ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 SERTA LANGKAH MENCIPTAKAN SAFETY CULTURE TERHADAP PT. GUNANUSA UTAMA FABRICATORS

Penulis

  • Khurin Putri Universitas Hasanuddin
  • Fuad Mahfud Assidiq

Abstrak

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan konstruksi.  Penerapan program K3 yang telah dibuat perusahaan dengan budaya K3 yang sudah menjadi kebiasaan setiap pekerja, diharapkan mampu meningkatkan kinerja proyek konstruksi. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak faktor penghambat dan resiko kerja. Pelaksanaan K3 yang efektif dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Akan tetapi, pada kenyataannya di proyek konstruksi, pelaksanaan K3 sering kali terhambat. Faktor-faktor penyebab rendahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada perusahaan bidang konstruksi seperti pemenuhan peraturan perundangan, komitmen kebijakan K3, manusia dan lingkungan serta anggaran dan keuangan. Di samping itu, safety culture atau budaya keselamatan merupakan produk dari value individua tau sekelompok orang, attitude, persepsi, kompetensi, dan pola tingkat laku yang memperlihatkan komitmen dan bentuk implementasi K3. Dewasa ini, banyak perusahaan besar yang sudah menerapkan atau mengimplementasi safety culture demi menjaga keberlangsungan proses produksi.  

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-06-22

Terbitan

Bagian

Pengembangan SDM dan SDA Pesisir