Reinforcing Factor Perilaku Seks Pranikah pada Remaja SMA Favorit di Kota Padang

Authors

  • Aprianti Aprianti Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro
  • Dien Gusta Anggraini Nursal
  • Yudi Pradipta

DOI:

https://doi.org/10.30597/mkmi.v16i2.9046

Keywords:

Seks pranikah, teman sebaya, remaja

Abstract

Jumlah perilaku seks pranikah pada remaja di Sumatera Barat sebanyak 107 kasus pada tahun 2016, 80% kasus tersebut terjadi di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reinforcing factor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja di SMA Favorit Kota Padang. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 547 yang diambil dengan cara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik metode kualitatif dengan desain studi kasus, informan sebanyak delapan siswa dan delapan guru bimbingan konseling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis menggunakan thematic content analysis. Lebih dari setengah responden memiliki perilaku berisiko. Hasil bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara peran guru (p = 0,025), peran teman sebaya (p =0,0001), peran orang tua (p= 0,012) dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan (p = 0,075) dengan perilaku seks pranikah remaja. Analisis multivariat menunjukan variabel yang dominan berhubungan adalah peran teman sebaya (p= 0,0001, Exp(B)=2,743) setelah dikontrol dengan predisposing factor (pengetahuan, sikap, dan religiusitas) dan enabling factor (paparan media massa). Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja adalah peran teman sebaya. Disarankan kepada remaja lebih selektif dalam memilih teman yang membawa ke dampak positif dan dapat menyaring informasi dengan baik mengenai perilaku seksual pranikah dari teman sebayanya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Aprianti Aprianti, Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

Departmen of Health Promotion

References

BPS. Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2010.

Jackson S, Goossens L. Handbook of Ado-lescent Development. New York, NY, US: Psychol Press US; 2006.

Musthofa SB, Winarti F. The Influencing Factors of a Pre-Marital Sexual Behavior Among College Students in Pekalongan. Kesehatan Reproduksi. 2010;1(1):33–41.

SDKI. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja 2007. Jakarta: BKKBN; 2008.

SDKI. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2012. Badan Pusat Statistik, BKKBN. Jakarta: BKKBN; 2013.

SDKI. Survei Demografi dan Kesehatan In-donesia 2017: Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Katalog BKKBN; 2018.

KPAI. Data Kasus Perlindungan Berdasar-kan Lokasi Pegaduan dan Pemantauan. Ja-karta: Komisi Perlindungan Anak Indone-sia; 2016.

KPAI Sumatra Barat. Data Kasus Perlin-dungan Anak Berdasarkan Lokasi Pe-ngaduan dan Pemantauan Media Se-Indonesia Tahun 2011-2016. Padang: KPAI: Komisi Perlindungan Anak Indonesia; 2017.

Sukidjo N. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

Sarwono. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja-wali Press; 2011.

Nurapipah, Alhidayati, Ayunda G. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual. Journal of Midwifery Sciece. 2017;1(2):54-65.

Khodijah SN, Luthan AFR, Maulana AY, Hi-dayat AW, Febrinia I, Nugroho RM. Penelitian Perilaku Seksual Remaja SMPN 3 Arjasa: Hubungan antara Motivasi untuk Menghindari Hubungan Seks Pranikah dengan Religiusitas, Self-Esteem, dan Pola Asuh. Jurnal KSM Eka Prasetya UI. 2019;1(7):1-13.

Haryani DS, Wahyunigsih KK. Peran Orang Tua Berhubungan dengan Perilaku seksual Pranikah Remaja di SMKN 1 Sedayu. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. 2015;3(3):140–144.

Rusmilawaty, Yuniarti, Tunggal T. Commu-nication of Parents, Sexual Content Intake and Teenage Sexual Behavior at Senior High School in Banjarmasin City. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2016;10(3):113–119.

Fajar NA, Etrawati F, Lionita W. Determi-nant of Parents Role in Adolescent Prema-rital Sex Behavior: An Applicative Model. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2019;15(2):143–149.

Pakasi DT, Kartikawati R. Antara kebutuhan dan Tabu: Pendidikan Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja di SMA. Jurnal Makara Seri Kesehatan. 2013;2(17):79–81.

Pinandari AW, Wilopo SA, Ismail D, Pen-didikan Kesehatan Reproduksi Formal dan Hubungan Seksual Pranikah Remaja Indo-nesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Na-sional. 2015;10(1):44–50.

Umaroh AK, Kusumawati Y, Kasjono HS. Hubungan antara Faktor Internal dan Faktor Eksternal dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2015;10(1):65–75.

Evi E, Sudirman S, Suriah S. Perilaku Sek-sual pada Remaja yang Berpacaran di SMA Negeri 2 Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Media Kesehatan Masyarakat Indo-nesia. 2013;9(4):250–256.

Yusuf S. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya; 2002.

Dannayanti, Yuniar L, Mery R. Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Pra Ni-kah Siswa SLTA Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2011;6(1):24–27.

Maryatun. Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Pra Nikah pada Remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta. Gaster Jurnal Kesehatan. 2013;10(1):39–47.

Kirana U, Yusad Y, Mutiara E. Pengaruh Akses Situs Porno dan Teman Sebaya Ter-hadap Perilaku Seksual Remaja di SMA Yayasann Perguruan Kesatria Medan Tahun 2014. Jurnal USU. 2014;1(4):1–8.

Farida Y. Hubungan Pengetahuan, Status Sosial Ekonomi, Pola Asuh Orang Tua, Pa-paran Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Remaja. Jurnal Kebidanan. 2016;5(1):18–29.

Masni M, Hamid SF. Determinan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Makassar (Studi Kasus Santri Darul Arqam Gombara dan SMAN 6). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2018;14(1):68-77.

Downloads

Published

2020-06-29

Issue

Section

Articles