Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan lingkungan termasuk sanitasi atau praktik higiene berkontribusi 70% sebagai intervensi sensitif terhadap kontribusi penurunan kejadian stunting. Sanitasi lingkungan yang termasuk ketersediaan jamban juga berpengaruh terhadap risiko anak terkena penyakit infeksi dan kurang gizi yang dapat menyebabkan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat seperti melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan penerapan STBM menjadi sarana pendukung dalam menyehatkan keluarga sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara capaian akses pilar 1 STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan kejadian stunting di Kabupaten Maros Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi berdasarkan tempat atau lokasi. Studi ini bersifat deskriptif dan dapat disebut juga sebagai studi korelasi dengan populasi sebagai unit analisisnya (unit analisis agregat). Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel Pilar 1 STBM yang terdiri dari Jamban Sehat Permanen (JSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0128 dengan kejadian stunting, Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0027 dengan kejadian stunting, Jamban Sharing memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0288 dengan kejadian stunting, dan perilaku BABS memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0041 dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara cakupan JSP, JSSP, Jamban Sharing, perilaku BABS dengan kejadian stunting dan tingkat kekuatan korelasinya sangat lemah. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Maros untuk melengkapi data STBM pilar 1 sampai pilar 5, dan bagi masyarakat setempat agar lebih memperhatikan sanitasi lingkungan terutama pada 5 pilar STBM agar tidak mengundang vektor dan terhindarnya kontaminasi.

Keywords

STBM Pilar satu stunting jamban sehat

Article Details

Author Biographies

Anas Nugraha, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Ruslan Ruslan, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Hasnawati Amqam, Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

How to Cite
Nugraha, A., Ruslan, R., & Amqam, H. (2025). KORELASI CAPAIAN AKSES PILAR SATU STBM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022-2023. Hasanuddin Journal of Public Health, 6(1), 70–83. https://doi.org/10.30597/hjph.v6i1.41099

References

  1. Bappenas KP. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting). Tim Nasional Percepatan Penanggulanagan Kemiskinan. 2019:128.
  2. Sanda, A., Amiruddin, R., Rismayanti, R. Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Puskesmas Tamalate Kota Makassar Tahun 2022. Hasanuddin J Public Heal. 2022;3(2):145–54.
  3. Opu, S., Hidayat, Khaer A. Hubungan Sanitasi Total Berbasis Msayarakat (STBM) dengan Upaya Penurunan Angka Stunting pada Balita. Sulolipu Media Komun Sivitas Akad dan Masy. 2021;21(1):140.
  4. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Peta Jalan Percepatan Pencegahan Stunting Indonesia 2018-2024 [Internet]. TP2AK Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 2020. Tersedia pada: https://stunting.go.id/peta-jalan-percepatan-pencegahan-stunting-indonesia-2018-2024/
  5. Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Kemenkes BKPK. 2023;1–926.
  6. Lopa AFA, Darmawansyih, Helvian FA, Suryaningsih R, Maidin S. Hubungan Pelaksanaan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Kejadian Stunting. UMI Med J. 2022;7(1):26–36.
  7. Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat [Internet]. 2014. Tersedia pada: https://eje.bioscientifica.com/view/journals/eje/171/6/727.xml
  8. Kemenkes RI. Pedoman Pelaksanaan Monitoring dan Verifikasi STBM 5 Pilar. Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan. 2022;1–61.
  9. Sari CF, Susilawati S. Program Penanggulangan Stunting Melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sumut. PubHealth J Kesehat Masy. 2022;1(1):52–6.
  10. Amir A, Juhanto A, Azis R, Lingkungan JK, Kesehatan D, Program K, et al. Pengaruh Lima Pilar STBM Terhadap Angka Kejadian Stunting di Kecamatan Camba Kabupaten Maros : The Influence Of Five CBTS Pillars Against The Stunting Incidence In Camba District Of Maros Regency. J Kesehat Delima Pelamonia.2023;7(1).
  11. Dinkes Maros. Profil Kesehatan Kabupaten Maros Tahun 2020. 2021.
  12. Pramita RD, Sulistyorini L. Sikap Kepala Keluarga Memengaruhi Rendahnya Penggunaan Jamban di RW 02 Desa Gempolklutuk, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. J Kesehat Lingkung. 2015;8(2):184–94.
  13. Zahrawani TF, Nurhayati E, Fadillah Y. Hubungan Kondisi Jamban dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas CicalengkaTahun 2020. J Integr Kesehat Sains. 31 Januari 2022;4(1):1–5.
  14. Aziz NA, Diniah BN, Rahim FK. Pemetaan Distribusi Faktor Risiko Kejadian Stunting di Kabupaten Brebes Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Tahun 2021. 2021;1–12.
  15. Soraya S, Ilham I, Hariyanto H. Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. J Pembang Berkelanjutan. 2022;5(2):98–114.
  16. Faidah DA. Gambaran Kepemilikan Jamban di Desa Pesodongn Kecematan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo Tahun 2019. Medsains. 2020;6:33–9.
  17. Sugianti E, Devianti Putri B. Pengaruh Intervensi Gizi Sensitif terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-24 Bulan selama Pandemi Covid-19. Amerta Nutr. 2022;6(1SP):184–93.
  18. Junias MS, Benu YM, Toy SM. Persepsi Dan Self Efficacy Terhadap Perilaku Stbm Pilar 1 Di Daerah Lahan Kering Kepulauan. J Telenursing. 2024;6:484–92.
  19. Yulizar Y, Santosa H, Nurmaini N, Indirawati SM, Pramesona BA. Hubungan Faktor Pekerjaan, Pendapatan Keluarga, dan Dukungan Tokoh Masyarakat dengan Kepemilikan Jamban. J Kesehat. 2022;13(1):80.
  20. Yuningsih R. Strategi Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi Lingkungan. Aspir J Masal Sos. 2019;10(2):107–18.
  21. Syam DM, Sunuh HS. Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah. Gorontalo J Public Heal. 2020;3(1):15.
  22. Nirmala IR, Octavia L. Peran Makanan Laut Sumber Protein dan Anak Stunting di Wilayah Pesisir. J Stunting Pesisir dan Apl. 2022;1(2):1–7.
  23. Nirmalasari NO. Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam J Gend Mainstreming. 2020;14(1):19–28.

Similar Articles

<< < 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.