Efektifitas Program Suplementasi Zat Besi pada Remaja Putri di Kota Bogor

Tyas Permatasari, Dodik Briawan, Siti Madanijah

Abstract


Prevalensi anemia pada remaja putri masih tetap tinggi. Program suplementasi besi untuk remaja putri bertujuan menurunkan prevalensi anemia, tetapi hasilnya tidak selalu sukses. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas program suplementasi besi pada remaja putri di Kota Bogor. Desain yang digunakan yakni quasi experiment pre-post intervensi pada study effectiveness. Penelitian berlangsung dari September 2016 sampai Januari  2017 bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor. Jumlah subyek penelitian yakni 172 remaja putri usia (10-18 tahun)  dari 4 sekolah. Pengambilan darah di ujung jari untuk menguji kadar hemoglobin subjek dianalisis menggunakan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia (Hb <12g/dl) sebelum program 20.7% dan menurun menjadi 15.2% setelah 4 bulan intervensi. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar Hb, yakni status Hb awal (p<0.05;OR=3.52;CI95%=1.40-8.85). Program suplementasi besi pada remaja putri di Kota Bogor belum berjalan secara efektif.


Keywords


Anemia; efektivitas; remaja putri; suplementasi besi

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2013.

Bapenas RI. Kerangka Kebijakan: Gerakan Sadar Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jakarta : Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional ; 2012.

Briawan D, Adriyani A, Pusporini. Determinan Keberhasilan Program Suplementasi Zat Besi pada Siswi Sekolah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2009; 6(2): 78-83.

Kheirouri S, Alizadeh M. Process Evaluation of A National School-Based Iron Supplementation Program for Adolescent Girls in Iran. BMC Public Health. 2014; (14):959.

Bappeda. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Bogor: Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah; 2015.

WHO. Iron Deficiency Anaemia Assessment, Prevention and Control. A guide for programmed managers. Geneva: World Health Organization; 2001.

Casey GJ, Phuc TQ, MacGregor L, Montresor A, Mihrshahi S, Thach TD, NongTTien, Biggs Beverley-Ann. A Free Weekly Iron-Folic Acid Supplementation and Regular Deworming Program is Associated with Improved Hemoglobin and Iron Status Indica Tors in Vietnamese Women. BMC Public Health. 2009; 9:261.

Susanti Y, Briawan D, Martianto D. Suplementasi Besi Mingguan Meningkatkan Hemoglobin Sama Efektif dengan Kombinasi Mingguan dan Harian pada Remaja Putri. J. Gizi Pangan. 2016; 11(1):27-34.

Mahan LK, Raymond JL. Krause’s Food and The Nutrition Care Process. Missouri: Elsevier; 2017.

Sukarno KJ, Marunduh SR, Pangemanan DHC. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Di Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Kedokteran Klinik. 2016; 1(1):1-7.

Kaur M, Singh A, dan Bassi R. Nutritional Status and Anaemia in Medical Students of Sgrdimsar , Amritsar. National Journal of Physiology, Pharmacy & Pharmacology. 2015; 5(1):35–49.

Brown JE. Nutrition Through The Life Cycle. Wadsworth: Cengage Learning; 2011.

Briawan D. Efikasi Fortifikasi Cookies Ubi Jalar untuk Perbaikan Status Anemia Siswi Sekolah. Majalah Kesehatan Bandung. 2013; 45(4):206–12.

Rati SA, Jawadagi S. Prevalence of Anemia Among Adolescent Girls Studying in Selected Schools. International Journal of Science and Research. 2014; 3(8): 1237-1242.

Priya S, Datta SS, Baharupi BS, Narayan KA, Anbarasan N, RM Ramya. Factors influencing weekly IFA supplementation programme (WIFS) among school children: Where to focus our attention?. International Journal of Contemporary Medical Research. 2016; 3:(4).

Risonar MGD, Tengco LW, Rayco SP, & Solon FS. The Effect of A School-Based Weekly Iron Supplementation Delivery System Among Anemic School children in The Philippines. Eur J Clin Nutr. 2008; 62:991–996

Susanti, Yeti. Pengaruh Pemberian Suplemen Besi terhadap Kadar Hemoglobin dan Tingkat Kelelahan pada Remaja Putri [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2016.

Rahayu I. An Examination of The Eating Behaviour of Adolescent Girls in Indonesia: Formative Research for Prevention of Iron Deficiency [Disertasi]. Brisbane: The University of Queensland; 2011.

Briawan D, Hardinsyah, Setiawan B, Marliyati SA, dan Muhilal. Efikasi Suplemen Besi-Multivitamin untuk Perbaikan Status Besi Remaja Wanita. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia. 2008; 30(1):30–36.

Abbaspour N, Hurrell R, Kelishadi R. Review on Iron and Its Importance for Human Health. Journal of Research in Medical Sciences : The Official Journal of Isfahan University of Medical Sciences. 2014;19(2):164-174.

Waldvogel-Abramowski S, Waeber G, Gassner C, et al. Physiology of Iron Metabolism. Transfusion Medicine and Hemotherapy. 2014; 41(3):213-221.




DOI: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3705

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published By

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Office : Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University,

Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245  View on Google Maps

Email  :  jurnal.mkmi@gmail.com / jurnalmkmi@fkm.unhas.ac.id

Phone : +628114440454

 

INDEXING


crossreff   onesearch ISJD nelitiwidth=width= width=

Flag Counter

web
analytics

Lisensi Creative Commons
Jurnal MKMI licensed by Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.