PEMBERDAYAAN REMAJA MILENIAL BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI HOME INDUSTRY KERAJINAN BAMBU

-

Authors

  • Zul Jalal Hadi Prodi Pendidikan Fisika PMIPA, FKIP Universitas Mataram
  • Achban Prodi PPKn PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Dian Endang Lestari Prodi Pendidikan Matematika PMIPA, FKIP Universitas Mataram
  • Didik Pratama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris PBahasa, FKIP Universitas Mataram
  • Huda Riskika Prodi PPKn PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Iwon Susilowati Prodi PBS Indonesia PBahasa, FKIP Universitas Mataram
  • Muhammad Thoyyib Fuady Prodi PPKn PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Muhammad Yunus Prodi Pendidkikan Sosiologi PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Nabilah Nisa’uzzakiyyah Prodi Pendidikan Sosiologi PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Nurul Wisa Adiana Prodi Pendidikan Sosiologi PIPS, FKIP Universitas Mataram
  • Edy Herianto Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v5i4.12368

Keywords:

Creative economy, home industry, bamboo handicrafts.

Abstract

The bamboo handicraft home industry is a breakthrough in creative economy development technology for millennial youth in Desa Suka Makmur, Kabupaten Lombok Barat. If this is developed, then the potential for bamboo that has been neglected can be processed and managed to provide added value that can drive the community's economy. This activity aims to empower millennial youth groups based on the creative economy through the development of a bamboo handicraft home industry. The stages and methods of activities used include socialization (discussion and FGD), team building (collaborative and cooperative), training (practical and assignments), and pilot demonstration (demonstration). The results of the activity were in the form of increased understanding of the target subject related to the concept of the importance of introducing bamboo with its potential value and efforts to develop handicrafts as a superior product of the community, namely 5% enough category, 80% good category, and 15% excellent category; the formation of the bamboo handicraft home industry as a place to create creations of various handicraft products from bamboo and the practice of marketing products through social media, websites, bazaar activities and exhibitions organized by local governments. ---  Home industry kerajinan bambu merupakan terobosan teknologi pengembangan ekonomi kreatif bagi para remaja milenial di Di Desa Suka Makmur Kabupaten Lombok Barat. Jika hal itu dikembangkan, maka potensi bambu yang selama ini terabaikan dapat diolah dan dikelola agar memberikan nilai tambah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kelompok remaja milenial berbasis ekonomi kreatif melalui pengembangan home industry kerajinan bambu. Tahapan dan metode kegiatan yang digunakan antara lain: sosialisasi (metode diskusi dan FGD), pembentukan tim (metode kolaboratif dan kooperatif), pelatihan (metode praktik dan penugasan), dan demonstrasi percontohan (metode demonstrasi). Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya pemahaman subyek sasaran terkait konsep pentingnya pengenalan bambu dengan potensi nilai yang dimilikinya dan upaya pengembangan kerajinan sebagai produk unggulan masyarakat yakni 5% kategori cukup, 80% kategori baik, dan 15% kategori baik sekaIi; terbentuknya home industry kerajinan bambu sebagai tempat untuk membuat kreasi berbagai produk kerajinan dari bambu dan praktik memasarkan produk melalui sosial media, website, kegiatan bazar dan pameran yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asfar, A. M. I. A., Arifuddin, W. & Rahman, A. (2019). Pengolahan Kayu Sepang (Caesalpinia sappan L) di Desa Biru Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal Panrita Abdi, 3(2), pp. 97–104. doi: 10.20956/pa.v3i2.

Djamarah (2010). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Angkasa.

Fawaid, A. & Fatmala, E. (2020). Home Industry sebagai Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro dalam Meningkatkan Financial Revenues Masyarakat., Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 14(1), p. 109. doi: 10.35931/aq.v14i1.342.

Hamzah, Hasani, M.C., Fakhriyyah, S., Firman, & Gosari, B.A.J. (2016). ‘Peningkatan Kualitas Produk Olahan Sambusaq Tuna’, Jurnal PanritaAbdi, 1(1), pp. 1–10. doi: 10.20956/pa.v1i1.

Ma’rufi, Ilyas, M., Anas, A., & Islamiyah, R.Y. (2020). Pengembangan Kewirausahaan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal Panrita Abdi, 4(2), pp. 225–236. doi: 10.20956/pa.v4i2.7574.

Malihah, N. & Achiria, S. (2019). Peran Ekonomi Kreatif Dalam Pemberdayaan Industri Kerajinan Bambu. Maqdis : Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 4(1), p. 69. doi: 10.15548/maqdis.v4i1.212.

Mintarti, S.U., Handayani, S., Megasari, R., & Putri, R.D. (2018). Pemberdayaan Home Industry Kerajinan Bambu Menuju Kemandirian., Jurnal KARINOV, 1(3), pp. 1–5.

Putra, R.S. & Anshori, M.Y. (2018). Pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif dan Kewirausahaan kepada Pemuda dan Remaja di Pondok Pesantrenal-Jihad Surabaya. Community Development Journal, 2(1), pp. 21–25.

Riyansyah, F., Amin, D.E.S., & Aziz, R. (2018). Pemberdayaan Home Industry dalam Penigkatan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Tamkin, 3(November), pp. 87–109. Available at: https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/tamkin/article/ download/363/161.

Sadeli, A.H. (2018). Manajemen Usaha Home Industry Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Dharmakarya, 7(1), pp. 51–55. doi: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11866.

Sarno (2018). Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Perajin Bambu di Desa Sirkandi Purwareja Klampok Banjarnegara. JPPM: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), p. 309. doi: 10.30595/jppm.v2i2.2395.

Sinyo, Y., Sirajudin, N. & Hasan, S. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Bambu: Kajian Empiris Etnoekologi pada Masyarakat Kota Tidore Kepulauan. SAINTIFIK: Jurnal Pendidikan MIPA, 1(2), pp. 57–69. Available at: file:///D:/Pemanfaatan Tumbuhan Bambu, Kajian Empiris Etnoekologi.pdf.

Suganda, B.R., Hutabarat, J., Sulaksana, N., & Hendarmawan. (2017). Pengembangan Kawasan Permukiman dan Kawasan Industri Berdasarkan Kemampuan Lahan Serta Fasies Vulkanik Kuarter. Bulletin of Scientific Contribution, 15(1), pp. 27–34.

Sunarsih, L., & Umar, H.M.S. (2015). Strategi Pemasaran Home Industry Pengrajin Anyaman Bambu di Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, IX(2), pp. 57–68. Available at: jurnal.unej.ac.id › index.php › JPE › article › download%0A.

Taru, N. S., Senjawati, N. D. & Arumsari, V. (2017). Analisis Usaha Kerajinan bambu Skala Rumah Tangga di Kelurahan Malumbi Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. AGRIC: Jurnal Ilmu Pertanian, 29(1), pp. 55–68.

Zhafira, T. (2018). Sikap Asosial pada Remaja Era Millenial. SOSIETAS, 8(2), pp. 501–504. doi: 10.17509/sosietas.v8i2.14591.

Zulaikha, F., Sureskiarti, E. & Herlina, N. (2020). Pelatihan Cara Pembuatan Makanan Ringan Rendah Gula Bagi Penderita Diabetes Mellitus. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(1), p. 77. doi: 10.20956/pa.v4i1.5864.

Downloads

Published

2021-10-03

How to Cite

Hadi, Z. J., Achban, Lestari, D. E., Pratama, D., Riskika, H., Susilowati, I., Fuady, M. T., Yunus, M., Nisa’uzzakiyyah, N. ., Adiana, N. W., & Herianto, E. (2021). PEMBERDAYAAN REMAJA MILENIAL BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI HOME INDUSTRY KERAJINAN BAMBU: -. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(4), 669-680. https://doi.org/10.20956/pa.v5i4.12368