perawatan Payudara. Jurnal ‘Aisyiyah Medika. 2019;4(3):274-283.
  16. Anggraini W, Naomi Parmila HS. Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Tanda Bahaya Masa Nifas. JPK: Jurnal Pengemas Kesehatan. 2022;1(1):22-26.
  17. Aulia AR, Ummu Salamah, Sarake M. Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Samata 2019-2020. HJPH: Hasanuddin Journal Public Health. 2021;2(1): 56-65.

Similar Articles

<< < 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.