Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMP sebagai Implementasi Pedoman Gizi Seimbang

Fitriyah Nafsiyah Muthmainah, Ali Khomsan, Hadi Riyadi, Guntari Prasetya

Abstract


Indonesia dihadapkan pada dua masalah gizi yaitu gizi kurang dan gizi lebih sedangkan permasalahan gizi pada remaja cenderung lebih dominan untuk mengalami kelebihan berat badan, ini dapat dilihat dari prevalensi sangat gemuk (obesitas) remaja di Kabupaten Cianjur sebesar 10.6%. Oleh karena itu, konsumsi sayur dan buahbuahan sangat dianjurkan untuk menurunkan prevalensi kelebihan berat badan khususnya pada remaja. Pemerintah melalui Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sejumlah 400 g per orang per hari yang terdiri dari 250 g sayur dan 150 g buah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan sayur dan buah di rumah, kontribusi sayur dan buah terhadap asupan vitamin, mineral dan serat dan hubungan antara praktik gizi siswa maupun ibu sebagai orang tua siswa terkait pedoman gizi seimbang dengan konsumsi sayur dan buah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang didanai oleh Neys-van Hoogstraten Foundation, the Netherlands dan dilakukan di SMPN 1 Cianjur dengan total subjek penelitian berjumlah 72 siswa. Data dianalisis menggunakan uji beda Mann Whitney dan uji hubungan Rank Spearman. Jumlah konsumsi sayur dan buah siswa belum sesuai dengan anjuran Pedoman Gizi Seimbang. Konsumsi sayur siswa dengan rata-rata 36.9±34.8 g per hari, sedangkan konsumsi buah siswa dengan rata-rata 203.2±112.9 g per hari. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara praktik gizi ibu serta praktik gizi siswa terkait PGS dengan konsumsi sayur dan buah siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada siswa belum terimplementasikan sesuai dengan anjuran Pedoman Gizi Seimbang sehingga perlu adanya dorongan kepada orangtua dalam rangka meningkatkan konsumsi sayur dan buah yang dapat memotivasi serta membiasakan siswa untuk mengonsumsi sayur dan buah di rumah.


Keywords


Pedoman gizi seimbang, konsumsi buah, konsumsi sayur

Full Text:

PDF

References


Neumark-sztainer D, Bruening M, Eisenberg M, MacLehose R, Nanney MS, Story M, Neumark-sztainer D. Relationship Between Adolescents’ and Their Friends’ Eating Behaviors: Breakfast, Fruit, Vegetable, Whole-Grain, and Dairy Intake. J Acad Nutr Diet. 2012;112(10):1608–1621.

Nurhayati A. Status Gizi, Kebiasaan Makan dan Gangguan Makan (Eating Disorder) pada Remaja di Sekolah Favorit dan Non-Favorit. Media Gizi dan Keluarga. 2010;6(3):124-126.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2013.

[BPS] Badan Pusat Statistik. Cianjur Dalam Angka Tahun 2017. Kabupaten Cianjur:BPS Balitbangkes. 2014. Survey Konsumsi Makanan Individu:Studi Diet Total (SDT) 2014. Kementerian Kesehatan RI; 2017.

Silva FM, Smith-Menezes A, Duarte M. Consumption of Fruits and Vegetables Associated with Other Risk Behaviors among Adolescents In Northeast Brazil. Rev Paul Pediatr. 2016;34(3):309–324.

Contento. Fruit and Vegetable Enables Adolescent Consumption that Exceeds National Average. Nutritional Research. 2010;3(3):369-402.

Mittmann S, Austel A, Ellrot T. Determinants of Fruit and Vegetable Consumption in Primary School Children. Ernahrungs Umschau. 2014;61(8):124–129.

Mohammad A & Madanijah S. Konsumsi Sayur dan Buah Anak Usia Sekolah Dasar di Bogor. Jurnal Gizi Pangan. 2015;10(1):71-76.

Sophia A & Madanijah S. Pola Asuh Makan Ibu serta Preferensi dan Konsumsi Sayur dan Buah Anak Usia Sekolah di Bogor. Jurnal Gizi Pangan. 2014;9(3):151-158.

Mawaddah N, Hardinsyah. Pengetahuan, Sikap dan Praktik Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan

Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta. Jurnal Pangan dan Gizi. 2008;3(1):30-42.

Khomsan A, Faishal A, Mudjajanto Eddy S. Pengetahuan, Sikap, dan Praktek Gizi Ibu Peserta Posyandu (Nutritional Knowledge, Attitude and Practice Of Posyandu Participants). Jurnal Gizi Pangan. 2009;4(1):33-41.

Bonke J. Do Danish Children and Young People Receive Pocket Money?. Copenhagen (DK): Rockwool; 2013.

Bahria dan Triyanti. Faktor-Faktor yang terkait dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di 4 SMA Jakarta Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2010;4(2):63-71.

Estetika. Faktor yang Berhubungan dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food pada Mahasiswa. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2017; 14(2):135-144.

Watts DE, Least C, Gromis J, Lohse B. Nutrition Education Intervention Improves Vegetable-Related Attitude, Self-Efficacy, Preference, and Knowledge of Fourth-Grade Students. Journal of School Health. 2016;82(1):37-43.

Nago, E. S. Food Safety is a Key Determinant of Fruit and Vegetable Consumption in Urban Beninese Adolescents. J Nutr Educ Behav. 2012;44(6):548-555.

Svastisalee, C., Holstein, B. & Due, P. Fruit and Vegetable Intake in Adolescents: Association with Socioeconomic Status and Exposure to Supermarkets and Fast Food Outlet. J Nutr Metab. 2012;1-9.

Farisa. Hubungan Sikap, Pengetahuan, Ketersediaan dan Keterpaparan Media Massa dengan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa SMPN 8 Depok Tahun 2012 [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang: Pedoman Teknis Bagi Petugas Dalam Memberikan Penyuluhan Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Kusumaningrum Maria D, Indrawani Yvonne M. Perbedaan Proporsi Ketersediaan Sayur dan Buah di Rumah dan Faktor Lainnya terhadap Konsumsi Sayur dan Buah Siswa SDN Jatirahayu VIII Bekasi Tahun 2014 [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2014.

Anggraeni Nur A, Sudiarti T. Faktor Dominan Konsumsi Sayur dan buah pada Remaja di SMPN 98 Jakarta. Indonesian Journal of Human Nutrition. 2018:5(1):18-32.

Hermina, Prihatini S. Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014. Buletin Penelitian Kesehatan. 2016;44(3):205–218.

Dave JM, Evans AE, Pfeiffer KA, Watkins KW, Saunders RP. Correlates of Availability and Accessibility of Fruits and Vegetables in Homes of Low-Income Hispanic Families. Health Educ Res. 2010;25(1):97–108.

Vuholm S, Lorenzen JK, Kristensen M. Relative Validity and Reproducibility of a Food Frequency Questionnaire to Assess Dietary Fiber Intake in Danish Adults. Food & Nutrition Research. 2014;58(24723):1-7.

Fibrihirzani H. Hubungan Antara Karakteristik Individu, Orang Tua dan Lingkungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SDN Beji 5 dan 7 Depok tahun 2012 [Skripsi]. Depok (ID): Universitas Indonesia; 2012.

Permatasari. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Gizi Ibu dengan Konsumsi Pangan Sumber Yodium dan Penggunaan Jenis Garam Rumah Tangga di Wilayah Pegunungan Kabupaten Cianjur [Tesis]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor; 2013.

Freisling H, Haas K, Elmadfa I. Mass Media Nutrition Information Sources and Association Fruit and Vegetable Consumption among Adolescents. Public Health Nutrition. 2009;13(2):269-275.




DOI: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v15i2.6222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published By:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Office : Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University,

Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245  View on Google Maps

Email  :  jurnal.mkmi@gmail.com / jurnalmkmi@fkm.unhas.ac.id

Phone : +628114440454

 

INDEXING


width=width=width=width=width=width=width=width=width=width=width=

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats