PENGEMBANGAN KARAKTER DESA DIGITAL UNTUK MENDORONG PERBAIKAN TATA KELOLA DESA WISATA SECARA BERKELANJUTAN DI DESA TEGAREN, KABUPATEN TRENGGALEK
DOI:
https://doi.org/10.20956/pa.v10i1.44455Keywords:
Digital literacy, digital village, good governance, internet, social mediaAbstract
Developing a digital village is crucial for sustainable tourism arrangements in rural areas. In Trenggalek Regency, Tegaren Village is acknowledged as one of the premier tourist villages, having achieved a place among the top 500 in the Indonesia Tourism Village Award for both 2022 and 2023. However, Tegaren grapples with the typical challenges faced by rural areas in Indonesia, including the community's limited digital skills, which hinder their adaptability and competitiveness in an increasingly digital landscape. Thus, the authors deem it vital to implement community service through digital literacy training for residents and to bolster the capabilities of village officials in fostering effective governance. This training program is designed to enhance the proficiency of residents and village officials in utilizing the Internet and social media to facilitate all public service activities within the digital village government framework. The findings indicate that residents and village officials have not yet fully leveraged the advanced Internet infrastructure in Tegaren to further the digitalization of village management. As a result, Tegaren’s tourism potential is not sufficiently promoted and fails to attract visitors to the village. Therefore, the authors organized a workshop on digital literacy and good governance. The workshop has improved people's digital literacy and village officials’ capacity in digital good governance. Following the successful of the program, Tegaren Village Government has launched social media to promote service transparency and tourism in the village. --- Pengembangan desa digital memiliki peran penting dalam tata kelola desa wisata secara berkelanjutan. Di Kabupaten Trenggalek, Desa Tegaren diakui sebagai salah satu desa wisata terbaik melalui kesuksesannya tercatat dalam daftar 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia pada tahun 2022 dan 2023. Permasalahannya, Tegaren juga tidak lepas dari persoalan konvensional daerah rural di Indonesia, seperti rendahnya kemampuan digital masyarakat yang berdampak menurunkan tingkat adaptasi dan daya saing mereka di tengah digitalisasi di banyak sektor. Karena itu, tim penulis memandang penting untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui pelatihan literasi digital kepada masyarakat sekaligus penguatan kapasitas aparatur desa dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga dan aparat desa dalam memanfaatkan internet dan media sosial untuk mendukung segala aktivitas pelayanan publik dalam birokrasi pemerintahan desa digital. Hasil dari program ini menampakkan bahwa meskipun jaringan internet di Desa Tegaren tergolong canggih, hal itu belum dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan aparat desa untuk mengembangkan digitalisasi pengelolaan desa. Dampaknya, potensi wisata Desa Tegaren tidak dapat dipromosikan secara meluas sehingga gagal dalam memikat banyak wisatawan berkunjung ke desa ini. Karena itu, tim penulis melaksanakan kegiatan pelatihan literasi digital dan tata kelola pemerintahan desa yang disertai pendampingan secara berkelanjutan. Hasilnya, warga desa berhasil meningkatkan literasi digitalnya dan aparat desa mampu mengelola pemerintahan secara digital. Produk nyata dari keberhasilan itu adalah diluncurkannya akun media sosial Pemerintah Desa Tegaren sebagai media transparansi layanan warga dan promosi desa wisata.
References
Akib, K., Putri, N.A., & Wahyuningsih, E. (2025). Sosialisasi inovasi desa digital dalam menunjang pelayanan publik di Desa Betalemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso. Jurnal Panrita Abdi, 9(2), 457-465.
DOI: https://doi.org/10.20956/pa.v9i2.34054
Ariyanti, S. (2013). Studi pengukuran digital divide di Indonesia. Puslitbang Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, 281-292.
Aryani, S., Sunarti, & Darmawan, A. (2017). Analisis dampak pembangunan pariwisata pada aspek ekonomi dan sosial budaya masyarakat (Studi kasus pada Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta). Jurnal Administrasi Bisnis, 49(2).
URL:https://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1930
Dini, V.A. (2022, 13 Juli). Gambaran kesenjangan akses internet di kota-desa skala global. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/07/13/gambaran-kesenjangan-akses-internet-di-kota-desa-skala-global/ (diakses 5 Maret 2024).
Dwiridotjahjono, J., Wibowo, P., & Nuryananda, P.F. (2020). Bamboonomic: Ekonomi bambu pendukung Desa Wisata Tegaren. Jurnal Master Pariwisata, 6(2), 241-266.
DOI: https://doi.org/10.24843/JUMPA.2020.v06.i02.p01
Kunasekaran, P., Gill S.S., Ramachandran, S. Shuib, A., Baum, T., & Afandi, S.H.M. (2017). Measuring sustainable indigenous tourism indicators: A case of Mah Meri ethnic group in Caret Island, Malaysia. Journal of Sustainability, 9(7), 1-20.
DOI: https://doi.org/10.3390/su9071256
Mijiarto, J., Wahyuni, Nuryananda, P.F., & Ahzani, W.K. (2022). Tantangan pembentukan identitas kampung besek dan pemberdayaan perempuan di Desa Tegaren. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 13(1), 18-25.
DOI: https://doi.org/10.31294/khi.v13il.11405
Mubah, A.S. (2011). Strategi meningkatkan daya tahan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 24(4), 302-308.
Mubah, A.S., Wardahni, A., Ponsela, D.F., & Tsauro, M.A. (2016). Problem dasar kesenjangan digital di Asia Tenggara. Global Strategis, 10(2), 204-220.
DOI: https://doi.org/10.20473/jgs.10.2.2016.204-220
Nuryananda, P.F., & Prabowo, B. (2020). Brickonomic: Pembangunan kapasitas ekonomi Desa Tegaren berdasar aset lokal. Jurnal Bisnis Indonesia, 11(1).
DOI: https://doi.org/10.33005/jbi.v11i01.1968
Nuryananda, P.F., Utami, W.A., Anggresta, P., Yakti, P.D., & Rikza, A. (2021). Rencana Induk Desa Wisata Tegaren. Trenggalek: Penerbit Sahaja.
Russel, C. (2021, 12 November). Sustainable community development - From what’s wrong to what’s strong. https://researchoutreach.org/articles/whats-wrong-whats-strong-guide-community-driven-development/ (diakses 6 Desember 2023).
Suksmawati, H., Alidyan, M., Febrianita, R., & Nuryananda, P.F.(2021). Besek Tegaren: ABCD, CBT, dan glokalisasi dalam satu kemasan. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa, dan Masyarakat, 2(1), 9-18.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 A. Safril Mubah, Probo Darono Yakti, Sarah Anabarja, Mohammad Ayub Mirdad, Annisa Pratamasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







